Teror
Oleh Syafa'atun Aisya
Saya ingat insiden itu. Saat mereka memukuli lawan-lawannya persis seperti maling ayam yang tertangkap basah. Perilaku sadis yang mengingatkan saya pada potongan-potongan gambar peristiwa kerusuhan. Film Rwanda. Beberapa kerusuhan seputaran saya tinggal. Perang antar geng preman karena rebutan jatah. Saat satu kelompok ingin menghabisi kelompok lain. Dengan alat-alat tradisional. Sementara negara lumpuh tak berdaya. Hidup dalam teror. Bagaimana anda menjalaninya?
Komentar
Maju terus kawanku, kang ulil jangan takut pada teror. Hanya orang2 yang gak mampu untuk berdialog yang hanya bisanya membabibuta. Islam islam, islam tapi mereka gak paham islam, yg ada hanya emosi fundamentalis enyahlah dari negaraku. Siapa yg merebut kemerdekaan kalo bulan islam tradisional jawab…? Setelah enak mau ngacak acak islam tradisional. Nu & Muhammadiyah. Bukan Fpi bukan pks bukan hti. Trim terus berjuang kang ulil.
waduh artikel yang menggugah mbak, tp kebetulan saya gak sepaham sama ijtihad kedua pihak yg berseteru.
Wah, itu kan orang-orang yang kurang pendidikan. Bisa dimengerti kalau ototnya lebih mampu bekerja daripada otaknya. Pemimpin mereka paham betul itu. Cukup kasih sedikit ayat yang mengandung darah dan senjata, sedikit cerita sedih tentang penindasan jauh di Palestina sana, dan sedikit mimpi tentang hidup surgawi, orang-orang tanpa otak itu akan menghajar orang seraya meneriakkan nama Alloh. Maklum, ototnya lebih kuat daripada otaknya.
Kalau negara lumpuh dan tidak berdaya menghadapi teror dan kejahatan, bubarkan saja negara tersebut, bikin negara baru yg mampu melindungi rakyatnya. Negara yg tidak bisa melindungi rakyatnya adalah negara yg tidak bermartabat karena rakyat cuma menjadi sapi perah.
FPI, HTI, dan teman2nya khan ada yg membeck up, finansial ataupun politis…. lihat aja dg kasus NII kw-9, pemerintah juga tidak berkutik… bahkan ketika semua data dan fakta telah tersedia… pemerintah masih juga tidak tegas. MAJU TERUS JIL. kita wujudkan indonesia yg damai.
Yang disalahin kenapa hanya FPI, HTI, MMI dsb ...Kenapa TIDAK mengarah ke NEGARA ? Sebenarnya FPI, HTI dan MMI adalah karena LEMAHNYA NEGARA ...
Pengelola NEGARA ... Banyak yang SEKOLAHAN ... Artinya BANYAK yang PINTER ... Mereka TIDAK BODOH ... Tapi PENGECUT ... Karena MEREKA banyak MAKAN DUIT HARAM ... Alias KORUPSI ... Maka ... Takut DISEMPROT dengan FPI, HTI, MMI dsb ... Dengan DALIL-DALIL SIKSA NERAKA ... Makanya DIAM itu LEBIH BAIK bagi ... Para PENGELOLA NEGARA ... Agar NIKMATNYA KORUPSI tetap jalan TERUS ... Ha ... Ha ... Ha ... Hidup di negara GILA ... Kalau TIDAK STRESS ... Maka KITA bagian dari KEGILAAN itu ...
mereka hanya salah satu sumber masalah yg sengaja tdk diselesaikan oleh sebagian pengecut dlm pemerintahan, karena masih merasa perlu menggunakan kekuatan preman mereka… lalu, begini jadinya pemerintah diam dan sengaja pelaku teror berkeliaran bahkan dilindungi…
sungguh pintar sekali anda menulis artikel ini. dan sangat naif sekali apa yang sudah anda sampaikan. begitu jg komentar2 yang ada. Kenapa anda tidak bisa merasakan di posisi kami ? kenpa anda yang merasa terteror ??? sesungguhnya kami lah yang merasa terganggu dengan pernyataan anda dan teman2 anda. pemikiran anda yang menyimpang itu teror bagi kami. teror bagi generasi kami. kerusakaan dari paham anda dan teman2 anda jauh lebih mengerikan dan sadis. kami orang islam hanya ingin menjalankan islam secara benar. kami tidak butuh pemahaman baru dan penafisaran aneh2. Al qur;an dan hadist serta sunnah rasul sudah cukup bagi kami. kami sudah yakin atas semua sumber2 tersebut. kalo anda semua tidak yakin, tidak perlu lah mengacak2 keyakinan kami. anda bikin saja kitab suci sendiri, sekalian bikin agama sendiri. sama seperti ahmadiyah, kalau memang mereka islam, yah tinggal ikutin saja pakem yang sudah ada. lah ini kan tidak, mereka mengaku islam, tapi banyak hal yang tidak sesuai dengan islam. kan gampang. dan siapa pun yang menghina agama kami, memang halal darahnya. anda sekalian jng sok kebarat2an lah. ingatlah, hidup kita hanya sekali didunia, tapi akan berlanjut diakhirat (kalo anda masih percaya sih). tiap kita menanggung amal kita masing2. kalo saya jadi anda sih, saya gak mau ikut2an menyebarkan pemahaman yang aneh. saya takut dosa. saya gak mau lama2 dineraka. jadi stoplah berpikiran yang aneh2, yah….kecuali anda semua sudah merasa kuat.
wah, ternyata di lokasi lebih ngeri daripada yang tayang di TV,tho?
apa yang salah dengan kekerasan ? mereka melakukan kekerasan karena demikianlah pemahaman penafsiran mereka terhadap teks Qur’an, yang disesuaikan dengan konteks saat ini. bukankah itu merupakan kebebasan penafsiran ?kenapa kelompok pro kekerasan tidak boleh menafsirkan secara bebas…Biarkan mereka melalukan kekerasan…Bagi yang anti kekerasaan, jangan memakssakan kehendaknya pada yang pro donk..Ini khan negara demokrasi, semua orang boleh bebas..
To bunga di 8
Walah ... walah ... Anda ini sepertinya nggak suka baca dan diskusi ... Dengan orang JIL yang mengkritisi cara pandang MUSLIM ... Eh ... MUSLIMnya sewot amat ... Biasa sajalah ... Anggaplah orang-orang JIL itu sebagai sparring partner dalam rangka mencari argumentasi yang lebih baik bagi DAKWAH ISLAM ... Bukan malahan menyuruh TUTUP MULUT ... Cobalah ANDA lihat kiri kanan yang dijalankan o- MUSLIM ... Saya TIDAK MENGATAKAN ISLAM ... Pertama, membangun masjid dengan cara buka kotak amal di tengah jalan ? Kedua, Sambil nyopir dengan menyitir sejumlah ayat-ayat Al QUR’AN menyebarkan sejumlah orang u- minta-minta sedekah ? Ketiga, berapa banyak MASJID atau Mushollah yang memajang Al QUR’AN dan terjemahannya ? Keempat, berapa banyak MASJID atau Mushollah yang memiliki perpustakaan ? Kalau memiliki perpustakaan, apakah buku-bukunya ditaruh di lemari terkunci ? Atau dibuka bebas sehingga semua orang bisa membacanya ? Terus apakah buku-bukunya bervariasi karena mencerminkan pemikiran dalam ISLAM ? bAIK sunni, syiah, mu’tazilah DSB ? Berapa banyak ULAMA yang mengatakan bahwa membajak Video atau CD adalah TINDAKAN PENCURIAN ? Maka NERAKA lah BALASANNYA ? Dst ... Terlalu banyak ... Pemikiran maupun tindakan MUSLIM yang OOT ... Tapi nggak sadar ... MENGATAS NAMAKAN ISLAM lagi ... ? He ... He ... He ...
Ya resiko pemahaman ya kaya gitu. Di Turki mah orang Islam dilarang bicara. Makanya diem-diem aja. Baru bicara pelan aja dah dorrr. Yang hidup diteror itu ga cuma kamu saja. Banyak juga orang islam yang kalah juga diteror di dunia ini. Itu berlaku bagi lawan pemahaman yang secara mayoritas kalah atau yang idenya tidak diterima. Pertanyaan seharusnya satu. Kalo mati membela pemahaman kita kira-kira ngefek setelah mati apa enggak, bermanfaat buat kita mati apa enggak. Klo masih takut mati JANGAN_JANGAN KAMU GA YAKIN JUGA AMA YANG KAMU SEBARIN,SAMPE MATI AJA TAKUT. Udah tinggal milih aja, mau jadi yang bener ato mau menanggung kesalahan di akherat. Banyangin aja api di dunia aja panas, gimana kalo selamanya kekal di neraka. Naudzubillahi mindzalik… Selamanya di bakar di sembuhin lagi dibakar. Ya Allah ampunilah dosa kami ya ALLAH….
Untuk Bunga
Saya sampai sekarang masih yakin bahwa kalau kita meyakini terhadap keyakinan atau agama yang kita anut, kita tidak perlu takut ada orang lain yang anda anggap mempunyai tafsir yang berbeda dengan tafsir yang anda yakini kebenarannya. Kalau anda merasa bahwa tafsir yang dilakukan oleh mas Ulil dan mbak Aisya ini salah, ya ngga usah diikuti aja. Kenapa harus dikecam. Kalau mereka salah dan hukumannya masuk neraka, kan mereka berdua yang akan menanggungnya, bukan anda kan bunga. Kenapa saya berpikir begini? Karena saya yakin bahwa kita hanya akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah terhadap apa yang kita lakukan selama hidup di dunia.Saya tidak mungkin dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain meskipun itu sama agama atau keyakinannya dengan saya. Saya meyakini hal ini.
Nah dengan alur pikir demikian, kenapa kita harus membenci terhadap yang berbeda dengan kita. Untuk apa kita mesti merasa diteror oleh tafsir yang berbeda dengan yang kita yakini. Kalau tafsir itu salah, nanti akan dengan sendirinya disingkiri oleh orang. Tapi kita harus juga berani legowo kalau ternyata tafsir yang kita anggap berbeda bisa diterima oleh orang banyak. Kita harus legowo bahwa ada “kebenaran” yang dirasakan oleh orang yang bisa menerima tafsir tersebut. Jangan kita tetap ngotot dan mau memang sendiri bahwa tafsir kita lah yang benar. Terima kasih.
Buat Bunga di #8 Kenapa Anda tidak hidup di abad ke-7 saja? Kayaknya lebih baik buat anda..ha2.. (maaf, komentar saya kurang etis, tapi sebenarnya mengandung makna lho..)
Orang seperti bunga adalah jenis orang Islam yg disebut Bung Karno sebagai Islam Sontoloyo, yg selalu mengaku hanya dia yg paling bener, nggak menghormati orang yg beda tafsirnya, dgn cara menghujat. Kalo nggak suka ya gpp, saya juga tidak selalu sependapat dgn orang JIL bahkan FPI sekalipun, tapi harus kita hormati jika ada orang yg punya tafsiran berbeda. Yg penting jgn suka ngamuk model FPI. Emang anda pernah liat orang JIL ngamuk2 di jalanan?
Bung Karno Bilang Sontoloyo…..?? bapak gua, kelaurag dan tetangga mau tewas, gara-gara kebijakan komunis yg mau habisi kluarga santri, Alloh selamatkan dl temp lk. 10 menit saja. Alhamdulillah, skr smua sehat. Kalo tidak, gobang gentayangann….
buat Agung
1. Siapa bilang di Turki org Islam dilarang bicara? sekali bicara lgsg dor? Turki tuh mayoritas muslim lho.
2. emang klo yakin bener trs berani mati ya? berani mati ato berani berjuang? klo saya sih,misal saya ngrasa bener,sebisa mungkin jgn mati (bkn berarti takut mati). pertahankan hidup,bwt nerusin misi. bkn membabi buta “rela mati!” ...“mati syahid!”...itu namanya konyol. bgmn anda menjelaskan ketika rasul sembunyi di gua hira’? takut mati heh?
To: Mas Komeng di 16
Alhamdulillah pasca 1965, Komunis KALAH ...Tapi menyisakan TEROR yang LUAR BIASA ... Bengawan Solo dan Kali Brantas menjadi SAKSI ... Atas BANYAKNYA orang meninggal TERAPUNG-APUNG ... Hutan-hutan di Jawa Timur dan Jawa Tengah ... Juga menjadi SAKSI atas pembantaian ... Sejumlah orang ...
Baik laki-laki maupun perempuan ...Yang menyisakan bau BUSUK ... Karena tidak ada yang berani mengambil ...U- mengebumikan mayat-mayat tersebut ...
Karena takut di CAP KOMUNIS ... Oleh yang lain ...
Itulah MASA LALU ...Yang merupakan jati diri KITA sebagai BANGSA ... Yaitu BANGSA yang PENGECUT ... BERANINYA ... Kalau PASTI MENANG ... TIDAK KOMUNIS ... TIDAK yang ISLAM .... Kalau PASTI MENANG ... Maka ... TINDAKANNYA layaknya ORANG yang PALING BERANI
TIDAK BERANI MENGATAKAN ... Yang BENAR adalah BENAR ... Yang SALAH adalah SALAH ... Yang PUTIH adalah PUTIH ... Yang HITAM adalah HITAM ... Meskipun kepada LAWANNYA ...
sebenarnya saya malas mengomentari tulisan ini, tapi melihat tajamnya komentar dari saudara HP, Angung, sekar jagad, wawan dan nur cahya terhadap saudari Bunga .........membuat saya miris juga .....kenapa ya blog yang menganggap diri mengusung kebebasan, pluralisme dan humanisme ....justru dikemontari dengan penghujjatan dan penindasan pemikiran bahkan mengarah kepenghinaan…...kenapa kita tidak berkomentar dengan argumen yang cerdas, bebas dan humanis serta menghargai prularisme yang diusung…......kekerasan seprti yang diangkat dalam tulisan yang dikomentari ini…tidak mendadak muncul…...ia berawal dari cara berfikir yang menyimpang ( baik pemicu maupun reaksi )dari pola berfikir umum. kita mesti belajar pada wali songo ........bukan malah seperti kita yang mengecam kekerasan tapi malah menyulut kekerasan ( setidaknya sakit hati ).......cerdaslah dalam berargumen dan humanislah dalam bertindak…....oke.
Mas Zulhalik,
Terima kasih atas kritik anda. Namun anda juga harus tahu,
1. bahwa kami pernah mengalami hal yg tidak menyenangkan, yaitu ketika ada pawai malam hari sehabis pengajian suatu Majelis yg dipimpin oleh Habib di daerah Ragunan. Jalan macet berjam2 padahal kalo hari minggu biasanya tidak pernah macet pada jam 9 malam. Ternyata para peserta yang baru selesai pengajian berarakan secara tidak teratur dgn motor berkilo meter. Jika ada yg tidak sabar dan mencoba menerobos jalan, langsung digebuki oleh para pemuda berbaju gamis. Bahkan dalam suatu pengajian yg lain di daerah Cijantung, tetangga saya sampai harus pulang jam 3 pagi (menunggu dari jam 12 malam)karena jalan satu2nya yg bisa dilewati ditutup tanpa ijin dan peserta baru bubar jam 2 malam. Sama juga, jika ada mobil yg memaksa juga digebuki dan kaca spion dipecah sambil diteriaki secara histeris.
2. Anda bilang kita harus belajar dari Walisongo, saya sudah baca dari kecil, tapi ya itu kalo menurut buku2 sejarah kelihatannya ok2 aja, normatif dan apogetik, tapi kalo kita baca dari ahli sejarah Belanda De Graaf yg biasa dirujuk oleh ahli Indonesia, anda bisa juga melihat konspirasi antara wali dengan Raja Demak untuk memusuhi Arya Penangsang karena satu wali tidak suka Arya berguru agama pada wali yg lebih muda (lengkapnya silahkan anda baca sendiri buku De Graaf ttg sejarah kerajaan islam di jawa yg banyak dijual)
Komentar Masuk (45)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)