Tahlilan Sebagai Subkultur Islam
Oleh Luthfi Assyaukanie
Tahlilan adalah sebuah budaya yang sangat dinamis dan dari sudut pandang antropologis, sangat menarik. Dia tak hanya menjadi perekat sosial, tapi juga mempersatukan elemen masyarakat yang terpisah dalam kompartemen ideologi dan keyakinan. Setidaknya itu yang saya rasakan dalam upacara Tahlilan Tujuh Hari Gus Dur. Berbagai penganut agama tumpah-ruah, beragam tokoh masyarakat melebur, dan berbagai pemeluk keyakinan bersatu ikut membacakan doa-doa untuk Gus Dur.
Komentar
Wahai saudara..
pertanyaan-pertanyaanku dan mungkin pertanyaan teman-teman lain di Indonesia di atas (#38) belum terjawab.
Saudara yang melakukan tahlil pasti tahu.
Mohon ada yang berbaik hati menjawabnya.
Terimakasih
Indah
Saudara2ku yg baik hati, saya tidak anti tahlil, cuma yang saya bingung kenapa setiap ada orang meninggal kok dikaitkan dengan tahlilan, terutama 3 hr,7hr,7 hr,100 hr,100 hr dst, bagaimana awal2nya kok bisa merumuskan angka itu bagaimana? kenapa kok tidak 2,4,10,150 dst, semoga bisa dijelaskan biar saya faham.
tahlilan adalah sebuah bentuk MAZELIS ZIKIR. HANYA SETAN2 yang panas telingannya dengar orang berzikir. ADA YANG HUTANG KARENA TAHLILAN? bodoh sekali mau ngutang. tapi jangan disalahkan la wong mreka tidak tahu. yang jelas tahlilan BAIIIIIIIK dan BAIIIIIIK. PErlu dilestarikan. ISLAM bukan agama formalitas, islam akan berkembang seiring dgn jaman.kalo semua bidah dikit2 bidah. ga usah ada pengajian, ceramah2 dgn hARI2 TERTENTU, KARENA SEMUA BIDAH MENURUT ULAMA2 YG SEMPIT DAN BODOH DALAM BELAJAR QURAN HADIST.
intinya adalah suatu metodologi berdoa yang kemungkinan disusun oleh syeh abdul qodir jaelani
baca basmallah,hamdallah,qiroah,dzikir kalimat thoyyibah,sholawat, istighfar dst…berdoa, sebetulnya bisa kapan saja, ya ga?
Baik, baik, sangat baik. Tahlilan sangat baik. Cuma pertanyaanku belum dijawab. Kapan aku dan masyarakat yang ingin tahu, menemukan jawaban atas pertanyaan seputar tahlilan yang kudaftar di atas ((#38)?
Bagi saudaraku pelaksana tahlilan. Mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, (lihat (#38).Terimakasih atas bantuannya. Jazakallah khairan Katsiran.
Komentar Masuk (45)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)