Editorial,
21/03/2011

Tangan yang Terputus

Oleh Santoso*

Tiap kali mengingat Dodi, kami teringat tangan yang terputus. Teringat tentang orang yang menjadi korban, ketika membantu kami menghindarkan diri dari ancaman teror.  Kekerasan itu muncul dari ketaksiapan sebagian orang untuk hidup dalam perbedaan.  Kekerasan mungkin juga menjadi jalan pintas, untuk mereka memaksakan tujuannya. Apapun tujuan itu, kekerasan bukan cara yang bisa kami terima.  Ingatan tentang tangan yang terputus itu, sebaliknya adalah juga peneguh untuk meneruskan upaya meningkatkan saling pengertian antar warga.  Hidup dalam perbedaan, tak berarti harus saling membunuh.

21/03/2011 16:28 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (14)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

siapa yg diuntungkn dr bom2 buku? Adlah sby,karna isu dr wikileaks mnjadi tralihkn. isu resulfe yg mmbuat heboh juga tralihkn. proposal polisi k as agar as trus mengucurn dana tuk datasement 88.

#1. Dikirim oleh manaf  pada  21/03   01:05 AM

seharusnya pemikran di lawan dengan pemikiran,
Ediologi di lawan dengan ediologi,
rasio dengan rasio,
bukan seperti sekarang..ok..tetep dalam koredor jilnya,surga dan neraka kita pasti sama.

#2. Dikirim oleh yakin  pada  21/03   01:39 AM

tentang perbedaan. Sbnarny kaum islamis sngat siap dlm prbedaan krna islam mngajarkn akan prbedaan,namun tdak sama dg konsep prbedaan yg anda maksud. Ttg bom2 buku,apakah anda btul2 prcaya bhwa tu dlakukn oleh ksimpulan yg di opinikn media? Aku pikir,bla kita bnar2 politis yg objektif,alangkah bnyak kjanggaln2 yg mngindikasikn tu rekayasa. Aku yakin,anda juga tau ttg kjanggaln2 tu. Hnya sja,krna kpentingan ideologis,sring kali tidak adil dlam menilai. By manaf.

#3. Dikirim oleh manaf  pada  21/03   04:55 AM

saya membayangkan bagaimana mimik peneror saat melihat tayangan tv. apakah ia menyeringai, mata merah berputar-putar ataukah dingin beku mati rasa. nalar saya mentok untuk memikirkan apa sih tujuan mereka menebarkan teror? kalau mau mendirikan negara agama kok caranya begitu. belum berkuasa aja tangannya sudah berlepotan darah. kalau sekedar membungkam orang yang berseberangan kok pakai cara-cara jahiliyah. pula, apakah peneror beraksi sekedar ingin membuktikan tentang kekhawatiran malaikat bahwa penciptaan manusia hanya akan saling menumpahkan darah belaka adalah benar? sedih memang bila ingat, islam sejak ditinggalkan nabi selalu “usrek”. ataukah ini pertanda akan datangnya masa dimana islam hanya sekedar nama sebagaimana yang disabdakan nabi. wallahu ‘alam.

#4. Dikirim oleh roni  pada  21/03   09:03 AM

amin

#5. Dikirim oleh danang  pada  21/03   10:06 AM

peristiwa tersebut menyentak pikiran saya, ada apa lagi ini? peristiwa tersebut mendorong diri saya untuk menengok apa itu JIL, kenapa menjadi target bom. beberapa artikel telah aku baca dan sungguh aku kaget sekali bagaimana mungkin orang yang mengaku islam menyelisihi agama islam itu sendiri. sebaiknya singkatan JIL itu dirubah aja jadi Jaringan Iblis Liberal.

#6. Dikirim oleh wahyudi  pada  21/03   02:09 PM

Santoso ini malah tidak mencerminkan gagasan JIL.Bukankah JIL adalah kelompok yang paling gembar-gembor menyuarakan kebebasan pemikiran dan kebebasan penafsiran? Kenapa sekarang Santoso/JIL merasa risau ketika ada orang yang menafsirkan agamanya dengan tindakan kekerasan ? Seharusnya JIL membela juga pihak-pihak yang menafsirkan agama dengan kekerasaan..bukankah hal tersebut merupakan kebebasan menafsirkan…bukan malah mencaci-maki orang-orang yang pro kekerasan. Kalau konsisten JIL seharusnya mengatakan..“anti kekerasan ok, pro kekerasan juga ok”..tokh hanya penafsiran manusia ? Khan JIL selalu mengatakan manusia harus dibebaskan dalam menafsiri teks agama ? Kalau JIL anti kekerasan jangan memaksakan kehendak kepada yang pro kekerasan donk..

#7. Dikirim oleh Kholinyok  pada  21/03   05:55 PM

Siapapun mereka kaum militan Islam atau mereka yang memanfaatkan untuk adu domba, pastilah meraka tak layak disebut orang yang beriman pada Tuhan. Mereka kaum musang berbulu domba. Kalau Rasulullah pernah memprediksi Islam tinggal nama, itu sudah mendekati masanya, ketika sebagian besar pemeluknya diam dan sebagian kecil membenarkan jalan kekerasan. Spirit islam lenyap tinggal kulitnya yang dikibarkan sambil teriakan penuh nafsu “Allahu Akbar”

#8. Dikirim oleh Abdurrahman Chudlori  pada  21/03   09:00 PM

Sesuatu yang benar biasanya banyak dibenci, dimaki, dimusuhi, dicerca, dibunuh..!!!, itu terjadi sejak jaman Nabi Adam sampe sekarang… TERUSKAN PERJUANGANMU JIL !

#9. Dikirim oleh Yudi Permadi  pada  21/03   11:19 PM

@ roni

sebaiknya anda fikirkan kembali kata2 anda…. usrek itu karena memang sengaja dibuat usrek to…. knapa sih hanya karena dollar jadi buat kehidupan toleransi yg tadinya baik2 saja saja tidak baik2 saja… knapa sih harus Islam yg dijadikan image teroris? itu karena orang2 Islam itu sendiri yg udah gak menghormati agam dan keyakinannya….

belepotan darah hanya pelakunya? bukan otaknya? alias gembongnya?

saya pribadi sih… lebih suka menyebut orang2 yg saking terlalu pintarnya membuat hukum sendiri tentang agama yg sudah jelas… yg dengan pedenya me-revisi akidah yg sudah paten atas nama perkembangan keadaan saat ini ataupun militan… bagi saya itu sudah diluar agama Islam….

#10. Dikirim oleh henny  pada  22/03   06:19 AM

JIL hanya ingin menyebarkan virus pluralisme, dimana kita saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan. bukankah dalam Qur’an sendiri disebutkan bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan, jadi yang tidak menghargai perbedaan, sama halnya menolak wahyu Tuhan. yuk, kita belajar menghargai perbedaan. saya menghormati keyakinan anda, anda menghormati keyakinan saya, semudah itu kok.

#11. Dikirim oleh muhammad robeth  pada  22/03   09:43 AM

Semua ada resikonya, dan semua harus siap dengan resiko!yang ngebom harus siap dengan resiko juga

#12. Dikirim oleh nasrudin  pada  23/03   11:47 AM

Disini sangat terlihat jelas terang benderang….bahwa agama punya ‘roh jahat’ yang mampu menuntun / menggiring umatnya jadi jahat dan kejam….

Saya heran dari rangkaian peledakan bom di indonesia semuanya’dilakukan oleh pemeluk agama islam’ agama lain tidak ada seperti itu…padahal saya melihat mereka mampu untuk membuat bom

walau banyak umat muslim yang lain kalau di tanya menjawab ‘‘ini konspirasi negara lain’ ini kerjaan bandan intelijen’‘ini rekayasa polisi/densus supaya dapat bantuan asing dll..

Tapi kalau di tanya para pengikut yang tertangkap jawabannya; ‘‘kami berjihad demi islam’‘, ‘‘kami lakukan untuk menghancurkan aset negara2 kafir’‘,dll

ORANG BOLEH MENYANGKAL,BOLEH MENYANGGAH…TAPI YANG SANGAT JELAS TERLIHAT DAN TERBACA ‘‘INI DOKTRIN’‘SALAH SATU AGAMA MAYORITAS DI NEGERI INI…

Kelihatanya suatu saat bom meledak lagi…karena ini masalah iman….

WASPADALAH AGAR ANDA SEMUA TDK MENJADI KORBANNYA

 

#13. Dikirim oleh sis  pada  26/03   05:08 PM

SAMA DONG DENGAN YANG ‘MEMPERJUANGKAN ISLAM’, METODE NYA SALAH, TAPI TULUS UNTUK ISLAM. NIATNYA MAU MENGAYOMI MASYARAKAT TP CARANYA KELIRU, HATI-HATI NANTI DI KICK BALIK PENDAPAT INI.GMANA SIH?

#14. Dikirim oleh kuntohady  pada  26/05   12:17 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?