Tentang Isu Kristenisasi di Aceh
Mencermati isu-isu destruktif yang berkembang seputar tragedi Aceh, khususnya berita yang dimuat pada koran Washington Post (Amerika) tanggal 13 Januari 2005, dan edisi Indonesianya sudah diberitakan di Republika tanggal 14 Januari 2005, kami merasa perlu memberikan klarifikasi terhadap publik hal-hal sebagai berikut.
Komentar
Solidaritas untuk Aceh sesungguhnya adalah semangat untuk kembali melihat seberapa besar rasa kemanusiaan yang kita miliki. Terlepas dari benar tidaknya “pemberitaan” tersebut yang jelas dalam keadaan demikian seharusnya tidak ada orang yang dengan sengaja memanfaatkannya untuk sebuah ambisi pribadi ataupun kelompok, siapa pun dan apapun kelompok itu. misi kemanusiaan ke Aceh adalah usaha untuk kembali membangun kebersamaan dalam keragaman budaya suku etnis agama atau apapun sekat-sekat primordial yang selama ini menghalangi kita untuk “menjadi” manusia. Sekat-sekat itu selama ini telah membelenggu kita ke dalam angan-angan bahwa kita-lah yang paling benar paling suci atau segala bentuk “arogansi” spiritual lainnya.
Mengapa tidak kita tinggalkan saja segala sekat promordial yang membatasi kita untuk menjadi manusia yang “satu”. Satu bukan berarti semuanya harus sama, harus se aliran atau se agama tetapi memahami ‘satu’ sebagai sesuatu yang membuat kehidupan ini lebih indah. Perbedaan itu sebuah keindahan dan sudah bukan saaatnya lagi untuk membawa ambisi pribadi dengan dalih apapun oleh siapapun dan untuk siapapun. Bisakah kita mewujudkan “kesatuan” ini?
Sekarang-lah saatnya kita membuktikan bahwa “mereka” sekalipun berbeda atribut primordialnya secara hakiki adalah seperti kita juga yang selalu ingin bebas merdeka dari kungkungan apapun, termasuk kungkungan doktrin yang membelenggu akal budi. Mengapa tidak segera saja melakukan tindakan yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan meninggalkan kesibukan mendakwahi mengatur apalagi “membawa” orang lain agar masuk dan menjadi “kelompok” tertentu. Setiap pemeluk Agama tentu mengetahui bahwa setiap tindakan yang bertentngan dengan kebebasan kemanusiaan itu tidak pernah menjadi ajaran agama tetapi sering ia di anggap sebagai bagian dari agama. Membedakan kepentingan pribadi dengan kepentingan kemanusiaan serta melakukan tindakan yang benar kadang terasa sulit bagi yang masih dihinggapi semangat puritan.
Agama dengan demikian seharusnya tak hanya dipahami sebagai “institusi” yang memberikan aturan untuk manusia. Lebih dari itu agama seharusnya dipahami sebagai sebuah “jalan” menuju “sumber air” yang sejernihnya. Mereka yang mampu menggunakan daya pikir serta ketajaman akal budi tentu tak pernah mau repot-repot menagnjurkan orang lain untuk masuk dengan kelompok apapun dan kelompok siapapun. Sebab keyakinan terhadap suatu ‘agama’ tertentu adalah persoalan pilihan yang orang lain tidak perlu turut campur. Bukankah Tuhan juga tak pernah memaksa hambanya untuk masuk ke ‘agama’ tertentu?
Maka ‘peristiwa’ itu semestinya menjadi pelajaran bagi semua umat beragama agar tidak berulang kelak pada masa masa mendatang. Sebab untuk mewujudkan kedamaian bukan “institusi agama” tertentu yang dibutuhkan tetapi “manusia” yang mengetahui hakikat kemanusiaannya. Solidaritas kemanusiaan itu sendiri selalu berada jauh melampaui kepercayaan ataupun sekat primordialisme.
——-
Apabila syariat kiamat (habis gelap terbitlah terang ilmu agama sesuai Al Qityamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257, Ibrahibn (14) ayat 1,4) datang sesuai Al Jaatsiyah (45) ayat 16,17,18, maka pasti akan terjadi Kritenisasi sekali gus Islamisasi agama.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
salam dear all,
kita sepatutnya tidak takut dengan apapun bentuk dan jenis penyebaran Agama, kerana memang mereka akan sentiasa berusaha menambah pengikut mereka. Lihatlah dunia lain, di mana hampir setiap minut dan tanpa adanya satu misi islamisasi, masyarakat china memeluk Islam. Mengapa???
Bukan karena cantiknya dunia arab, namun kerana Indahnya Islam itu sendiri, dan jumlah itu akan bertambah terus, walau ramai yang ingin memurtadkan umat islam, di vatikan yang kononnya pusat kristien sedunia, walhal Islam berkembang seperti jamur.
Kita perlu quality, untuk membentuk quantity. Memang di Indonesia, perlu satu bentuk badan islam yang sangat melindungi hak umat islam, kerana saya melihat sangat sukar bagi umat islam untuk bersuara lantang, walhal mereka adalah kaum majoriti, bahkan ada keresahan akan makanan tin yang dijual dicampur adukkan dengan bahan najis dan minyak khinzir….Kita harus perduli..!!of course bayangkan sahaja jika those usa or europe or australian graduate which is an indonesian, they wanna be like them whereelse they are moslem, what a hell they thought?? smart?? a smart people will believed on God The Almighty’s law and uphold the probhethood and not against them…I found quiet big number indonesian citizen outsite the country act as if they were not moslem…wallahu a’lam…we should care because we are brothers and sister in faith no matter what….
waduh gitu aja koq repot
bebas aja orang mau mengkristenkan orang
yang salah itu kaum muslimin yang tidak peduli kepada saudaranya seiman sehingga harus menerima bantuan orang-orang non muslim
isu kristenisasi itu benar cuma yang salah itu yang menggembargemborkan.
harusnya ga usah orang-orang Islam rame ngomongin ini, mending bantu, bantu kaum muslimin yang lagi perlu bantuan kita, jangan diem aja.
daripada kebanyakan ngomong mendingan berbuat.
memang kau kita nerbicara tentang kristen tak kan ada habisnya maupun yang lain dan begitu pula agama yang lain yang membicarakan masalah agama. pada intinya semua makhluk harus saling bersosial dan berbagi,,, tapi dalam konteks sosial,,,,jika ada penyimpangan bisa di selsaikan. bicara tentang syari’at islam,,,harusnya di aceh di berikan sosialisasi ke warga2, sekolah2 dan juga msyarakat pada umumnya supaya tau apa dan mana yang menjadi hukum syari’at.
misi kristenisasi yg dilakukan oleh orang2x kafir memang benar adanya..jgn seharusnya melihat fakta dulu sebelum memberikan komentar..JIL telah buta..!!
I’ve agree with syarifah said, majority of indonesian moslem has act as not moslem both in indonesia or outside of country. they proudly declare as moderate islam ... it’s should be checked are they real moslem or not ?
mohon maaf sebelumnya… saya hanya ngin mengklarisifikasi masalah yang terjadi di Aceh waktu itu….saya menyatakan dan melihat sendiri salah satu lembaga non muslim yang “benar” melakukan kegiatan kemanusiaan… akan tetapi juga menyebarkan agama mereka….. salah satu tabloid lokal juga telah memberitakan hal itu…. ini bukan masalah menggembar gemborkan isu kristenisasi… yang kami lakukan adalah mencoba menyelamatkan.. jangan sampai akidah kita ternodai…. ga ada salah kalo media mengabarkan hal ini… saya pikir ini merupakan salah satu cara untuk membuka mata mereka agar tidak menggoyahksn iman orang2 atau korbaa2 Tsunami yang saat itu jiwanya sedang goyah….
Kristenisasi…Islamisasi… Budhanisasi… Hindunisasi… Konghucunisasi… Agamisasi… atau apapun istilahnya..kenapa harus diributkan dan ditakuti… Percayalah perpindahan keyakinan seseorang tidak bisa terjadi hanya karena kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh penganut keyakinan lain, kalaupun sampai terjadi kepindahan maka bukan pihak pengajak/penyiar keyakinan lain yang salah… tetapi pihak yang kehilangan pengikut/umat yang harus mawas diri.. introspeksi.. kenapa umatnya begitu mudah berpindah keyakinan.. apa yang salah dengan metode pengajaran yang selama ini mereka lakukan…
Suatu organisasi keagamaan/keyakinan/kepercayaan dalam setiap kegiatannya baik kedalam maupun keluar akan secara otomatis membawa misi menyebarkan/mengumumkan keberadaan golongannya.. baik secara sadar dan sengaja maupun secara tidak langsung/tidak disengaja….
Apakah kita harus membiarkan saudara-saudara seiman seagama kita menderita - merana - sengsara - bahkan mati hanya karena kekhawatiran kita, yang tidak ikut mengalami penderitaan mereka.. apalagi hal ini terjadi di Aceh yang memiliki sebutan Serambi Mekah… Apakah kita ragu akan keimanan/ketaqwaan saudara-saudara kita rakyat Aceh… Apakah tokoh-tokoh yang takut Kristenisasi di Aceh merasa dirinya lebih kuat iman dibanding masyarakat Aceh…
Saya pribadi lebih percaya dan yakin saudara-saudara kita masyarakat Aceh lebih kuat / tegar keimanannya dibandingkan tokoh-tokoh yang takut adanya Kristenisasi…
Wahai saudara-saudaraku yang (ingin) menyatakan diri sebagai tokoh kelompok Islam… Bersabarlah…Bertawakallah.. gunakan akal sehatmu… kalau mau bicara Kristenisasi maka bicara juga Islamisasi… cobalah tengok.. Suara Adzan yang dikumandangkan semua station Radio & Televisi.. Adzan di Masjid,Mushola,Surau.. Himbauan untuk menutup usaha Rumah Makan Siang Hari di bulan Ramadhan… Agama/Doa yang dilaksanakan pada acara Upacara Bendera dan acara2 lain di lembaga2, instansi2 dan sekolah2 pemerintah… APAKAH SEMUA ITU TIDAK TERMASUK DALAM UPAYA ISLAMISASI….???? Pernahkah umat/tokoh agama non Islam yang protes..? saya rasa tidak..
Marilah saudara-saudaraku sekalian di seluruh muka bumi ini..kita hidup rukun berdampingan satu sama lain tanpa harus takut akan adanya upaya Islamisasi..Kristenisasi..Budhanisasi..Hindunisasi..atau apapun istilahnya… Percayalah tidak ada orang yang ingin saudara seiman/seagama nya berpindah keyakinan/keimanan ke agama lain…
Wahai saudara-saudaraku yang sedang mengalami musibah dan penderitaan Janganlah takut dan ragu untuk menerima bantuan uluran tangan dari umat manapun… Kalau mereka hanya menyiarkan agama dan keyakinannya.. dengarkan dan cari hikmahnya saja… tapi kalau mereka memaksakan agama/kepercayaannya.. Usir saja dan kembalikan bantuan yang mereka berikan…
Saya sebagai umat Katolik siap membantu/mendukung anda mengusir mereka yang mengatasnamakan umat Kristen kalau mereka memaksa anda untuk masuk Kristen.
Selamat berjuang.. semoga agamamu merupakan agama yang benar dimata Allah…sebab hanya Allah yang tahu mana agama yang paling benar… kita sebagai manusia hanya berusaha untuk berbuat kebenaran… Amin..
Iya, ISLAMISASI telah terjadi berabad-abad yang lalu karena ISLAM adalah versi agama terakhir di akhir zaman. Melalui pendalaman penggunaan akal yang murni yaitu tanpa terkontaminasi maksud-maksud lain, kecuali hanya mencari kebenaran fitrah manusia dan ketuhanan, mereka akan menemukan Tuhan dalam Islam.
ISLAM agama the last version yang mengatur hidup manusia bagaimana hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan manusia dan makhluk lainnya secara beradab.
Janganlah ragu terhadap ISLAM, dijamin anda akan menemukan kebenaran dan kebahagiaan kini dan nanti.
Si Sugeng sdg keblinger. Wahai sugeng, anda knp sewot bgitu? wajar dong dinegara yg mayoritas muslim akan memberikan hak yg lebih kpd kami yg muslim. Anda pernah membandingkan gak dgn negara yg mayoritas kristen. Bahkan utk pakaian dipakai sendiri (berjilbab) saja dilarang. Apalagi mendirikan mesjid. Pakai otak dan hati nurani anda dong. Sepantasnyalah dinegara yg mayoritas penduduknya muslim, berlaku pengawasan pendirian rmmh ibadah non muslim. Gak ada tapi-tapian bung.
Sobatku Al Fatah….Maaf… saya rasa anda salah mengerti dengan tulisan saya… Coba anda baca sekali lagi..SAYA TIDAK SEWOT SAYA TIDAK IRI akan umat Islam yang memiliki hak lebih di negara yang mayoritas ini.. Saya sewot dengan kalian yang meragukan keimanan saudara2 warga Aceh, sehingga takut terjadi Kristenisasi di sana. Padahal Aceh sudah dijuluki sebagai Serambi Mekah .. Bahkan Sayapun siap membantu anda mengusir mereka yg mengatasnamakan umat Kristen jika mereka melakukan pemaksaan untuk masuk Kristen…
Mengenai pelarangan Jilbab kalau tak salah di lingkungan sekolah di Prancis…saya rasa anda juga salah.. pelarangan tersebut tidak ada hubungannya dengan agama Kristen.. Prancis merupakan negara sekuler yang melindungi hak semua warganya…. Lagipula kalau anda mau teliti sebenarnya Jilbab bukan hanya dipakai oleh umat Islam saja, Coba anda lihat biarawati-biarawati Katolik, suster-suster Katholik.. Mereka juga menggunakan penutup kepala yang sejenis dengan Jilbab…
Jawab Yesus kepadanya:“Kasihilah Tuhan,Allahmu,dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” saya rasa tidak ada hubungannya dengan Kristenisasi karena tidak ada yang diuntungkan dengan tindakan tersebut.manusia bebas menentukan keselamatannya sendiri.Tuhan memberkati kita.
cari versi inzil yang original verson sy yakin bunyi nya tidak begitu .. ![]()
Komentar Masuk (14)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)