Kolom,
26/12/2011

Refleksi Akhir Tahun Tahun Intoleransi dan Lilin yang Tetap Menyala

Oleh Ulil Abshar Abdalla

“Dalam aransemen baru yang menekankan dimensi desentraslisasi dan penghormatan atas HAM ini, kita menyaksikan kegamangan pemerintah, baik pusat atau daerah, dalam menghadapi sejumlah kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok garis keras yang memakai “baju agama”. Selain itu, tak mustahil bahwa di dalam birokrasi pemerintah sendiri, ada elemen-elemen tertentu yang boleh jadi menaruh simpati kepada kelompok-kelompok intoleran semacam ini.”

26/12/2011 11:23 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (22)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

butuh jutaan mayoritas menjadi orang seperti anda om ulil untuk menyalakan lilin yg lebih besar. trimakasih untuk JIL dan NU-nya-Gusdur yg selalu konsisten menjadi garda terdepan untuk menjaga api itu berkobar. jangan menyerah om. tuhan memberkati. smile

#1. Dikirim oleh anti anti-JIL  pada  26/12   01:57 PM

Kata2 mu tak kan pernah bisa menyaingi alqur’an yg mulia!!! Hehe..

#2. Dikirim oleh Wong banten  pada  26/12   06:07 PM

halo bung Ulil…

saya teman kamu di desa

komentar saya . kelihatannya mas Ulil belum baca di sini

http://hukum.kompasiana.com/2011/12/06/fitnah-gki-yasmin/

#3. Dikirim oleh A Latief Hamdi  pada  27/12   01:26 PM

Kepada Mas Ulil, sedih saya membaca tulisan-tulisan mas ulil dan teman2, yang terus mengaburkan kebenaran syariat Allah, benar kita diperintahkan menghormati keyakinan orang lain tetapi kita tetap harus terus menyeru bahwa agama yang akan membawa keselamatan indonesia bahkan dunia adalah agama Islam, itu karena kasih kita kepada non muslim. sungguh berat kehidupan sesudah mati bagi orang-orang kafir, maka karena kasih kita kepada mereka semestinya kita justru selalu berusaha meluruskan aqidah umat manusia bukannya malah mengaburkannya. apa yang anda cari dikehidupan ini mas ulil, mohon ampunlan kepada Allah, antum dibesarkan dilingkungan pesantren yang nota bene mestinya lebih faqih fid-dien dibanding kami yang mengenal islam hanya dari pengajian-pengajian yang selalu dijaga Allah seberapapun kebencian orang-orang kafir. tetapi kenapa sedemikian dalam kebencian mas ulil justru kepada orang-orang yang mengatakan sungguh Rab kami adalah Allah. Bacalah Qur’an dengan ketawadhu’an dan kebersihan hati semata-mata mengharap bimbingan Allah, maka insya Allah antum akan mendapati kejernihan Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagai petunjuk bagi kebaikan kehidupan manusia di dunia dan akherat. perbanyak istighfar, agar Allah mudahkan antum ntuk meraih kebaikan kehidupan, menebarkan kasih sayang Allah dengan cara-Nya bukan dengan prasangka mas ulil. apakah mas ulil tega membiarkan kaum non muslim memasuki neraka yang apinya menyala-nyala yang mungkin mas ulil lebih banyak tahu hadits2 yang memberitakan beratnya siksa dineraka. kembalilah ke asholah dien ini, kita hormati non muslim tapi terus kita sampaikan kebenaran bahwa dien yang akan membawa keselamatan dan kedamaian didunia ini hanyalah dienul Islam, dan ini kita lakukan karena rasa kasih kita kepada umat manusia.  Wa Allahu’alam

#4. Dikirim oleh umu umar  pada  28/12   01:43 PM

sayang. negara indonesia belum liberal. perjuangan anda yang akan meliberalkannya. sejarah bercerita tentang ideologi yang terus berganti, karena manusia selalu merasa tidak nyaman,termasuk dengan liberalisme yang di usung JIL. Bisa jadi mas ulil nanti akan berqoul jadid seperti misalnya: mungkin lebih baik liberalnya dibuang, jadi tinggal jaringan islam saja.atau mending liberal saja islamnya dibuang. kalau sekarang masih konsisten dengan islam liberal karena produk pikiran keraguan masih menyelimuti minda anda semata. wallahu a’lam.

#5. Dikirim oleh wijo  pada  28/12   11:35 PM

Assalamu’alaikum wrwb.

Harapan kita ditahun 2012 tidak terjadi lagi perbuatan2 kekerasan karena berbeda keyakinan atau menafsirkan ayat2 ALLAH.

https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

Bersama ini saya uacapkan ==selamat tahun baru 2012,semoga tahun 2012 akan membawa rahmat bagi kita semua amin.

Wassalam

#6. Dikirim oleh alatif  pada  28/12   11:49 PM

saya heran kenapa tiap perbedaan cara pandang dan pendapat selalu dianggap KEBENCIAN. Saya yakin tidak terbersit sdikitpun rasa benci dari anak2 Jil, kalo heran dan sedikit senyum kayaknya iya. mental victim semacam inilah yg membuat ngri ini loyo.

#7. Dikirim oleh messi xaviniesta  pada  29/12   12:52 AM

Assalamu’alaikum wrwb

The Beauty of God’s Creation & Teaching.


The True Islam is The religion of affection,compassion,love,peace,beauty and prosperity.

We reject violence extremism, and Promote peace,love,tolerance, compassion.,Accept different thought,ideas and interpretation of Islamic teaching..


Assalamu’alaikan wr wb.

I seek the refuge in God,from Syaitan the rejected.
In the name of God,most gracious and most merciful.

Ideology Islamic Supremacy ( like white supremacy ) has no place in Islam. Islam is religion of love for all, tolerance, respect different thought ,idea and different interpretation of Islam.

As ALLAH said;

O mankind! Lo! We have created you from male and female, and have made you nations and tribes that ye may know one another. Lo! the noblest of you, in the sight of Allah, is the best in conduct. Lo! Allah is Knower, Aware. Qs 49:(13)

O mankind! We created you from a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that ye may know each other (not that ye may despise each other). Verily the most honoured of you in the sight of Allah is (he who is) the most righteous of you. And Allah has full knowledge and is well acquainted (with all things). QS 49:(13) .

( Every one are created by ALLAH is equal,  regardless to. race,nationality, gender, age etc.)

NOTE;

Kalau ada klompok2 agama yang mengaku mereka paling benar dan orang2 lain adalah sesat atau kafir harus di larang, dibunuh atau dilenyapkan,sesungguhnya mereka2 itu tidak mengerti Islam sebenarnya, atau mereka adalah orang2 munafik, atau mereka adalah Srigala yang berbulu domba yang masuk Islam untuk merusak image Islam yang indah.

Contoh: supremacy Ideology adalah;

1.Kluk-Kluk-Klan (Whiteman supremacy ).

2.Nazy dibawah pimpinan Hitler..6 juta orang2 yahudi di bunuh di Eropah.

3.Stalin di Uni Soviet….membunuh jutaan manusia.

4. China dibawah pimpinan Mo Cheo tong….jutaan manusia yang dibunuh

5. Vietnam di bawah pimpinan partai komunis,jutaan manusia di bunuh

6. PKI di Indonesia..beberapa Gendral TNI yang dibunuh dgn kejam

7. Wahabi-Salafy Extremis—-seperti Al Qaida,Taliban, puluhan ribu orang2 Civil yang dibunuh dgn kejam; termasuk; Syiah, Sufi, ahmadiyah dan non Islam di seluruh di dunia,terutama di negara2 majoritas Islam…termasuk Indonesia ( klompok2 Islam Garis Keras yg ingin mendirikan negara Syariat Islam ).

Wassalamu’alaikum wrwb.

#8. Dikirim oleh alatif  pada  29/12   08:32 AM

Muara dari pemikiran JIL adalah; bahwa agama adalah hanya produk budaya manusia, mereka pada pemikiran akhirnya tidak mempercayai adanya Tuhan yang memberikan wahyu/firman kepada umat manusia

#9. Dikirim oleh wawa  pada  29/12   10:35 AM

Assalamu’alaikum mas ulil,

saya hanya ingin numpang pendapat pribadi saya,
mungkin ini tidak hanya berkaitan dengan tulisan ttg GKI Yasmin.
saya rasa kadang2 mas ulil dan teman2 hanya memandang dari 1 sisi saja,maaf, mas ulil mungkin tidak terlalu merasa bahwa kadang tulisan mas ulil sering menyudutkan umat muslim seolah merekalah para penganut agama yang tidak bisa bertoleransi dan penganut agama lain yang tertindas. Memang ada kasus2 seperi itu, ada kelompok2 muslim yang intoleran,tapi tak sadarkah mas ulil, justru kelompok2 itu yang mencuat ke permukaan, sedangkan hal2 sebaliknya (dimana kelompok muslim mendapat perlakuan tidak adil) jarang muncul dipermukaan, karena apa?? karena sengaja ditunjukkan bahwa kelompok lain itu tertindas, kelompok muslim (yg hanya sebagian kecil) menjadi dianggap penindas dan tidak adil.
maaf sekali lagi, bukannya saya benci dan tidak setuju dengan pandangan anda, hanya saja mohon lebih berimbang dalam memandang dan menghakimi orang lain.
semoga kita senantiasa dibimbing Alloh ke dalam jalan yang benar dan diridhoiNya, amiin.
WallohuA’lam.
Semoga Anda senantiasa ditunjuki Alloh rahmat dan hidayah untuk terus berjuang dalam kebaikan. amiin.

#10. Dikirim oleh Nanik  pada  29/12   12:48 PM

seandainya semua tokoh dan manusia indonesia seperti mas ulil…betapa indahnya kehidupan ini,,,damai,bahagia tdk saling membunuh karena membela Tuhannya…...

#11. Dikirim oleh dewi  pada  29/12   02:01 PM

menurut saya benar ap yg disampaikan mas ulil, sikap toleransi umat beragama harus kita jaga… Menghargai keyakinan orang lain adl menghargai keyakinan diri sendiri, krn beragama sendiri adl bagian dr demokrasi, marilah kt tdk usah mudah terpancing dgn fanatisme buta yg skrg ini bnyak didengung2kan oleh berbagai pihak, kt mustinya menjaga perbedaan yg merupakan sunatullah..

#12. Dikirim oleh ras ibrahim  pada  29/12   06:40 PM

Assalamualaikum.

Aku ini orang awam, dibandingkan ama mas ulil,  ilmu agamaku hanyalah seujung kuku kelingkingnya lahh, yang pasti mas ulil telah membaca Qur’an dengan ketawadhu’an dan kebersihan hati semata-mata mengharap bimbingan Allah, dan tidak sekedar itu saja, malahan sudah mengamalkan Qur’an basah,  maka nya mas ulil tehh dalam intuisinya telah menjabarkan dalam ‘refleksi akhir tahun-tahun intoleransi dan lilin yang tetap menyala’  wahh hebat luar biasa, yang tentunya juga telah memahami filosof muslim pertama yaitu Abu Ishaq al-Kindi (185-260 H) dalam mendapatkan kejernihan Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia di dunia dan akherat. Itulah sebabnya mas ulil menebarkan kasih sayang Allah kepada manusia yang tertindas, dan menyadarkan para kaum yang merasa paling benar dalam kehidupan di bumi ini.
Alhamdulilah bahwa negara kita menganut teori republika utama, sehingga kaum ulama yang bersifat otoriter itu sangat ditentang, dan itulah mas ulil tidak sepaham dengan cara-cara terdahulu seperti khalifah mauwwiyah, dan mas ulil lebih mengikuti pada pelaksanaan ide yang selalu berpijak pada keadilan yang merupakan sendinya yang esensial. Hal ini karena adil itu adalah produk ma’rifat, sedangkan kezaliman adalah produk kejahilan.

Menurut Ibnu Rusyd bahwa dalam al Qur’an dan al Hadits terdapat ayat yang harus difahami menurut lahirnya, tidak boleh dita’wilkan, dan ada juga yang harus dita’wilkan dari pengertian lahiriah. Dan jangan lupa bahwa akal manusia sudah demikian berkembang saat ini, itulah ada manusia yang sadar sedang mempelajari al Qur’an basah, apalagi dengan kemajuan luar biasa iptek, sehingga apapun kerahasiaan yang tersembunyi/disembunyikan pasti terbongkar, dengan demikian kita dapat merasakan kedekatan dengan Allah, itu sejak awal sudah disadari oleh Ibnu Bajah, juga muncul Ibnu Thufail dengan kisah monumentalnya Hayyu bin Yaqzhan. Dalam cerita falsafinya itu mereka berusaha untuk membuktikan bahwa manusia dengan akalnya dapat mengenal Allah.

Belum lagi unduhan-unduhan yang mengemukakan bahwa terdapat banyak jenis Qur’an di jaman Uhtman, yang masing-masing berisi berbagai sura dan ayat yang berbeda dengan yang lain. Contoh singkatnya, ada Musahaf versi Aisyah, versi Hafsa, versi Ali, dan versi Ibn Masud. Uthman memilih Musahaf milik Hafsa daripada milik putri Abu Bakr sang kalifah pertama, dan membakar semua Musahaf lainnya, yang selanjutnya dibuat copian terbatas lalu disebarkan tentunya terbatas juga, dan tentunya ada beda juga dengan buatan mesir (1924) yang ada dirumah orang-orang awam seperti aku ini,  ...  wkwkwk.
Yang pasti mas ulil mengetahui juga itu, dan tidak mengharapkan agama dan politik disatukan, yang seharusnya masyarakat jadi menyadari bahwa ada agama yang mengatur setiap aspek kehidupan sedemikian rupa sehingga budaya, agama, dan politik dalam kehidupan bermasyrakat menjadi tidak terpisahkan, yang artinya kehidupan kita diharapkan terjajah dengan paham arab abad ke tujuh tersebut, dan biasanya para pemimpin ongkangongkang dalam kenikmatannya.

Mohon maaf amit mundur, mudah-mudahan lebih terbuka lagi hatiku dalam mengikuti pemikiran JIL ini.

Wassalam


H. Bebey

#13. Dikirim oleh H. Bebey  pada  29/12   07:00 PM

Tanggapan buat Mas A Latief Hamdi:

dari kalimat anda, seolah2, anda mengatakan bahwa jalan membawa seseorang yang anda anggap “sesat” adalah dengan jalan PEMAKSAAN ( RED; KEKERASAN).

Jika semangat mengislamkan orang yang non-islam adalah dengan JALAN BERDARAH,..MAKA SAYA 101% RAGU, BAHWA AGAMA YANG ANDA ANUT ADALAH AGAMA YANG DAMAI DAN BENAR.

Bertobatlah,lihat ini sebagai sebuah titik terang kecil, yang akan jadi terang yang besar..

semoga membantu anda untuk kembali ke jalan yang benar..

Jika ini adalah kehendakNYa, maka anda akan kembalu kejalan yang benar.

Sang Pencerah

#14. Dikirim oleh Sang Pencerah  pada  30/12   02:22 AM

mari kita tunjkkan islam yang cinta damai.
karena hidayah hanyalah milik Allah semata.

#15. Dikirim oleh agus yasin  pada  30/12   05:56 AM

tulisan jil merupakan gagasan yang kontruktif menuju kehidupan umat yang damai dan harmoni. gagasan ini merupakan urat nadi bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat khususnya di negara tercinta NKRI. kalaupun ada teman2 yang ingin menanggapi tulisan JIL, tanggapilah dengan argumen yang ilmiah teologis, didukung referensi yang memadai, jgn dengan emosi yang tak berdasar lalu mengumpat, mencaci bahkan melecehkan, yg sama sekali tidak membangun perdamaian dan cinta kasih. mari kita menyerukan dan mewujudkan cinta kasih dan perdamaian bagi semua umat manusia. Salam akhir tahun 2011.

#16. Dikirim oleh boro  pada  30/12   10:35 AM

Perlu lebih banyak merenung lebih dalam untuk memahami hakikat agama dan beragama. Islam diturunkan, sebagaimana namanya adalah untuk menuntut umat manusia menuju perdamaian. Jika dahulu Nabi Muhammad memerangi kaum lain semata mata untuk menciptakan perdamaian. Rosullulah telah membuka jalan dengan perang, umat harus menjalaninya dengan perdamaian. Beliau berperang agar umatnya sekarang bisa berdamai, untuk mengajarkan bahwa perang sudah tak perlu dilakukan lagi karena hanya akan ditumpangi oleh hawa nafsu. Nafsu “beribadah” yang telah terkotori dengan hawa nafsu tak akan pernah menuai kemashahatan hanya akan menimbulkan dendam tak berkesudahan. Umat akan terus mengalami kebodohan dan tak akan pernah memahami hakekat agama Islam yang sebenarnya. Dan para penumpang gelap agama akan semakin banyak dan terang terangan. Nyalakan terus lilin hingga menjadi obor penerang umat . Salam Damai..salam Islam..

#17. Dikirim oleh abu jasmine  pada  31/12   06:01 PM

Islam selalu menghormati kebebasan orang lain dalam beribadah, bahkan pada zaman rasul ahlu zimmi menjadi perhatian yang luar biasa dari pada yang muslim sendir dan itu tertutur pada sabda beliau: ” .......من أذي ذميا فأناخصمه” ini adalah petikan hadis beliau yang menghargai umat agama lain..maka sangat tidak mungkin sebagai umat rasul, muslim melakukan kekerasan terhadap umat agama lain, kecuali mereka yang memulai..dan itu tercantum dalam banyak ayat Al-qur’an..dan Al-qur’an pun melarang hal itu, kecuali mereka(orang kafir) yang menyulut api..
hal seperti GKI Yasmin hanya secuil masalah yang dibesar-besarkan, karena kejadiannya tidak seperti yang kamu ungkapkan, kamu hanya memaksakan pembenaran agar diterima oleh umat dengan bantuan media barat untuk menghancurkan islam..padahal diluar indonesia umat islamlah yang terpojok dan terdeskriminasi tapi tidak pernah di respon oleh media, seakan mereka tutup mata…afganistan, pakistan, moro, bosnia, itu sebagian kasus yang sedikit terpublikasi, tidak berapa banyak kasus yang di sembunyikan… jika kamu orang islam harusnya kamu mendukung islam membela hak-hak islam..berjilbab untuk perempuan prancis misalnya..jangan dosa pemikiran lebih berbahaya dari pada dosa perbuatan..karena kamu banyak orang yang keblinger….
Oiya..jika kamu orang liberal…kamu tidak perlu marah dengan opini dari pemikiran saya..namanya juga zaman kebebasan…bebas dong mengungkapkan pikiran saya…Allahu Akbar….3x

#18. Dikirim oleh alQuds  pada  01/01   07:54 PM

waduh sekali waktu coba mas ulil taruh jari mas ulil di atas api lilin itu dan rasakan panasnya trus coba jujur apa yang terjadi nah slamat mencoba mas, biar mas sadar apa yang terjadi pada diri mas

#19. Dikirim oleh nauval  pada  04/01   09:08 AM

saya sependapat bahwa bayak yang mementingkan kesalehan ritual dibanding kesalehan rohani padahal menurut saya kesalehan sosial merupakan cermin seberapa besar/kuat kesalehan rohaninya. kita tidak bisa berteriak mencintai Allah tanpa welas terhadap sesama.

#20. Dikirim oleh trijoyo pamungkas  pada  04/01   11:56 PM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?