Slamet Gundono: Toleransi Akan Lestari Kalau Tak Ada Politisasi
Oleh Redaksi
Hubungan Islam dengan budaya lokal akan tetap mesra bila tingkat kearifan dan toleransi beragama tetap lestari dan terjaga di tengah masyarakat. Benturan-benturan baru muncul ketika adanya politisasi agama. Demikian pengalaman dalang Wayang Suket ternama, Slamet Gundono, sebagaimana yang ia tutukan pada Novriantoni dan Anick Hamim Tohari dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (1/6) lalu.
Komentar
Tabiat intoleransi terhadap hal-hal yang sudah menjadi sunnatullah adalah produk dari keserakahan duniawi (kekuasaan, popularitas, dan pujian makhluk). Ini hanya akan merugikan pelakunya sendiri, yaitu terpenjara oleh sikap arogan dan dengki serta jauh dari sikap lapang dada dan kejernihan.
Namun adanya watak seperti itu juga sudah di ‘nash’ oleh Yang Maha Luhur untuk selalu ada dalam kehidupan dunia. Sehingga bagi kita yang memilih beruntung dan berdakwah untuk keberuntungan, memperjuangkan toleransi adalah salah satu syaratnya. Karena toleransi adalah jalan yang kondusif bagi setiap manusia untuk benar-benar mengenal dirinya & mengenal Diri-Nya. Dan kita percayakan 100% kepada Allah SWT untuk memberi posisi para makhluk di hadapan-Nya.
“I love You full….. !”, kata Mbah Surip.
——-
Komentar Masuk (1)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)