Klipping,
21/11/2011

Tiran Arab dan Mitos-mitosnya

Oleh Novriantoni Kahar

Sebelumnya dimuat di Koran Tempo, 26 Oktober 2011

Kini semua kamuflase tentang sosoknya sebagai pembela Palestina, pemimpin Arab sejati, penguasa Afrika, kekuatan anti-neoimperialisme, tersingkap sudah. Akhir-akhir masa kekuasaannya mengkonfirmasi bahwa penghulu tiran Arab ini (`amid altughaat al-Araby) tak lebih dari sesosok badut yang semau-maunya mengubah skenario dan perannya dalam pentas sejarah. Saking seringnya ia melakukan itu, sampai-sampai kita tidak dapat menemukan benang merah dan tontonan bermutu apa pun dari aksi panggungnya. Robert Fisk, analis senior Timur Tengah di The Independent, menyebutnya sebagai “perpaduan paling edan dari sosok Don Carleone dan Donald Bebek“. Tentu pada sosok The Godfather dan Donald Duck kita masih mendapat tontonan yang bermutu. Pada Qadhafi, semua menjadi begitu memalukan dan memuakkan bagi rakyat Libya.

21/11/2011 13:31 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (6)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Arabisme tidak perlu dibanggakan….

#1. Dikirim oleh Tan Rusydov  pada  23/11   04:20 PM

Assalamu’alaikum wrwb

Ulama2 dan Pemimpin2 negara2 Arab sudah banyak “menipu” ulama2 Indonesia dgn atas nama agama yaitu agama fundamentalis…dengan sistem diktator seperti sistem komunis saja, haram ada oposisi.

33 Perbedaan2 Islam Fundamentalis dan Progressive.

Silakan buka web site ini.Thanks

https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

 

#2. Dikirim oleh alatif  pada  23/11   07:44 PM

Assalamualaikum.
Sifat berkamuflase berkembang sejak awal kehidupan manusia dipelajari dari jejak-jejak Allah dimuka bumi, hukum tuhan yang tersirat di alam, seperti binatang bunglon.
Berkamuflase kehidupan terkuak apabila sipenguasa kehilangan taringnya, dan tidak dapat menghindar karena itu dilengkapi oleh rekaman data akurat, apakah itu data: katakatanya (oral), tulisan, gambar,  oral rekaman, dan gambar hidup. Semua sarana tersebut tidak bisa lagi membohongi masyarakat. Cuma media bisa mengubah persepsi yang ada pada masyarakat, juga dapat mengubah dan membangun opini masyarakat.
Dengan adanya kepustakaan /informasi mahalengkap seperti Google, dimana semua bisa mengunduh, kecuali yang disensor, maka kita bisa merekontruksi kejadian suatu sejarah mendekati “aslinya’.  Demikian pula pada sejarah arab badui tersebut, apakah benar apa yang disampaikan oleh mulut manusia itu setelah nabi meninggal ratusan tahun sebelumnya. Itu diperlukan pemikiran rasional, bisabisa contoh yang disampaikan oleh mas Kahar dalam “tiran arab dan mitos-mitosnya’ merupakan inspirasi dalam kita mempercayai hadis, dan ujungujungnya berita bahwa kitab suci itu dijaga tuhan dalam keasliannya, itu mampu ditelusuri.  Jadi jelas, manusia itu pintar dalam berkamuflase dalam hal membangun opini masyarakat, dengan demikian selayaknya JIL terus membimbing masyarakat yang menggunakan rasionya dalam memahami kitab suci.
Terima kasih
Wassalam

#3. Dikirim oleh H. Bebey  pada  27/11   08:09 AM

Sangat aneh kalau orang Indonesia justru belajar ke saudik arabia. Bukannya seharusnya mereka yang wajib belajar dari kita yang jauh lebih maju dalam kehidupan ?

#4. Dikirim oleh yutasa  pada  15/12   09:24 PM

untuk alatif; ..Bagaimana pula dengan orang-orang Indonesia yang menanggalkan otaknya lalu menggatinya dengan CIP2 Programer AMERIKA?.....Thank For YOU AMERIKA True System?.......Adakah mereka bukan tertipu atau tercuci otak?.

#5. Dikirim oleh joni jefri  pada  23/12   03:19 PM

buat (alatif). Tertipu biasanya orang bodoh jahil. tetapi bangsa Indonesia banyak yang cendikiawan tetapi melacurkan diri kepada setan-setan Barat dengan harga yang sedikit (tsmanan Qalil) seperti kelompok JIL misalnya.Oleh itu coba fikir neraka yangmana semua manusia akan melewatinya, baik dengan aman tenteram atau tersiksa. Dari merapi saja manusia tidak tahan lalu mati, tetapi disana sesakit apapun tidak akan mati2 lagi.

#6. Dikirim oleh joko  pada  10/01   12:06 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?