Kolom,
22/07/2001

Tafsir Humanis Atas Syariat Islam

Oleh Zuhairi Misrawi

Mencuatnya keinginan masyarakat muslim di tanah air untuk menerapkan syariat Islam merupakan gejala yang menarik untuk diamati, bukan hanya dalam hal penerapan yang bersifat teknis, akan tetapi dalam mengungkap dimensi yang hilang (al-bu’d al-dla’i’) dalam wacana syari’at Islam. Setidaknya terdapat ruang yang lebar untuk “memahami” kembali syariat Islam yang selama ini hanya identik dengan istilah “penerapan dan formalisasi” (tathbiq). Arus reformasi dan demokratisasi yang berhembus dahsyat pasca-totalitarianisme Orde Baru telah mengilhami keterbukaan dan kebebasan untuk mendiskusikan wacana keagamaan yang selama ini mengalami keterkungkungan.

22/07/2001 03:04 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (5)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

yang paling penting bagi saya adalah bukan syariat islam secara perundang-undangannya, tapi apakah para umat islam sendiri sudah mampu menjalankan syariat islam secara maksimal dalam kehidupan sehari-harinya?banyak terbukti bahwa syariat islam lebih bnyak diselewengkan aturannya dari pada sebagai sebuah pedoman hidup berbangsa dan bernegara untuk menciptakan sebuah masyarakat yang damai. Di negara-negara arab ternyata apa yang mereka lakukan juga tidak lebih baik dari pada negara yang dikatakan negara sekuler.
jadi hemat saya, yang paling penting adalah memperbaiki moralitas umat muslim sehigga semakin mampu menunjukkan apa dan siapa sebenarnya ajaran islam itu bukan lagi memaksakan penerapan syariat isalam sebagai dasar negara.Indonesia sudah sangat cocok dan tepat dengan Pancasila dan UUD ‘45.

#1. Dikirim oleh deskam  pada  28/08   09:41 PM

penerapan syariat Islam adalah sebuah penghianatan terhadap konsensus yang sudah disepakati para pendiri bangsa ini, dan hal tersebut adalah bentuk ke-egoisan beragama kita sebagai umat muslim. berbagai macam keberagaman yang ada merupakan pemersatu bangsa ini. dahulu saat butir-butir Pancasila susun, orang yang pertama kali menolak diterapkannya syariat Islam di Indonesia adalah Bung Hatta, yang notabene beliau adalah orang yang sangat Islami, taat dan mengenal Islam dengan baik tapi hal tersebut dilakukannya karena beliau sangat sadar akan keberagaman dan pluralitas bangsa ini sebagai sebuah modal yang tidak dimiliki oleh bangsa manapun didunia ini. saya rasa umat Islam masih sangat mampu untuk menjadi semakin muslim dan menunjukkan kemuslimannya tanpa perlu penerapan syariat Islam di Indonesia.

#2. Dikirim oleh deskam  pada  31/08   09:23 PM

Penerapan syariat islam mutlak harus diimplementasikan dikarenakan kegagalan hukum sekuler yang dikemudikan kaum kapitalis dan para orientalis, kejatuhan ekonomi, kemerosotan moralitas, ketidak pastian hukum serta perkembangan kriminalitas adalah dampak dari diterapkannya hukum sekuler yang bersifat duniawi yang menjauhkan diri dari moralitas dan agama, penolakan syariat islam yang dilakukan kaum sekuler muslim jelas sebagai pembangkangan terhadap Allah yang telah menurunkan hukum2nya untuk manusia sekaligus sebagai penghinaan mereka terhadap Allah dengan mengedepankan wacana seram dan zalim pada hukum islam, bukankah hal itu sama saja menganggap Allah sebagai Maha kejam dan Maha Zalim?, penolakan syariat Islam juga sebagai bukti kebodohan dan kesombongan mereka terhadap Allah dan sekaligus menafikan kebenaran islam yang absolut, dan kaum sekuler slalu saja mengusung dalil islam rahmatan lil alamin untuk mencegah tegaknya islam, padahal hanya dalam islam dan dengan islamlah keselamatan dan kesejahteraan ada, karena Allahlah pemilik keselamatan dan kesejahteraan! Bagaimana mungkin muslim menolak kesempurnaan islam kecuali kalau dihati mereka ada penyakit yang semakin parah, dan jika pernyataan kaum sekuler muslim slalu sama dengan pendapat orang2 kafir, mengapa mereka tak kunjung keluar dari islam jika hati mereka sudah tak berpihak pada islam

#3. Dikirim oleh Hizburrahman  pada  16/02   07:18 PM

syariat islam tetap mutlak perlu untuk direlisasikan, namun relisasinya harus melihat keindonesiaan. karena kita bukan arab, indoesia adalah indonesia. dan itulah islam yang rahmatan lilalamin

#4. Dikirim oleh shifa  pada  27/12   01:32 AM

Kita beribadah bukan berarti Allah perlu di ibadahi, kita memuji-Nya bukan berarti Allah butuh pujian, kita menolong Allah bukan berarti Allah butuh pertolongan. Semua itu kita lakukan adalah untuk menguji dan menilai sejauh mana kualitas penghambaan dan kecintaan kita kepada Allah. Penafsiran terhadap bentuk ketaatan kepada Allah harus dibedakan antara yang mahdhoh dan ghair mahdhoh, antara yang aqidah dan muamalah.
Kewajiban shalat tidak bisa ditafsirkan dengan bentuk ibadah yang lain, misalnya hanya dengan eling. Kewajiban menutup aurat tidak bisa diakali dengan latar (ilat) adat dan budaya, misalnya beranggapan bahwa jilbab adalah tradisi Arab. Urusan hukum-hukum yang sudah konkret, misalnya balasan bagi yang berzina atau mencuri sudah jelas tertera dalam Al-Qur’an. Kalau itu tidak diimplementasikan, maka sudah terbukti bahwa berbagai bentuk hukum selain Islam tidak bisa membendung yang namanya kejahatan jiwa (pembunuhan dan pemerkosaan), kejahatan sosial (kemiskinan, korupsi, hedonisme konsumerisme), bahkan kejahatan politik semuanya tidak bisa dihindari.
bagaimana mungkin kita dapat menjalankan ajaran islam secara MAKSIMAL kalau payung hukum yang sah menurut manusia tidak diberlakukan. dan perlu disadari bahwa sampai kapanpun penerapan hal itu akan terus dianggap sebagai tindakan biadab dan bertentangan bagi nilai-nilai kemanusiaan oleh pihak yang sejak dahulu (sebelum kelahiran nabi Muhammad) bahkan sampai hari Kiamat.
paling yang bisa kita upayakan adalah menjalankan ajaran Islam SEMAKSIMAL MUNGKIN. Toh Allah Maha Pengampun kalau kita meninggalkan ajaran-Nya berada dalam keterpaksaan.
yang salah adalah bila kita tidak ada upaya atau sekurang-kurangnya keinginan untuk mewujudkan perintah Allah tersebut.
Lebih salah lagi bagi mereka yang mengganggap (ada yang) salah dalah hukum-hukum Allah sehingga tidak mungkin bisa diberlakukan.
naudzubillah.

#5. Dikirim oleh mustafa  pada  09/04   03:36 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?