Tatkala Tuhan Memerintah* Beberapa Pemikiran Al-Razi
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Perintah Tuhan tidaklah sesuatu yang sederhana. Di dalamnya ada dimensi-dimensi semantis dan kebahasaan yang rumit. Kenapa hal ini terjadi? Saya kira alasannya adalah karena perintah Tuhan disampaikan melalui medium bahasa manusia yang mengandung elemen ambiguitas di dalamnya. Saat Tuhan memakai bahasa manusia, tidak dengan sendirinya watak bahasa itu berubah total hanya gara-gara Dia telah memakainya. Bahasa manusia tetaplah bahasa manusia seperti apa adanya. Pesan Tuhan, dalam bentuk “bayan” seperti dikatakan Al-Shafii, terpaksa harus tunduk pada hukum-hukum kebahasaan yang terkandung dalam bahasa manusia itu. Usaha para sarjana ushul fiqh untuk memahami firman Tuhan dalam bentuk perintah seperti saya sebutkan di atas, hanyalah cerminan dari usaha manusia untuk menjadikan firman itu bisa masuk akal, dapat dipahami, dalam konteks konvensi kebahasaan yang sudah ada pada bahasa manusia itu sendiri.
Di sini berlangsung apa yang pernah disebut oleh Prof. Hamid Abu Zayd sebagai dialektika antara teks dan konteks (jadaliyyat al-nass wa al-waqi’). Atau, kita bisa mengatakan: dialektika antara kehendak Tuhan dan realitas empiris dalam sejarah manusia; dialektika antara yang transenden dan immanen.
Komentar
nih gaya ngomong ahteis tapi ga liberal..bahasanya aja dibikin sok rumit & sok ilmiah
Diskusi pertama ttg buku Al Razi, sempat sy ikut secara langsung di teater utan kayu. Menarik apa yg disampaikan pemateri ketika itu. Kali ini pandangan Ulil. pandangan Ulil ttg pendapat Al-Razi memberikan warna tersendiri dalam memahami perintah Tuhan. Saya menganggap bahwa kita sesungguhnya harus dapat mentafsir makna bahasa Tuhan dalam bahasa-bahasa yg universal. Intinya bahwa agama apapun menghendaki kedamaian, persahabatan, toleransi, keharmonisan antara sesama manusia maupun dengan lingkungannya. Pengabaian hal di atas berarti menunjukan ketidakmampuan kita mentafsir bahasa Tuhan. Mari berdakwah dengan damai untuk seluruh umat Tuhan Yang Maha Esa
Ingatlah! PENCIPTA itu hanya memberikan Nama-Nya saja pada manusia yaitu “ALLAH” Itulah jalan utk kembali kpd-Nya kelak, &tdk; ada yg pernah melihat-Nya &tdk; ada satupun yg mampu menggambarkan-Nya jadi ingatlah Nama itu tanamkan dlm hati & jagalah! sring2lah mnyebutnya }} 4 Ajarn/Jalan(Lurus) Yesus: 1,Patuhi hkm Taurat. 2,Puji&Sembahlah; Allah saja. 3,Kasihilah pd sesama. 4. Yesus adlh Rasul Allah. <>4)Ajarn/Jln Sesat Paulus: 1)Tinggalkn Ajaran Yesus. 2)Sebut Yesus Tuhan,& Smbah,Pujilah Yesus. 3)Yakini Yesus mati utk tebus dosa org yg prcaya 4)Paulus adlh Rasul Yesus. » 4 Ajaran/Jalan Lurus Muhammad Saw. 1, Puji&Sembahlah; hanya Allah saja. 2)Patuhi aturn Allah. 3) Kasihsayangilah pd sesama 4) Muhammad adalh Rasul Allah. (Fakta)Kesimpulan2 ini, brdsrkan sejarah kitab2 suci. bkn propaganda,fitnah atau rekayasa bisa dibuktikan oleh siapa saja!! Didlm dunia ada 2 jalan lebar &sempit; mana kau pilih? yg lebar api (jln kbebasan) jiwamu mati. tapi yg sempit tdk kau pilih yaitu jln patuh pd aturan2 Allah. Siapa yg mmilih jln yg lurus(suci) itu adlh utk kebaikan diri&kluarga; mreka sndiri dgn janji surga. & yg mmilih jln sesat mk mreka akan mnanggung resiko sndiri! Ingatlah! tlah kusampaikn Nama-Nya & Terang itu ! bukankah lebih baik kembali dan tetap jadi kepompong( terikat pd aturan2 Allah didunia lalu menjadi kupu2 disurga daripada jadi kupu2( kebebasan) didunia lalu mati/binasa. siapa yang dapat petunjuk berarti dapat pertolongan-Nya siapa yang sesat berarti tidak bijaksana Jika kami menyembah, memuji,berbakti dan brsyukur kepada Pencipta kami dan juga segala yang ada dialam semesta ini yaitu ALLAH SWT, yang selama ini menolong kami, mengasih-sayangi kami dan memberi berbagai nikmat pada kami selama ini adalah suatu KEBODOHAN DAN KESESATAN, maka Apakah orang2 yang menyembah, memuji dan mengharap pertolongan selain-Nya yang jelas2 terbukti tidak pernah memberikan fasilitas apapun untuk menopang kehidupan mereka selama ini adalah suatu KEBENARAN ?
Renungan Agung
Cobalah renungkan bahwasanya kehidupan setiap orang dimuka bumi ini ibarat kuli kontrak yang bekerja keras untuk mendandani dan menghiasi bumi dengan berbagai daya dan upaya bahkan tak jarang dengan menghalalkan segala cara untuk kepentingan dan kemegahan bumi ini.
Dan bagi mereka hanyalah mendapat kenikmatan dan penderitaan sesaat dan silih berganti sebagai upah atas jerih payahnya, jika habis masa kontraknya akan dipaksa pulang suka atau tidak suka, tanpa boleh membawa satu barang apapun yang selama ini dikuasainya atau dianggap miliknya bahkan jasadnya sendiri, pulang untuk diminta pertanggung jawaban dari hasil kerjanya juga kesetiaannya kepada Rabb ” Pemilik” sekaligus Illahi (Penguasa) bumi dan alam semesta ini serta akan mendapat upah/imbalan dari-Nya yaitu pembebasan dan kenikmatan abadi atau tetap menjadi budak dan penderitaan abadi sebagai balasan, yang selamat hanyalah orang yang setia serta bertaqwa ” berbakti ” kepada Allah SWT dan mengadopsi sifat kasih sayangNya.
Wahai saudaraku janganlah kalian mencari Tuhan karena Tidak ada Tuhan yang ada hanyalah Allah SWT, Dia Pencipta, Pemilik dan Penguasa alam semesta dan segala isinya ini. dan jangan pula mencari Allah karena akhirnya kalian akan menemukan diri kalian Allah dengan menunjuk kedalam dada kalian sendiri, padahal Allah SWT ada di Arsy-Nya yang Agung yang suci dari apa yang terlintas dan tersirat dipikiran dan hati manusia. Tetapi carilah ” Rabb=Tuan/Pemilik ” saudara niscaya saudara akan menemukan Allah dan andapun akan menjadi hamba/milikNya lalu carilah ” Illaha =Penguasa/Yang Kuasa ” yang menguasai saudara jiwa raga saudara tentulah anda akan bertemu dengan Allah SWT dan saudarapun akan merasa tentram didalam genggaman (kekuasaan)-Nya.
Bukankah penyebab perpecahan keyakinan umat manusia dari dahulu kala dikarenakan adanya ambisi dan kepentingan seseorang atau kelompok ? yang berakhir dengan berbedanya penafsiran tentang Nama Pencipta dan pemilik (Tuan) alam semesta ini ? untuk itulah dalam waktu2 tertentu dikirim utusan-Nya untuk mengembalikan dan menyegarkan Nama-Nya yang satu supaya diingat dan disebut ! agar bersatu dalam Nama-Nya dan Kasihsayang-Nya. Karena kita berasal dari-Nya dan lahirkan untuk mengabdi kepada-Nya lalu kemudian akan kembali kepada-Nya. Pencipta segala yang ada dialam semesta ini dan yang menjaga detak jantung setiap manusia dan membungkam serta menjaga Ruh ( Segenap Perasaan, {termasuk rasa keber-ada-an ”ke-aku-an”}, Pikiran, Ingatan, Katahati dan Keinginan setiap manusia ketika tidur lelapnya dan menahannya ketika sampai ajalnya ! Dialah ” Allah Yang Suci dan Tinggi” yang senantiasa dilazimkan dan diingatkan oleh setiap utusan2 Nya. Laa Illaha Ilallah ( Tidak Ada Yang Kuasa kecuali Allah )! Serulah Allah Swt sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad Saw, yaitu dengan seruan Rabb “ Pemilik/Tuan” dan kita adalah milik-Nya / hamba-Nya, atau Illahi (Penguasa/Yang Kuasa) dan kita serta semua yang ada dialam semesta ini berada dalam Kekuasaan-Nya atau sesuai Asma Ul Husna, karena pengertian sebutan2 itulah kita bisa memahamidan menghubungkan posisi siapa kita dan siapa Allah ?, dan bagaimana kita harus bersikap kepada-Nya dan biarkanlah kata Tuhan dan God itu menjadi milik orang2 Kristen, dan merekalah yang akan mempertahankannya ! karena tanpa kedua kata tersebut mereka akan kesulitan mempromosikan Yesus kepada agama-agama lain. Dan tanpa kedua kata/gelar tersebut maka otomatis Yesus akan kembali menjadi manusia dan Utusan Allah Swt, sesuai dengan jati dirinya !
orang bodoh manapu pasti bilang jika bahasa manusia pasti bahasa tuhan.
bukankah tuhan adalah sang pencipta dan dia juga yang menciptakan jutaan bahasa didunia ini
jadi tuhan yang mana maksud saudara ulil bahwa manusia dan tuhan memiliki bahasa yang berbeda lalu tuhan menyampaikan wahyunya dengan bahasa manusia
tuhan menciptakan manusia dan beserta dengan yang lain agar ada yang mengakui dialah tuhan sang pencipta yang patut disembah
Ada suatu kisah dimana disuatu daerah ada banjir. Salah satu penghuni rumah apa yg kebanjiran naik ke atap karena seluruh rumah sudah kebanjiran. Dari kejauhan orang tersebut sudah kelihtan sehingga beberapa orang datang menolong, Akan tetapi orang tersebut mengatakan bhw Tuhan akan datang menolongnya. Beberapa saat kemudian datang satu perahu untuk menolongnya, tapi lagi2 orang tersebut mengatakan bhw Tuhan akan menolongnya. Akhirnya banjir besar datang dan menghanyutkan orang tersebut. Intinya begini bhw pada saat ada orang menolong orang tersebut, itulah pertolongan Tuhan yg sesungguhnya dan melalui penolong itulah Tuhan berbicara kepada si korban agar mau ditolong. Jadi ini bukan masalah bahasa apa Tuhan berbicara dan sebagainya tp kita liat dalam esensi apa Tuhan berbicara kepada manusia. Ini yg harus terus dipahami melalui satu jalan yaitu “DEKAT/BERGAUL ERAT DENGAN TUHAN” tanpa itu kita ngga tau apa2 tentang Tuhan. Semoga bermanfaat.
It’s really great that peploe are sharing this information.
Sesungguhnya firman Allah SWT itu tidaklah rumit atau sulit seperti saudara Ulil Abshar-Abdalla katakan, yang mempersulit sesungguhnya adalah penafsiran manusia itu sendiri, karena dalam menafsirkan sesuatu, manusia lebih didasari atas egoisitasnya, yaitu demi kepentingan bersama manusia itu sendiri atau demi kepentingan individu manusia itu. Mungkin saudara Ulil Abshar-Abdalla perlu lebih memperluas wawasannya, khususnya dalam menafsirkan firman2 atau perintah2 Allah SWT. Karena hasil dari suatu penafsiran akan menimbulkan persepsi dan dengan persepsi tersebut menimbulkan suatu sugesti. Sebagai contoh, seorang kapala suku yang kanibal menafsirkan bahwa dengan memakan daging musuhnya akan menambah kekuatannya ataupun akan mendapatkan pengakuan keangkeran dari perbuatannya sehingga dia lebih disegani atau ditakuti, tentu para petarung lainnya yang melihat hal itu benar terjadi ditengah masyarakat, akan melakukan tindakan yang sama, agar mendapatkan pengakuan yang serupa, dalam proses ini timbullah suatu persepsi, bahwa mengalahkan seorang musuh itu adalah wajar, namun dengan memakan daging musuhnya adalah hal yang dianggap lebih hebat, sementara ditengah masyarakat timbul suatu segesti bahwa dengan ikut mamakan daging musuh petarung akan bertambah pula kekuatan atau kehebatan orang itu. Banyak contoh yang diperlihatkan Allah SWT kepada kita, diatas bumi ciptaan-Nya ini, mulai kisah anak Nabi Adam as hingga kisah2 disekitar kita. Terakhir saya berharap kepada saudara Ulil Abshar-Abdalla sebagai saudara seaqidah, bahwa janganlah dengan ketinggian ilmu pengetahuan yang saudara miliki, justru mengakibatkan kedangkalan keimanan diri kita. Saya banyak mendengar dan melihat orang yang selalu berucap syukur, namun selalu diikuti dengan kata “tapi” yang condong pada kalimat keluhan yang melunturkan hakikat kata syukur itu. Contoh “Alhamdulillah, hari ini saya dapat upah Rp 20.000,-, tapi kalau begini terus kapan saya bisa beli motor atau yang lainnya”, menurut saya yang terbaik adalah dengan mengatakan “Alhamdulillah, hari ini saya mendapatkan rezeki dari Allah SWT, rp 20.000,-, Insya Allah esok dengan ikhtiar yang lebih kuat lagi saya akan mampu menabung untuk beli motor”.
Untuk memperjelas, Hakikat yang terkandung dalam uraian saya diatas adalah, Janganlah kita mempolitisir firman atau perintah Allah SWT dengan membuat argumentasi2 yang justru akan menyesatkan umat akibat argument kita. Yang harus kita pikirkan adalah dampak dari argumant kita bagi umat.
Dari suadara seaqidahmu yang terus belajar hingga akhir hayatnya.
Wassalam
aduh saya bingung, ikut aja ajaran syekh siti jenar aja
Khitob ataupun kalam Tuhan tidak dengan huruf dan tidak pula dengan suara.
saya memahami betapa sulitnya menyederhanakan tulisan diatas dlm bahasa yg lbh mudah dipahami, sehingga tdk terjadi komen2 yg tdk nyambung ![]()
mempelajari dan mengotak-atik bahasa dari kalam ilahi boleh-boleh saja, karena hal tersebut adalah khasanah keilmuan yang Allah turunkan ke sebagian orang untuk saling tukar pemikiran. tapi jangan melupakan dan menyimpangkan dari tujuan kalam ilahi yaitu menjadikan diri kita semakin taqwa dan beribadah kepada-Nya.
Komentar Masuk (12)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)