Editorial,
04/10/2010

Umat Islam Tak Perlu Dibela

Oleh Saidiman Ahmad

Membela kelompok berdasarkan identitas agama juga sangat berbahaya bagi keadilan. Betapapun mulia ajaran sebuah agama, belum tentu mulia perilaku umatnya.

04/10/2010 09:04 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (36)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Assalamualakium Wr.Wb.
saya rasa contoh yang pak saidiman berikan mengenai persoalan perbedaan pendapat mengenai siapa yang menjadi pengganti Nabi Muhammad tidaklah tepat untuk disamakan dengan persoalan ahmadiyah,persoalan yang terjadi saat itu adalah persoalan ijtihad mengenai siapa yang pantas untuk melanjutkan kepemimpinan Rasulullah lagipula masalah itupun sebenarnya sudah terselesaikan karena sebelum sepeninggalannya, beliau telah menunjuk salah satu dari sahabatnya (Abu bakar ra) untuk menggantikan beliau,sementara masalah yang terjadi dengan ahmadiyah adalah masalah aqidah umat Islam,karena Islam mengajarkan dalam Al-Qur’an bahwa Nabi terakhir yang menjadi utusan Allah SWT adalah Muhammad SAW dan tidak ada nabi setelah Beliau.Wallahu A’lam

#1. Dikirim oleh rifki akbar  pada  04/10   12:23 PM

Tuhan saja tidak perlu pembenaran dan pembelaan koq. Apalagi Islam atau entitas tertentu dan para penganutnya.

Hal ini sangat mungkin ketika kehidupan berjalan liner dan harmonis. Namun akhir-akhir ini kita malah mendapatkan bahwa keragaman perbedaan menjadi ancaman buat segelintir orang yang memimpikan universalisme ajaran atas nama kebenaran agama.

Tentunya universalisme ini akan mengeksklusi entitas lain yang berada dalam posisi liyan. Sebut saja Ahmadiyah yang senantiasa di-liyan-kan dalam kehidupan bermasyarakat. Orang-orangnya dieksklusi sementara tempat ibadahnya di rusak.

Kiranya bangsa ini memang masih belum dewasa dalam menjalankan keberagaman sebagai modal sosial. Keragaman akan semakin terancam jika pemerintah sendiri sudah tidak lagi peduli. Entah sampai kapan pemerintah hanya ngurusi masalah politik golongan dan popularitas belaka.

#2. Dikirim oleh edi purwanto  pada  04/10   11:33 PM

Sebuah nasehat khalifah Abu Bakar dan imam Safie
yang baik di ikuti oleh ulama2 atau usztda2;

Kalau aku mengikuti al Quran, ikutilah aku,
kalau aku salah, tegurlah aku
kalau aku menyimpang,tinggalkan aku

Ajaran Islam (al quran ) adalah benar
orang2 islam belum tentu benar..

Hati hati membela orang2 Islam atau ormas islam dll apalagi memakai simbol2 Islam..dll


http://latifabdul.multiply.com/

#3. Dikirim oleh alatif  pada  05/10   03:31 AM

Saya sangat sependapat dengan Bp. Saidiman Ahmad bahwa agama memang tidak perlu dibela. Kenapa? Allah menurunkan agama untuk dihayati dan dipahami karena di sanalah ada perintah yang diberikan oleh Allah kepada kita umatnya.
Kami mengajak seluruh umat beragama di negeri ini untuk merenungkan kalimat ini “Apakah iman kita akan luntur, jika ada sesoarang atau sekelompok orang menjalankan agama kita dengan cara yang menurut kita salah?” Kalau jawaban kita adalah bisa melunturkan iman kita, itu sama artinya kita menunjuk ke muka kita sendiri bahwa iman kita masih sangat lemah sehingga mudah terbelokkan oleh peristiwa yang ada di sekitar kita.
Saya ingin memberikan cerita flashback sebagai berikut. Saudara-saudaraku tentu masih ingat di tahun 80-a muncul aliran COG (Children of God). Mereka mengambil dari ayat-ayat yang ada di kitab suci Injil dan menafsirkan sesuai dengan selera mereka. Saya kebutulan mengenal beberapa orang yang ikut aktif dalam aliran ini. Saya hanya tertawa ketika mereka mencoba untuk mempengaruhi saya. Saya tidak pernah marah ketika mereka berdialog dengan saya. Yang saya lakukan adalah sebisa mungkin memberikan penafsiran yang menurut saya lebih benar. Ketika mereka tetap pada pendirian mereka, saya hanya mengatakan kepada mereka begini: “Kalau memang apa yang anda tafsirkan itu benar, maka aliran COG ini akan berkembang dan banyak pengikutnya. Tetapi kalau anda salah, maka aliran ini akan mati dengan sendirinya”. Dan apa yang terjadi, aliran ini akhirnya mati dengan sendirinya meskipun memang ada larangan dari pemerintah karena di dalamnya ada praktek yang berbau porno.
Kenapa saya tidak mau menyakiti mereka. Pertama, karena di agama saya diajarkan untuk tidak boleh menyakiti orang lain siapapun orang lain. Apalagi kalau persoalannya hanya salah tafsir. Biarlah mereka yang salah menafsirkan yang akan menangung akibatnya sendiri. Yang kedua, apa yang mereka lakukan, tidak akan pernah mengurangi sedikit pun iman kristiani saya. Saya tetap akan menjadi seorang katholik meskipun sejuta orang di sekeliling saya yang salah menafsirkan Injil dan membentuk aliran baru. Tidak akan berpengaruh sedikit pun buat saya, karena bagi saya agama adalah sesuatu yang sangat pribadi. Agama hanya mengajarkan kepada saya bagaimana saya harus berkomunikasi dengan Allah agar saya diberikan tuntunan hidup sehingga akhirnya saya menjadi orang yang baik dan berbudi luhur.

#4. Dikirim oleh Putra Pertiwi  pada  05/10   07:04 AM

Saya ingin memberikan komentar

Saya sering berdiskusi dengan teman-teman mengenai masalah-masalah terorisme dan keributan-keributan yang melibatkan atau dikaitkan (atau sengaja dikait-kaitkan) dengan islam. Kesimpulan yang sering kami peroleh dari diskusi-diskusi dengan teman-teman dan waktu diskusi yang berbeda adalah umat islam (mungkin lebih tepat dikatakan ada beberapa umat islam) yang sering memandang atau menyimpulkan suatu masalah hanya semata-mata dari sudut islam dan non islam. Yang terjadi kemudian adalah mereka (umat islam) melakukan pembelaan membabi buta hanya karena kesamaan agama. Terus terang ini adalah cara berpikir yang sangat konyol!!! Saya kemukakan beberapa contoh, antara lain : saat keributan ambon dan poso, banyak umat islam dengan semangat menyala-nyala melakukan jihad ke ambon dan poso karena kebetulan pertempuran terjadi antara penduduk beragama kristen melawan penduduk beragama islam. Untuk kasus ambon beberapa jihadis mengemukakan alasan bahwa ambon hendak memisahklan diri dari NKRI sehingga mereka perlu mencegah hal itu. Sekarang bandingkan ketika GAM yang nyata-nyata dan terang-terangan hendak memisahkan diri dari NKRI. Adakah para jihadis berlomba-lomba berangkat ke aceh untuk mencegah niat GAM tersebut??? Saya hakul yakin kalau seandainya sebagian besar penduduk aceh beragama non islam, hampir bisa dipastikan bahwa para jihadis itu akan berbondong-bondong mendatangi aceh. Bandingkan kasus poso dan sampit. Pada saat kerusuhan sampit dimana pertempuran terjadi antara suku madura (islam) dan penduduk sampit non madura, tidak ada kehadiran para jihadis kesana, karena penduduk sampit yang bertempur melawan madura juga banyak yang beragama islam. Dalam tatanan yang lebih besar lagi, kita lihat semangat para mujahidin (termasuk dari Indonesia)yang membantu penduduk afganistan melawan tentara uni soviet. Ketika akhirnya uni soviet keluar dari sana dan penduduk afganistan saling baku bunuh dengan saudaranya sendiri, kembali kita lihat tidak ada para jihadis yang berinisiatif menyelesaikan permasalahan disana. Ketika kemudian Amerika dkk berperang melawan taliban, juga pertempuran di Irak, para jihadis kembali berbondong-bondong ikut bertempur hanya karena kesamaan agama. Kalau saja seandainya rakyat palestina semua atau sebagian besar beragama hindu misalnya, apakah PKS masih berminat membantu dan menjadikan palestina dalam agenda politiknya? Saya punya pengalaman konyol lain, ketika uni soviet sudah meninggalkan afganistan (kurun waktunya jauh sebelum peristiwa WTC) dan pertempuran antara fraksi-fraksi disana masih seru-serunya. Dua orang afgansitan yang berbaju sorban panjang dan berjenggot datang ke kantor saya meminta bantuan dana (kantor saya kebetulan milik seorang konglomerat muslim). Dua orang tersebut dengan bahasa inggris fasih berkata bantuan dana ini untuk membantu perang suci alias berjihad. Ketika saya tanya, bantuan tersebut akan disalurkan ke fraksi yang mana, karena setahu saya ada lebih dari lima fraksi yang saling bunuh di afganisthan, sama-sama muslim dan sama-sama mengaku ber JIHAD!!! Keduanya langsung ngeloyor pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Dalam salah satu situs internet pada saat tsunami memporandakan aceh, seseorang berkomentar, bahwa para ustad dalam kotbahnya pasti berkata bahwa tsunami itu adalah ujian dari allah swt, yang ingin tahu ketabahan umatnya menghadapi bencana. Ustad-ustad berkata bahwa tsunami itu ujian karena penduduk aceh sebagian besar muslim. Seandainya tsunami menimpa menado atau bali yang sebagian besar non muslim, maka kotbah dari ustad akan mengatakan bahwa itulah hukuman tuhan untuk orang-orang kafir. Alamaaakkkkk!!!!

#5. Dikirim oleh cinta damai  pada  05/10   07:54 AM

Pertentangan teologis antar umat muslim yg ditinggalkan ulama abad tengah memang belum selesai, silahkan mau ikut yang mana, tinggal diamalkan, smoga tuhan maklum, asal jangan pada ribut dan saling adu otot. Adapun pertentangan teologis antar muslim vs non muslim (termasuk Ahmadiyah kalau ada yang menganggapnya di luar islam) juga jangan diributkan, selagi ada yang mau percaya silahkan saja. Dulu waktu Muhammad mengaku nabi, tentunya pengikut nasrani dan yahudi dianggap sesat, pasti mereka marah. Jadi kalau sekarang dan nanti ada yang mengaku nabi baru sebagai penyempurna nabi Muhammad, seharusnya umat muslim jangan marah. Jangankan mau mengaku nabi, kalau ada yang mengaku tuhan juga silahkan, asal ada yang mau percaya. Silahkan menganggap orang/kelompok lain sesat dan menyesatkan, tapi karena ini soal keimanan, jangan main usir dan bakar. Lawanlah dakwah dengan dakwah. Apa yang dilakukan MUI dan partai islam saat ini ?. Kalau dakwah dilakukan dengan sentuhan kebutuhan dasar manusia seperti santunan kepada fakir miskin, saya yakin pengikut kelompok yang dianggap sesat itu akan kekurangan peminat. Yang ada sekarang ini umat ditarik-tarik jadi partisan politik, ada santunan diartikan sebagai jual beli suara, tidak ikhlas, jadi partai islam membuat keimanan umat tambah rusak….............

#6. Dikirim oleh Teguhsuseno  pada  05/10   11:39 AM

cara berfikir sebagian umat islam berstandar ganda. al-quran menyatakan Muhamad adalah nabi terakhir, namun beliau sendiri menyatakan bahwa pada akhir zaman akan turun Isa Al Masih dan Imam Mahdi. apakah salah bila ada orang mengklaim dirinya sebagai titisan Nabi Isa atau Imam Mahdi yang dijanjikan? Bila Mirza menipu ya biarlah kan dia sendiri yang menanggung segala akibatnya di akhirat nanti. Sebaliknya bila benar? Nah lo bagaimana? padahal sudah terlanjur mengobrak-abrik pengikutnya.

#7. Dikirim oleh roni  pada  05/10   12:27 PM

Assalamualaikum wr wb

Pak Saidiman yth.
Yang mesti di perjuangkan adalah : persaudaraan, toleransi, kebebasan ? persaudaraan, toleransi, kebebasan versi siapa? Islam sudah punya kok aturan dan batas persaudaraan, Islam agama yang paling toleran, dan kebebasan juga ada batas2nya.
Mengenai kasus HKBP apa bapak lihat dengan mata kepala sendiri kronologinya? Atau bapak dapat sumber dari mana? Sudahkah bapak cek dan re cek kebenaran beritanya.
Apa umat Islam tidak boleh membela agamanya sementara ada orang semena-mena mengaku dirinya Islam tapi melecehkan akidahnya.
Bapak Islam tapi sepertinya tidak pernah bermanfaat buat agama bapak.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

#8. Dikirim oleh Akhyar M. Zen  pada  05/10   04:59 PM

Pendapat saya islam dan ummat islam harus menjadi satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan. Bagaimana mungkin islam bisa berkembang sampai sekarang bila tidak ada umatnya, sebaliknya yang menjadi dasar keyakinan seorang muslim adalah ajaran islam. Kalau yang anda maksud orang yang “mengaku” islam tetapi masih berbuat kemunkaran itu lain soal. Artinya orang tersebut belum melaksanakan ajaran islam secara kaffah. Belum menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, sesuai arti islam itu sendiri.
Persoalan ahmadiyah yang dibela adalah agama Allah, bukan kaum mayoritas. Allah memang telah memerintahkan kita untuk menolong agamaNya.
Yaayyuhal ladzina amanu kuunu ansharallah.
Lagi disini, bukan karena Allah lemah atau perlu pertolongan. Allah hanya ingin menilai/menguji mana diantara makhlukNya yang memang beriman dan paling baik amalnya.
Justru umat islam sendiri yang rugi bila tidak mau menolong agama Allah, karena telah dijanjikan balasan yang besar bagi yang mengerjakan.
Andaipun tidak ada atau sangat sedikit yang mau, maka yakinlah agama Allah akan tetap tegak sampai akhir zaman, karena Allah maha kuat dan maha perkasa.

#9. Dikirim oleh Tommy  pada  06/10   04:00 AM

Teman-teman yg terkasih
Sebagai minoritas katolik yang lahir sebagai orang Indonesia dan hidup di tengah mayoritas agama Islam saya selalu berpikir dan bertanya seperti ini, mengapa saudara-saudaraku yg muslim nampak begitu takut dengan kelompok-kelompok lain? Secara psikologis ini tanda2 adanya lack of confidence terhadap agama dan atau kelompok2 lain. Saya selalu mengatakan Islam tak perlu takut dan cemas bahwa kelompok2 lain akan menjadi mayoritas di nusantara ini. That’s impossible thing.

Namun hal yg lebih fundamental yg patut direnungkan oleh saudara2 muslim adalah mindset yg telah dibangun bahwa kelompok di luar Islam adalah sesat dan tidak selamat. Titik inilah yang paling krusial. Apakah ini sebuah iman??? saudara muslim akan mengatakan YA itulah yang kami imani dalam Al’quraan. Lalu saya bertanya apa artinya IMAN? apakah essensi sebuah iman seorang muslim adalah mensubordinasi elemen-elemen kebenaran lainnya? selanjutnya apakah karena alasan iman saya boleh menghancurkan kelompok lain misalnya ahmadyiah? ataukah iman adalah sebuah relasi personal dengan Allah yg terejawantah dalam perilaku cinta sesama dan alam sekitar? Menurut pendapatku sebagaian saudara2 muslim masih berada pada level iman sebagai subordinasi elemen kebenaran lain. Titik inilah yg membuat ketidakmampuan untuk terbuka dan menerima orang lain dan itu berarti bukan lagi iman tapi indoktrinasi salah yang dengan sendirinya membentuk mindset yg keliru. Dalam Kekristinen ada ribuan sekte atau aliran-aliran dalam gereja. Kalau mau ditanya Gereja manakah yang paling tua dan pertama ada. Sejarah mengatakan bahwa yang pertama adalah ada Gereja Katolik bahkan ada sebelum Islam lahir, apalagi kelompok-kelompk protestan yang baru ada abad 15. Apa sikap gereja Katolik? tak ada penghakiman dan tak ada anggapan sesat, tak ada pula membakar gereja lain. Bahkan yang ada adalah dibangunnya ekumenisme yang di dalamnya ada dialog. Gereja Katolik sedikitpun tidak kehilangan kepercayaan dirinya dengan berjamurnya kelompok-kelompok lain.Mengapa demikian karena Iman adalah relasi personal dengan Tuhan. Iman adalah pencaharian kebenaran tertinggi. Kita semua kini sementara berziarah tuk memandang wajah Allah.

Kesempurnaan wajah Allah tidak bisa diklaim ada di dalam agama kita saja namun wajah Allah nampak nyata dalam diri mereka yang disingkirkan, mereka yang selalu diancam kehidupannya, mereka yang menangis dan menderita, mereka yang diusir dari tanahnya sendiri oleh saudara-saudaranya justru mengatakan beriman kepada Allah.

salam damai

#10. Dikirim oleh jemy  pada  06/10   07:33 PM

Contoh Nyata adalah ketegangan Indonesia vs Malaysia. Keduanya mayoritas muslim. Andaikan benar terjadi perang, apakah dunia arab mau membela atas dasar sesama umat Islam? lantas mana yg mau dibela? Malaysia atau Indonesia? Atau malah tidak dibela dua-duanya? Lalu kedua negara sama-sama minta dukungan dunia Islam atas dasar kesamaan agama?
Terakir pasti kedua negara minta dukungan internasional. Lah kalau Inggris & sekutunya ternyata pro malaysia, maka Indonesia akan teriak “Malaysia negara thoqut” ayo dunia Islam serang malaysia!
Tapi kalau ternyata Indonesia didukung Amerika? Gantian malaysia yg akan teriak bahwa ini perang suci melawan kafirun amerika.

Hehee…pdhal persoalan utama soal klaim wilayah, ketegangan teritori, & eksistensi negara. Bukan soal agama. Jangan-jangan itulah yg terjadi di timur tengah, sayangnya kita jauh dari sana maka tdk tahu apa-apa.
Intinya, kalau mau membela umat Islam ya harus ditest org tsb sholatnya bener enggak, paham agama betul enggak, n persoalan tsb bener soal agama enggak. Jangan sampe soal sengketa tanah keluarga saja, dibawa ke isu S.A.R.A spt agama

#11. Dikirim oleh karliemon  pada  07/10   03:04 AM

@teguh suseno
Coba baca lagi sejarah islam, Rasulullah SAW dan Alqur’an dengan lebih detail jangan korupsi dalil, manipulasi hujjah.
Gini aja coba tunjukkan dalil baik Alqur’an atau hadits yang menunjukkan bahwa Rasul SAW mengatakan bahwa yahudi dan nasrani sesat, nabi main usir main bakar tempat ibadah atau kitab taurat maupun injil. Jutru nabi yang diusir dari mekkah.
Ayo tunjukkan dalil anda bila anda memang orang yang benar, jangan cuma berandai-andai
@Roni
Memang nabi mengisyaratkan bahwa Al Mahdi akan turun di akhir zaman tetapi bukan sebagai nabi (sebagai ummat Muhammad) dan tidak membawa syariat. Juga turunnya imam Mahdi untuk meluruskan kepercayaan bahwa dia tidak pernah mengatakan dirinya Tuhan, atau anak Tuhan
Dan tidak pernah Nabi Isa AS minta disembah
Kedua ahmadiyah mempunyai kitab suci selain Alqur’an, jangan juga diperdebatkan lagi bahwa kitab Tadzkirah bukan kitab suci, melainkan pengalaman ruhani ghulam ahmad. Ayo lagi-lagi kita buka sama-sama tadzkirah kalau anda ragu.
Atau justru anda belum pernah lihat dan baca bukunya?

#12. Dikirim oleh Tommy  pada  07/10   04:13 AM

Ass.Wr.Wb.
Mengenai Ahmadyah, masa iya sich MIRZA GHULAM AHMAD titisan Nabi atau apalah, melainkan dia adalah Nabi Palsu (Sang Pendusta Besar). Agama Islam tidak mengenal titisan / Reinkarnasi dan sejenisnya. Mana ada Nabi membela Penjajahan, Mengacak-acak Agama Islam . Sekali lagi harus diingat bahwa AHMADIYAH itu adalah Merusak agama Islam dgn memakai embel-embel ISLAM.
Islam dan Umat Islam itu tentunya harus dibela sampai titik darah penghabisan dgn niat Lillaahi ta’alaa selagi posisi kita sedang teraniaya, difitnah baik dari Internal dan Eksternal itulah nilai Pengabdian kita di mata ALLAH SWT

#13. Dikirim oleh Uchon  pada  07/10   08:13 AM

Bukan kita yang membela & menyelamatkan Islam, Islamlah sebenarnya yg membela & menyelamatkan kita…..jadi jangan merasa arogant, sombong & jumawah seolah olah kita telah membela Islam.

#14. Dikirim oleh Kang Eddie  pada  07/10   08:39 AM

Khasmir seperti kita ketahui sudah sangat lama menjadi sumber konflik antara dua negara yang bertetangga yaitu India dan Pakistan. India kebetulan berpenduduk mayoritas hindu dan pakistan kebetulan mayoritas penduduknya muslim. Khasmir adalah daerah yang sangat subur dan diperkirakan alamnya mengandung mineral dan bahan tambang bernilai ekonomis sangat tinggi. Perselisihan antara India dan Pakistan diperparah oleh sikap OKI yang terang-terangan membantu Khasmir melepaskan diri dari India, karena mayorita penduduk Khasmir beragama islam. Sulit sekali menutupi keinginan Pakistan yang bernafsu menjadikan Khasmir sebagai bagian dari negaranya karena keuntungan ekonomis yang luar biasa. Maka sentimen keagamaan pun ikut dimainkan oleh Pakistan dalam memenuhi ambisinya tersebut. Seandainya kedua negara tersebut berperang kembali untuk memperebutkan Khasmir, maka kita sudah dipastikan akan kembali menyaksikan PARADE KEBODOHAN dari saudara-saudara kita umat islam di Indonesia. Mereka akan berdemo dijalan-jalan dan berteriak-teriak mengorganisir gerakan jihad untuk membela Pakistan. Kenapa saya katakan PARADE KEBODOHAN??? Karena Pakistan dan India rebutan tanah, tapi kita (umat islam) menjadikan dan manganggap itu adalah perang agama, antara islam melawan orang kafir. Kalau ada yang nggak percaya dengan prediksi saya, lihat saja nanti, kalau India dan Pakistan kembali berperang memperebutkan Khasmir!!!

#15. Dikirim oleh ahmadiyah  pada  07/10   10:11 AM

Saudara Cinta Damai

Analisis saudara cinta damai kelihatan murahan, tapi banyak benarnya. Saya ingat waktu Amerika dkk mengintervensi Afghanistan dan Irak. Nyaris setiap hari kita menyaksikan demo dan penggalangan sukarelawan untuk berjihad ke Afganisthan dan Irak. Tapi coba kita lihat waktu GAM sedang seru-serunya bertempur dengan TNI, tidak satupun batang hidung para penggemar Jihad yang berdemo untuk menggalang dukungan melawan GAM. Entah para Jihadis tersebut lebih mulia rasanya membela orang-orang Afganisthan dan Irak dibandingkan membela tanah airnya sendiri. Kalau ada yang bertanya kenapa para Jihadis enggan berjihad ke Aceh, jawabannya sangat sederhana seperti yang dikemukakan oleh sdr. cinta damai, karena GAM dan orang-orang Aceh mayoritas muslim!!! Coba yang mau memisahkan diri dari NKRI adalah propinsi Bali atau Manado, maka Habib Riziek, Abu Bakar Baasyir, PKS dan masanya akan gegap gempita memenuhi jalanan berdemo sambil mengacungkan pentungan!!!!!!!!!!

#16. Dikirim oleh kucrut  pada  07/10   10:21 AM

Kenapa 8 juta muslim Amerika dapat hidup harmoni dan sejahtera di Amerika?

MASARAKAT MUSLIM AMERIKA DAPAT DIJADIKAN CONTOH CARA BERMASARAKAT.

Sedangkan kalau kita lihat di negeri2 Sayudi,Iran Sudan, Indonesia.Malaysia,
Pakistan,
India, Iraq, Afganistan, Negria, dll , dimana golongan Mojoritas menindas dan
berlaku zolim kepada firqoh2 islam minoritas.
Akibatnya dlm masarakat Islam selalu terjadi konflik dan permusuhan bahkan
membunuh lawan2nya sampai hari ini. Menyedihkan hati kita semua bukan?

Kita ketahui bahwa ajaran islam itu adalah ajaran yang membawa “rahmat” untuk
semua masarakat agar dapat hidup damai dan hormoni apalagi sesama muslim. Namun
cita2 yang luhur itu tidak pernah terjadi dalam masarakat majoritas Islam.Lucu
sekali.

Masarakat Islam yang terdiri dari puluhan firqoh2 islam di Amerika seperti;
Mashab Safie, Hanafi,Maliki, Hambali
sunni,Tablikh,Wahhabi,Salafiah,kawarajji,muktazilat, Muslim Black
Amerika,Gol.Anti Hadits.Syiah terbagi 12 imam, Sufi,Islamel, fatimah,Zaidi,Druze
Ahmadiah, dlm strtegi perjuangan dpt pula kita bagi 3 golongan;
Liberal,Radikal,Moderat .dll)

dapat menjalankan ibadah dengan damai kepada ALLAH swt sesuai dengan keyakinan
masing
masing.dan mereka mempunyai masing2 mesjid dengan pengikut2nya.. Indah sekali
bukan?

Seorang mantan pekerja Insinyur minyak sebuah perusahaan minyak di Saudi
hijjarah ke Amerika mengikuti anak2nya yang sudah bekerja di Amerika.Pada suatu
shalat magrip kami dapat ber-bincang2 tentang pengalaman hidupnya selama tinggal
di Saudi.

Dia mengatakan bahwa tinggal di Amerika adalah Syurga bagi penganut2 agama,
karena semua dijamin oleh undang2 Amerika. Golongan mojoritas tidak dapat
menghakimi atau mengharamkan atau melarang klompok2 islam yang di anggapnya
sesat. Pemerintah memberikan jaminan untuk berdakwah dan mendirikan mesdjid.

Lain dengan negari Saudi waktu saya tinggal di Saudi, klompok2 islam dari Asia
diperlakukan diskriminasi baik di tempat tempat bekerja, maupun dlm berdakwah
atau sebagai imam mesdjid.

2 juta klompok muslim Syiah yang diperlakukan diskriminasi di saudi, di Amerika
diberikan hak yang sama dengan klompok2 lainnya.Lucu bukan?

Klompok Ahamadiyah dan anti hadits2 dll juga mendapat perlindungan dari
pemerintah Amarika.walaupun ada klompok2 garis keras wahabi di Amerika, tapi
mereka tidak berkuasa untuk melarang klompok2 yang dianggapnya sesat.

Umumnya Muslim Amerika mengutuk klompok2 islam garis keras dan terorist
Taliban,al Qaida
dll. Muslim Amerika ingin menegakan kebanaran walaupun pahit. Artinya kalau ada
klompok2 islam International yang berpaham terorits, kami bukan berpihak kepada
mereka walaupun mereka muslim, tapi kami mengutuk mereka. Muslim Amerika
mempertahankan Amerika dari serangan2 terorits atas nama Islam.

“Calgary Imam Syed Soharwardy said attacks on Canadian or American soil are
essentially attacks on Muslims.Calgary Imam Syed Soharwardy said attacks on
Canadian or American soil are essentially attacks on Muslims. (Larry
MacDougal/Canadian Press)

A group of Canadian and U.S. Islamic leaders on Friday issued a fatwa, or
religious edict, declaring that an attack by extremists on the two countries
would constitute an attack on the 10 million Muslims living in North America.”

Pemuda2 Islam yang datang dari seluruh plosok dunia belajar di Univrsitas2
Amerika, mereka
mendapat inspirasi yang indah melihat masarakat islam yang dapat hidup
damai-sejahtera dan
merdeka melakukan dakwah dan menjalankan ibadah menurut keyakinan masing2.

Mereka berlomba lomba berbuat kebajikan untuk masarakat Amerika. Pemuda2 islam
yang belajar dari Amerika inilah pelopor2 untuk menciptakan masarakat Islam yang
damai di negerinya masing2 dan anti kepada sistem Pemerintahan Syariat Islam
yang diperjuangkan oleh klompok2 garis keras dan terorist. Mereka adalah muslim2
pro demokrasi.

Seorang Khotip dlm shalat Jumaat berkata bahwa siitem pemerintahan Amerika ini
sesunguhnya adalah diambil dari ayat al quran; yaitu;

1.Taati ALLAH dan Rasul, 2 Taati ulil Amri.

Hai orang-orang yang beriman, (1) taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
dan(2) ulil amri di antara kamu. QS 4:59.

Artinya apa? Umat Islam Amerika mentaati ALLAH dan Rasul atau Al Quran…..dan
juga mentaati Peraturan2 Ulil Amri yaitu peraturan2 pemerintahan Amerika.
Peraturan2 Amerika memberikan kedilan kesemua warganya tanpa melihat agama, suku
dan gender.

Begitu pula umat agama lain2nya,seperti yahudi, Hindu,Budha dll juga mentatai
agamanya dan pemerintah Amerika.
. Sebagaimana ALLAH berfirman kpd Nabi Muhammad agar berlaku adil kepada semua
agama dan suku atau warga negara.

Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah( Taurat,Injil, Al quran )
dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu (yahudi,nasrani, mukmin
). QS 42:15..

Wassalamu;alikum

#17. Dikirim oleh alatif  pada  09/10   03:57 PM

Maksudnya dibela dari apa?umat islam lah yang jadi pembela kebenaran,anda pikir kami lemah?

#18. Dikirim oleh Ade suryamen  pada  13/10   02:00 PM

Kalau Umat Islam tidak perlu dibela lalu yang perlu dibela umat yang mana? apakah umat yang kafir?

Umat Islam ya perlu dibela kalau memang umat Islam benar, kalau salah ya diingatkan. Jadi tetap perlu dibela dong mas.

Kalau salah ditegakkan atasnya Nahi Mungkar.

Namun Jika ada konfliks ya tentu umat Islam yang harus dibela wong Anda Islam. Kecuali sekali lagi umat Islamnya yang salah.

#19. Dikirim oleh Rifan Muazin  pada  13/10   04:58 PM

Membela kelompok berdasarkan identitas agama juga sangat berbahaya bagi keadilan. Betapapun mulia ajaran sebuah agama, belum tentu mulia perilaku umatnya.
kalimat yang seperti nya sempurna ...

membela islam adal hak , begitu pun membela umat islam yang di dzalimi karena memegang kekokohan syariat adalah hak ...

@edi purwanto ....anda benar Tuhan tak perlu itu…
namun tuhan memerintah kan membenarkan kebenaran ...
umat islam benar maka yang berpegang pada nya adalah benar ....
dan kedewasaan sebua bangsa bukan di ukur oleh sebuah keberagaman ,kedewasaan itu di ukur oleh sejauh mana kebenaran berdiri menjadi pijakan kaki2 bangsa….

@roni..
tau kah anda siapa yang mengatakan isya dan mahdi akan turun ??

maka yang meykini itu adalah yang benar sedang yang menapikan adala menujukan ketidak tahuan tentang islam…..

@ahmadiyah… anda tahu dari mana pakistan merupakan sistem agama yang di pakai??

coba analogikan ...korur sama korsel ...apa sisetem ateis atau puralis bisa saya salah kan?

anda hanya memandang pada kejadian ...bukan pada hl yang ilmiah dalam islam ...

@..jemy..pertanyaan demikian itu pula yang sedang melintas di benak kaum muslimin di,itali,amerika,ingris , belanda,pransis.australi,swedia,dan lain nya ,
kenapa kalian takut dengan kehadiran kaum muslimin , sampai berbusana wanita muslim saja di permasalah kan ,bahkan lemaga negaranya yang mempermasalahkan…

sedang kami muslim di indonesia,malaisia,bahkan di saudi sekalipun tak pernah melarang kalian ,baik iibada,atau pun sosial kalian ,selama kalian tak merugikan kami…!!


dan saya hendak mengatakan .islam adalah satu,bersatu,dalam ajaran Quran@sunah,Maka yang keluar dari nya , harus mau dikatakan .1 kafir 2 munafik 3 fasik ...
dan satuhal islam di ajarkan pada kami merangkai persaudaraan di dalam naungan nya . bukan di bawah prulalisme atau liberalisme… dan itu Haq bgi islam ,karan Tuhan memerintah kan demikian ...

dan yang mengingkarinya ...dia bertanya pada dirinya , apakah dia Nabi,atau orang yang mau di akui Nabi ....!!!

#20. Dikirim oleh kelana  pada  14/10   11:29 AM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?