Gagasan,
05/08/2003

Tuhan yang Bersemayam dalam Akal Kita

Oleh Adi Bunardi

Merefleksikan pencarian Tuhan melalui akal.

05/08/2003 06:47 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (171)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 9 dari 9 halaman‹ First  < 7 8 9

mencari yang seperti apa yang dibutuhkan.. manusia…apa mungkin harus ketemu dan berhadapan? itu tak mungkin keyakinan kita akan tuhanitu merupakan modal utama bahwa kita menemukan tuhan tak terlalu mengedepankan rasio yang berlebihan karena pada akhirnya menemui jalan buntu karena tuhan menciptakan rasio kita di bawah naungan dan batasannya,, mampukah rasio kita memikirkannya sampai dapat???

#161. Dikirim oleh agus mujib  pada  21/03   06:03 PM

Akal ?

#162. Dikirim oleh Saif Bahar  pada  23/03   11:40 AM

Akal ?

Bicara akal artinya kita bicara alat2 utk mgetahui dalam diri manusia..
Dan juga susunan ttg realitas manusia..

Omong2,
sjauh mana sih akal yg kita punya mampu menjelajah realitas ?

#163. Dikirim oleh Saif Bahar  pada  23/03   11:44 AM

ketika kita berbicara akal dan tuhan, maka hasil tentang proses berfikir akal itu,  tidak akan pernah sempurna, karena memeng akal itu tidak sempurna dan tidak akan paarnah sempurn.perlu and ingat rasululah pernah bersabda: tafakkaruu an kahlqillah walaa tatafakkaruu an dzatillah. artinya: berfikirlah tentang ciptaan allah, dan janganlah berfiki tentang allah. karna apa? karena itu masalah keimanan, bukan masalah kpercayaan. dan janganlah anda samakan antara iman dan kepercayaan karena kedanya sanngat beeeerbeda. jadi berhati-hatilah dalam bertafakkur, takut menjadi kufur.

#164. Dikirim oleh naufl el -faiz  pada  29/04   09:29 AM

tuhanku tidak bisa dijangkau oleh ciptaannya,tetapi tuhan akan dapat dijangkau oleh hati dan akal manusia. nilai ikhsan akan menjadi dewasa ketika manusia mau mengasah akal dan hatinya dalam upaya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

#165. Dikirim oleh sugihartono  pada  15/05   09:13 PM

tidak usah memikirkan Tuhan dengan akal.Akal kita itu terbatas. yang terpenting adalah mengerjakan apa-apa yang diperintahkan Tuhan.

#166. Dikirim oleh bagus  pada  16/05   02:25 PM

epada yang suka mengotak-atik tentang keberadaan Tuhan dan agama, wes mendingan otak-atik persamaan differensial biasa aja lah, otak jd tajam dan bermanfaat daripada maksa mengotak-atik filsafat. dan lagi daripada buang-buang energi masukkan filsafat ke Islam, mendingan baca buku-buku ulama salafush shalih deh. daripada tersesat, udah capek berfilsafat dan bersilat lidah, nah ternyata salah, makin jauh dari Islam yang diajarkan Nabi.
Oya, gampangnya gini aja: Rasulullah aja ga pernah pake filsafat, tapi hanya dgn aku mendengar dan aku taat. ya udah gitu dengar dan taat pada perintah Allah dan Rasul-Nya
pake cape berfilsafat non

#167. Dikirim oleh wulan  pada  30/05   08:19 PM

saudara2ku yg pernah mengalami masa sebelum g30s, pasti ingat salah satu contoh indoktrinasi pki waktu itu adalah: seorang anak disuruh untuk minta sepotong kapur tulis kepada tuhan (ternyata ga dikasih), trus anak itu disuruh minta pada orang (dikasih) itulah pembodohan ala pki identik dengan pembodohan ala JIL, cuma yg saya heran koq saudara2ku JIL ini ga bisa insyaf ya, wong belajar islam koq di amrik sama aja belajar bahasa jawa di jepang atau di rusia geeto

#168. Dikirim oleh odong odong  pada  13/08   05:13 PM

emang akal itu apaan Om,..gede yah.kok tuhan bisa bersemayam didalamnya.gedean akal dong sama Tuhan.

#169. Dikirim oleh astrazinga  pada  23/08   03:45 PM

bray,,islam ga bsa d ukur pake akal…bktix abu jahal ga briman gara2 ngkur isro mi’roj dengan akal…
sprtu kringana yg ada pada mshulkhuffain
klo d pkir pke akal tntu mengusapa atasx lbih utama karena kotor…tp islam mensyariatkan hanya atasx saja..!!!

#170. Dikirim oleh Violeta  pada  12/10   12:08 PM

Akal adalah buatan Tuhan sebagai sarana kita ‘memahami’ Dia. Itulah yang membedakan manusia dan binatang. Kalau ada yang bilang agama tidak bisa disamakan dengan akal berarti hanya 2 kemungkinan : 1. agamanya salah   2. penafsiran agamanya salah.

“Agama tidak bisa ditafsirkan dengan akal” adalah doktrin akal2an dari pemuka agama bodoh yang ‘terjebak’ dengan pertanyaan yang tidak mampu ia jawab. Dari wahyu pertama aja Islam sudah menjunjung tinggi akal, masa kebesaran Islam di Ilmu pengetahuan (ibnu rasyid dll) pun karena hanya Islam, agama saat itu yang memberi ruang untuk akal supaya berkembang.

Makin sekarang Islam makin mundur karena banyak ustadz2 karbitan yang memakai cara mudah untuk mempertahankan eksistensinya sebagai pemimpin, padahal tanpa ia sadari ia memiliki andil dlm menghancurkan peradaban Islam.

#171. Dikirim oleh lutfie  pada  22/04   01:29 PM
Halaman 9 dari 9 halaman‹ First  < 7 8 9

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?