Editorial,
19/08/2011

Susahnya Menjadi Minoritas

Oleh Anick HT*

“Tentu saja masalah gereja ini tidak sesederhana masalah IMB. IMB hanyalah salah satu titik masuk dari gejala mayoritarianisme akibat menaiknya ghirah keislaman simbolik yang dominan mewarnai atmosfir negeri ini pasca-reformasi. Ada arogansi kelompok keagamaan yang berjalin berkelindan dengan merosotnya legitimasi negara di mata masyarakat.”

19/08/2011 14:40 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (34)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Dear all:
1. apakah mushalla, mesjid bgt gampangnya didirikan di setiap tempat, apakah itu mendapat ijin pasti donk ya, mayoritas.
2. di Tarutung dan Pangururan Samosir, yang notabene Kristen kental orang Batak, mengijinkan berdirinya sebuah mesjid besar, pdhl disana muslim adalah kelompok minoritas dan tidak pernah di ganggu, mereka tidak membalaskan apa yg telah terjadi disini, karena mereka tidak pernah diajari untuk balas dendam, atau menghukumorang lain.
3. itulah namanya cinta dan kasih, tidak pernah membeda-bedakan siapapun itu, karena semua kita ini adalah umat ciptaanNya. marilah kita hidup dalam damai saling berdampingan dan salaing mendukung satua sama lain, spy negara kita ini kembali seperti dahulu, gemah ripah loh jinawi.

#1. Dikirim oleh irish  pada  20/08   04:11 PM

rasah ngurusi grejone wong liyo. mesjide dewe wae reged ra tau disaponi, malah arep nyaponi liyane

#2. Dikirim oleh jack  pada  21/08   10:49 AM

mudah2 an komentarnya di tampilkan.

harusnya kita semua taat hukum, bikin gereja itu ada aturannya, jika ada aturan yg di langgar, kenapa masih ngotot?

jika yg salah adalah aturannya, maka berjuanglah agar aturan itu di ubah.

menyalahkan penduduk setempat, adalah salah, hanya akan menumbuhkan benih benih permusuhan horizontal

#3. Dikirim oleh reski putra  pada  22/08   10:32 AM

kaum minoritas tak usah bersedih dengan berbagai perlakuan yang tidak adil dari kaum mayoritas. yakinlah bahwa kebenaran tidak selalu memihak kepada mayoritas. dari perilaku mayoritas yang tidak senang dengan kedamaian, tidak toleran, jauh dari cinta kasih terhadap sesama, sebaliknya justru ditanamkan sikap permusuhan, rasa dengki, iri, curiga yang selalu menghinggap dihati mereka, mengindikasikan bahwa mereka jauh dari agama. jangan-jangan mereka menganut bukan agama, biarkan mereka euforia, berkuasa sesaat di dunia. bukankah peringatan allah telah ditimpakan ke kota serambi mekah. berbesarhati dan bersabarlah

#4. Dikirim oleh kemaruk  pada  22/08   08:17 PM

“Bagiku agamaku dan bagimu agamamu”, keniscayaan yg sulit dimengerti kalau orang mau beribadat dicegah dengan aturan2 yg terlalu dibuat2 untuk mencegah orang lain menjalankan syariatnya…..

#5. Dikirim oleh BimbangW  pada  23/08   03:21 AM

wis too gak usah ribut mikirke wong liya awakmu dewe kuwi urusen….. sing ra urus..

#6. Dikirim oleh sumantri  pada  24/08   02:12 PM

wis ra usah ngurusi wong liyo urusen dewe kwi awakmu sing ra urus…....

#7. Dikirim oleh sumantri  pada  24/08   02:13 PM

Kan udah di wahyukan sejak 2000 thn yg lalu, kalo zaman2 akhir itu akan terjadi hal2 seperti yg skr ini. skr kita berdoa aja utk semua. Kasihilah mereka.

#8. Dikirim oleh Kasihilah Musuhmu  pada  24/08   06:32 PM

di Bali dan Papua, untuk mendirikan masjid gak gampang saudara..ada aturan informal yang harus dipenuhi. dimana suara JIL untuk ngebela Masjid di daerah minoritas muslim, mana suara itu????

#9. Dikirim oleh ahmad faisal  pada  24/08   09:01 PM

rasanya kasusnya sama seperti di Minahasa Selatan, di mana muslimnya minoritas, semua akses, baik ekonomi, politik, sosial apalagi masalah ke agamaan, dan alokasi apbdnya hampir 100 persen buat kelompok kristen,0% buat sekolah dan lembaga muslim, padahal muslim ada 10-15%, bangun masjid paling cepet 12 tahun, itupun perjuangannya berdarah-darah, sayangnya kejadian ini tidak diangkat kepermukaan,tidak ada keadilan dalam pemaparan informasi,  sengaja secara sistematis dan sistemik di tutup-tutupi, bukti cinta kasih nya masih patut di pertanyakan, salam damai kawanku…

#10. Dikirim oleh agung pamungkas  pada  26/08   03:13 AM

@Penulis Anick HT : Jika anda benar ingin menyuarakan ketidak adilan, tolong dibahas tentang peruntuhan Masjid di MEdan yg dilakukan oleh Aparat TNI.

Saya yakin anda tidak akan memuatnya karena isu ini tidak menjual, ya bahasa kasarnya tidak akan dilirik dari sponsor. nah kalo tidak dilirik tentu anda tidak mendapat bantuannya. kalo tidak mendapat bantuan tentu anda tidak bisa menafkahai diri dan keluarga anda

#11. Dikirim oleh riko saputra  pada  26/08   06:19 AM

bahkan ketika semua persyaratan hukum sudah lengkap, biasanya para pengurus gereja untuk pengurusan perijinan ini selalu maksimal taat hukum, tetapi tetap saja “sulit” karena memang dipersulit. Jadi, buat bung reski putra, bukan disitu persoalannya tapi memang betul ini persoalan “arogansi mayoritas”

#12. Dikirim oleh surya  pada  27/08   07:19 AM

makanya jangan mau jadi minoritas yang lemah….begitulah kalo yang namanya minoritas lemah ga bisa berkutik..yahhh terima aja gannn..jangan ngemis2 giu malu ahhhhh…baru jadi minorias aja sombong sihhhh pake tulis2 arikel ga bermutu nihhh…

#13. Dikirim oleh angga  pada  31/08   01:29 PM

Allah, Dialah Pencipta,Pemilik dan Penguasa alam semesta dan segala isinya ini, Dia berbuat sesuai apa yang dikehendaki-Nya dengan segala Kesempurnaan dan Kebijaksanaan-Nya. Dia Menciptakan, Mengampuni, Memberi petunjuk dan Membahagiakan siapa yang dihendaki-Nya dan sebaliknya. Jika kamu yang tidak suka dengan kebijakan2-Nya maka carilah atau buatlah bumi dan dunia yang lain dan hiduplah disana dengan keputusan dan kebijakanmu sendiri. jika kamu tidak mampu maka mintalah kepada-Nya agar kamu dibinasakan dan mencabut semua nikmat yang diberikan-Nya selama ini padamu, karena sebenarnya memang kamu manusia yang tidak tau berterima kasih dan tidak ada manfaatnya. jika kamu takut minta yang demikian, maka minta ampunlah turuti kehendak-Nya, jalani perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya berusahalah sesuai kemampuan yang diberikan-Nya kepadamu serta bersabarlah atas apa yang menimpamu karena itu hanyalah ujian sebatas kemampuanmu yang pasti berakhir lalu berganti dan bersyukurlah padaNya sebanyak-banyaknya. Jika kamu masih enggan juga berbuat demikian itu maka bersiaplah dan hiduplah kamu seperti kayu bakar yang lagi dijemur untuk perapian, dan mungkin ini yang terbaik bagimu! 
Oleh: Muhammad Dharmawan.

#14. Dikirim oleh M.Dharmawan  pada  01/09   11:12 AM

Disamosir memang ada masjid tapi musholla (surau)nya tidak. Lain dengan gereja, komunitasnya yg sedikit saja ingin buat gereja belum lagi masalah sekte, nah kalau semunya dibolehkan bisa2 di Indonesi lebih banyak gereja dari masjid

#15. Dikirim oleh Pak samosir  pada  01/09   02:44 PM

  KEBENARAN INJIL : Roma 1:18 Sebab murka Allah nyata atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.  Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian (Kekuasaan)-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap,  Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh,  Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.Roma 1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.Roma 1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.Roma 1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.Roma 1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.Roma 1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:Roma 1:29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
Roma 1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,Roma 1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,Roma 1:31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.Roma 1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.]    Allah Yang Suci dan Tinggi, Dialah Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal tanpa sekutu atas alam semesta dan segala isinya ini, Dia yang dibutuhkan oleh ciptaan-Nya, Dia tidak beranak atau diperanakkan dan tidak ada satupun yang setara atau menyerupai-Nya dan Dia berbuat sesuai apa yang dikehendaki-Nya dengan segala Kesempurnaan dan Kebijaksanaan-Nya. Dia Menciptakan, Mengampuni, Memberi petunjuk dan Membahagiakan siapa yang dihendaki-Nya dan sebaliknya. Jika kamu yang tidak suka dengan kebijakan2-Nya maka carilah atau buatlah bumi dan dunia yang lain dan hiduplah disana dengan keputusan dan kebijakanmu sendiri. jika kamu tidak mampu maka mintalah kepada-Nya agar kamu dibinasakan dan mencabut semua nikmat yang diberikan-Nya selama ini padamu, karena sebenarnya memang kamu manusia yang tidak tau berterima kasih dan tidak ada manfaatnya. jika kamu takut minta yang demikian, maka minta ampunlah turuti kehendak-Nya, jalani perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya berusahalah sesuai kemampuan yang diberikan-Nya kepadamu serta bersabarlah atas apa yang menimpamu karena itu hanyalah ujian sebatas kemampuanmu yang pasti berakhir lalu berganti dan bersyukurlah padaNya sebanyak-banyaknya. Jika kamu masih enggan juga berbuat demikian itu maka bersiaplah dan hiduplah kamu seperti kayu bakar yang lagi dijemur untuk dibakar diperapian, dan mungkin inilah jalan yang terbaik bagimu!

#16. Dikirim oleh M.Dharmawan  pada  01/09   09:06 PM

Apa Greja sekarang ini tidak cukup?. bukankah disurabaya banyak Greja yang kosong?. dan bahkan jemaatnya direbutkan dan ada diantaranya bagai diskotik. Jika tidak percaya lihatlah You Tube Pendeta Makrus pengusir Jin dan kerabat Roro KIdul.

#17. Dikirim oleh joko  pada  03/09   09:27 PM

di eropa,amerika yg katanya sangat menjunjung kebebasan seperti yg puja2 jg sama..bikin tempat ibadah buat minoritas susah..apalagi bikin masjid kayaknya susah banget..

#18. Dikirim oleh Dubi  pada  05/09   12:30 AM

kesulitan yang dialami oleh kaum minoritas di indonesia mungkin hampir sama dengan yang dialami oleh minoritas di eropa atau amerika, tetapi yang membedakan adalah perlakuan dari warga sipil mayoritas di indonesia yang sangat kasar dan menyeramkan. melalui berbagai ormas atau gerakan atau forum atau apapun namanya.. yang pasti cara mereka mendatangi, melarang,mengusir minoritas yg sedang beribadah memang memberikan kesan buruk pada wajah mayoritas. apakah ini karena faktor pendidikan? atau semata2 adalah fanatisme? saya tidak tahu..

#19. Dikirim oleh pram  pada  09/09   08:35 PM

Masalahnya setiap sekte di Kristen ingin membangun gereja sendiri-sendiri padahal umat di sekeliling gereja sedikit. Jemaat dari Gereja A tidak bisa menjadi Jemaat Gereja B karena beda sekte. Di kampung itu Umat Kristennya sedikit dan yang sedikit itu beda sekte ingin memaksakan mendirikan Gereja, apa tumon?
Bukankah kalau begitu namanya adalah memaksakan kehendak? Jadi siapa yang egois? Siapa yang tidak punya perasaan?

#20. Dikirim oleh Suharto  pada  13/09   08:29 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?