Wawancara,
25/06/2006

Cok Sawitri: Tak Seorangpun Bisa Mengkapling Surga

Oleh Redaksi

RUU APP yang telah mengalami revisi menurut rencana akan disahkan bulan Juni ini. Salah satu yang bersuara lantang menolak pengesahan RUU itu adalah Komponen Rakyat Bali (KRB), yang bahkan sempat mengancam akan keluar dari NKRI. Berikut perbincangan Nong Darol Mahmada dan M. Guntur Romli dari Kajian Islam Utan Kayu dengan Cok Sawitri, seniman yang menjadi salah satu penggerak KRB, pada 15 Juni 2006 yang lalu.

25/06/2006 23:36 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (3)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Pemberlakuan RUU APP sangat urgent karena tidak adanya “RAMBU-RAMBU” yang baku tentang masalah pornografi. Sekali lagi, RUU APP (mudah-mudahan tak lama lagi menjadi UU) dibuat sebagai rambu-rambu bagi masyarakat agar tidak bertindak sendiri dalam mencegah apa yang dinamakan kemaksiatan atau pornografi dan didefinisikan secara “sepihak” oleh masyarakat tersebut. Seluruh komponen bangsa harus melihat secara jernih dari satu sudut pandang seperti itu. Jangan “dibiaskan” atau “dilebarkan” kemana-mana. Demikian dari saya untuk seluruh komponen bangsa yang kontra terhadap RUU APP.

#1. Dikirim oleh Kristianto Hidajatur Rochman  pada  29/06   07:06 PM

Tidak mungkin setiap orang punya pendapat yang sama. jadi tidak mungkin semua orang indonesia akan sepakat terhadap tulisan cok sawitri. Jadi belajarlah berdemokrasi. Ikuti mekanisme demokrasi yang sedang berjalan di DPR sebagai perwakilan kita. Tunggulah hasilnya. karena semua pendapat masyarakat sudah ditampung dan digodok. Selesaikan.
——-

#2. Dikirim oleh Bubu Tutan Tisum  pada  14/07   12:07 AM

Kebudayaan nasional Indonesia tidak akan bakalan punah cuma gara-gara adanya RUU APP. Karena yang dirambah RUU APP hanya menyangkut hal-hal yang berbau maksiat yang dapat mengancam keberadaan generasi penerus bangsa, karena ini ada kaitannya dengan moralitas bangsa. jadi yang disorot ya itu tempat hiburan malam, situs porno, majalah dewasa dll. Lha wong di negara amerika saja RUU APP saja sudah berlaku kok masak di sini tidak. Kapan kita berubah menjadi negara dewasa kalau kita masih skeptis terhadap RUU APP?

#3. Dikirim oleh litani sunyi  pada  10/09   05:26 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?