Kolom,
19/01/2002
Tidak Ada Sastra Religius
Oleh Ribut Wijoto
Bagaimana mungkin teks yang memungkinkan adanya perseberangan berlawanan dapat diakui sebagai teks religi? Bagaimana mungkin teks religi membuka diri bagi beberapa kebenaran yang saling bertentangan. Saling mempersalahkan. Religi dalam teks Amir Hamzah hanya benar dalam penafsiran yang semena-mena, menaifkan penafsiran lain yang sama-sama mendapat paradigma semiotik dalam konstruksi teks.
Komentar Masuk (0)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)