Wawancara,
27/08/2006
Goenawan Mohammad: Teks Proklamasi Dibuat Tergesa-Gesa
Oleh Redaksi
Bagi generasi sekarang, perayaan 17 Agustusan sudah kehilangan daya magisnya; bak ritual tanpa makna. Tapi bagaimana orang-orang terdahulu memaknai kata merdeka dan membayangkan konsep Indonesia setelah terlepas dari belenggu penjajah? Berikut perbincangan Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Goenawan Mohamad, esais yang saban minggu menulis Catatan Pinggir di Majalah Tempo, Kamis (17/8) lalu.
Komentar Masuk (0)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)