Pernyataan Pers,
22/03/2011

Teror Bom Adalah Ancaman Serius Demokrasi di Indonesia

22/03/2011 17:47 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (11)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Akar konflik atau pembunuhan sesama muslim ini bersumber dari Hadist2 palsu diantaranya adalah’

HONOR KILLING.

Pada akhir zaman akan muncul sekelolmpok orang yang berusia muda dan jelekbudi pekertinya. Mereka berkata kata dengan mengunakan firman ALLAH, padahal mereka telah keluar dari islam seperti melesetnya anak panah dari busurnya. Dimanapun kalian menjumpai mereka,maka bunuhlah mereka. Karena sesungguhnya orang yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di hari kiamat"HR Bukhari.

SALAM

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/40/_Kenapa_dlm_masarakat_Islam_terjadi_Konflik_dan_Pembunuhan2_sesama_Islam

TWITTER.

http://twitter.com/#!/tasusayumi

#1. Dikirim oleh alatif  pada  22/03   09:00 PM

Apapun ....ada resikonya

#2. Dikirim oleh nasrudin  pada  23/03   11:50 AM

sebuah grand disaign untuk ke hancuran ke indonesiaan melaui dogtrinal keagamaan…
untuk mengganti indonesia dengan dasar ideologi keagamaan tertentu…dan melibas agama agama yang di anggap agama kafirun… mula mula ahmadyah,,islam yang moderat, atau islam yang menyetujui keberbedaan ideologi kemudian kekeristenan…serta yang lain lainnya… akhirnya indonesia di ganti dengan negara yang sesuai dengan kehendak mereka…..

pemeretah harus cepat bertindak tegas…sebelum terlambat….serta pengawasan terhadap khotbah khotbah…yang meyebar kebecian terhadap sesama dengan dogtrinal kegaamaan…..

contohnya.anak tetangga saya yang masih berumur 5 tahun..sudah di ajarkan untuk membenci sesama oleh guru ngajinya…“dia berceloteh ..jangan bermain dengan orang kristen. ntar ketularan kafir, katanya sambil bebisik ke teman yang lainnya..”
ini contoh nyata yang terjadi pada masyarakat kecil….jadi wajarlah di kemudian hari anak ini.akan tumbuh besar dan mengexpresikan kebencian dengan lebih extrim.

ayo para orang tua belajar lebih peka dalam mendidik anak anak kita…sehigga indonesia tetap harmonis dan tetap ada setelah kita sebagai orang tua tidak ada lagi (meninggal)...salam dalam keberbedaan.. 

#3. Dikirim oleh teguh  pada  24/03   01:01 AM

Jangan pernah mundur untuk terus berjuang mengobarkan ISLAM YANG RAHMATAN LIL’ALAMIN

#4. Dikirim oleh Taifur Ridwan ( Epong)  pada  24/03   05:37 AM

kalo semua perbedaan langsung bunuh yaaa ..... mau jadi apa dunia ini mas latif. jangan dong. perbedan pasti ada. temukan dengan komunikasi yang baik. kalo masih beda ya biar aja asal tidak merugikan kita. urusan benar dan tidak biar nanti Tuhan yang menghakimi.

#5. Dikirim oleh no killing  pada  24/03   09:39 AM

ini juga salah satu kerancuan berpikir JIL, dengan serta merta menghakimi bahwa pelaku bom adalah mereka yang dilatarbelakangi oleh kepentingan agama. Padahal hingga tulisan ini dibuat jelas2 belum terbukti siapakah pelaku bom sebenarnya dan apa motif sebenarnya dari bom ini. Apakah memang untuk menyerang ulil atau ada motif lain?? tapi disini dengan PD nya JIL menganggap ulil seorang pahlawan karena telah mendapat teror bom sebagai reaksi atas sikapnya membela kaum “minoritas”.

#6. Dikirim oleh Yeremia  pada  25/03   09:12 PM

BTUL bung Yeremia, polisi sj dn Bung Ulil sndirio blm mnemukn bukti apapn ini mlh sdh memvonis. qt dlrang ikut doktrin malah penulis dan yng pro pluralisme tdk sdar jg sebnarnya sdh terdoktrin uu sll mnyalhkn Agama dn kyakinan tretntu

#7. Dikirim oleh MARDIN  pada  30/03   11:34 AM

setiap masalah jangan d telen mentah mentah…..harus kita cermati baru ngeluarin stmen…..kurasa itu lebih baik

#8. Dikirim oleh kissone  pada  02/04   09:44 PM

Teror bom bukanlah ancaman demokrasi,tapi melainkan korupsi! Korupsi telah mengakar dalam berbagai sendi kehidupan,sangat sulit memberantasnya tanpa dukungan dari seluruh lapisan,paling utama adalah Kepala Negara,& InsyaALLAH jika masyarakat makmur sejahtera,tidak akan ada yang namanya Teror Bom di bumi Indonesia…..jika tidak mampu,tunggulah saat Laknat ALLAH itu datang !!!!

#9. Dikirim oleh satmata  pada  22/04   05:11 PM

Ancaman bagi Demokrasi Indonesia adalah kelompok JIL, ini telah terbukti didepan mata, sedangkan Teror itu belum terbukti lagi, sebab mereka hanya membalas.
BUKTInya ialah; Mayoritas Bangsa Indonesia telah menetapkan sebuah lembaga yang disebut Konsitusi / UUD 45, (Sekali lagi diulang, ia telah diterima oleh semua kelompok kecuali JIL).

Semua orang masih ingat bagaimana Ahmadiyah telah dibubarkan / diharamkan, tetapi atas ketidak demokratikan JIL, jemaah kafir itu masih bertahan tanpa disentuh oleh hukum….Bagaimana? siapa ancaman Demokrasi?.

#10. Dikirim oleh joni jefri  pada  23/12   03:56 PM

Ya

#11. Dikirim oleh Melanoptera  pada  18/01   12:01 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?