Kolom,
21/02/2001

Wacana Islam Liberal Di Timur Tengah

Oleh Luthfi Assyaukanie

Mengapa gerakan Islam Liberal mengalami kemunduran yang sangat serius dan mengapa masyarakat Arab semakin kuat memperlihatkan resistensinya terhadap gerakan itu? Saya tidak tahu pasti jawabannya. Tapi, saya kira, gerakan Islam Liberal yang ada sekarang terlalu elitis dan tidak mengakar ke lapisan masyarakat bawah.

21/02/2001 01:04 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (9)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Assalamualaikum

Selama ini saya seperti katak hidup di bawah tempurung, merasa tabu, tidak boleh mengemukakan ganjalan apa yang ada di hati, kepada siapa saya harus mengadu. Kenapa Ulil di hujat, kenapa harus oleh manusia di hujatnya bukan oleh Tuhan, demikian pula Siti Jenar/ al Halaj, sehingga saya berusaha mengetahui siapa Ulil, Jenar maupun Halaj. Mengapa pemikiran baru yang melawan arus itu walaupun dapat diterima oleh akal sehat sangat dilarang. Apakah karena Tuhan telah menyatakan tidak ada nabi setelah nabi kita Muhamad. Jadi dengan ada informasi itu maka tentunya akan terjadi perang antar saudara sendiri. Tentunya setiap ada perang tentunya ada korban yang tidak diharapkan. Semua itu terjadi karena tidak dapat bertanya langsung pada Tuhan untuk menanyakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Nah kebetulan ada kemajuan teknologi maka kita dapat mendapatkan informasi pendapat dari masyarakat dunia, sepertipun mengenai Islam Liberal ini. Di sini berdiskusi sepuasnya, sehingga masalah tadi dapat terjawab, dan karena saya hidup seperti katak ini (dalam hal agama Islam) bisa memilah-milah mana yang benar dan dibenarkan oleh akal sehat saya (science).

Jelas di Arab IL mengalami kontraksi, kenapa, karena Islam berasal dari sana, coba bayang para umat pergi naik haji, berkunjung kesana, bukankah kalau ini tak terjadi berapa kerugian Arab, dst-dst.

Kita diberi akal untuk dipakai sebaiknya, ya dipakailah, ada sesuatu yang mengganjal, dianalisa sendiri dan akhirnya mendapat jawaban (tentunya sesuai dengan jamannya). Di satu pihak IL di Arab menciut, di lain pihak IL di Indo-Pakistan—dan Indonesia membengkak tentunya mungkin dimulai oleh Jenar, Sunan Kalijaga mungkin pula oleh Ronggowarsito, Mangkubumi IV (ada datanya).

Ingat itu adalah kejadian 1400 tahun yang lalu, tidak habis pikir kenapa demikian melekat, dan menimbulkan permusuhan sesama umat. Yang menurut saya yang hidup di bawah tempurung ini, maka saya memutuskan urusan saya dengan Tuhan akan mengacu pada hukum yang ada di dalam Al Qur’an, sedangkan hubungan saya dengan manusia akan berpegang pada hukum Allah yang tersirat. (Al Qur’an basah).

Wassalam

H. Bebey

#1. Dikirim oleh H. Bebey  pada  01/02   12:02 PM

salam ada orang yang salah tapi mereka merasa benar, yang salah tetaplah salah dan yang benar tetaplah benar, adapun orang yang salah merasa benar adalah orang yang tidak dapat menangkap wahyu Ilahi, wahyu itu sudah ketetapan dan tidak dapat kita rubah apalagi kita atur orang yang tidak waras hanya bisa melamun dan melakukan pekerjaan yang sia2 bagaimana dia bisa mengatur agama, siapasih sebenarnya yang mengatur? orang yang akan masuk islam itu hukumnya mubah akan tetapi kalau sudah masuk islam maka dia wajib melakukan apa yang ada di dalamnya, JIL cepatlah kalian pergi sebelum kalian diusir karena aku bisa datang kapan saja, kebatilan akan selalu roboh. la`natullah untuk JIL selalu
——-

#2. Dikirim oleh jaka  pada  15/08   08:08 PM

Hmm ... dapet datanya darimana ya mas? Kok bisa2nya dibilang perkembangan IL sangat pesat. Mestinya, ukurannya adalah populasi bukan banyaknya artikel-artikel liberal di media massa. Yang jelas, IL mengalami kontraksi karena metodologinya ahistoris, tidak ilmiah, dan bahkan tidak mengikuti metode2 penelitian yang sekuler sekalipun. Semuanya serba relatif dan mengandalkan pendapat pribadi (akal) ketimbang Al Qur’an dan Hadist shahih berdasarkan pemahaman sahabat, dan salafus shalih. Mana yang lebih kita percaya: Ulil Abshar atau Abu Bakar, Lutfi Assyaukanie atau Imam Syafii?

Mas Bebey, mau tidaknya umat Islam naik haji nggak ada hubungannya sama kerugian Arab. Analogi dengan kita mau beribadah kpd Allah atau nggak, nggak bakal mengurangi sedikitpun kebesaran Allah.

Semoga anda semua diberikan hidayah oleh Allah

#3. Dikirim oleh Lutfi  pada  23/07   04:39 AM

Dalam manusia menganut agama-agama adalah tidak ada duanya kecuali mengikuti apa rencana yang telah ditentapkan oleh hukum alamiah sesuai dengan kehendak Allah, yaitu:
Aturan Tunggal Kekal Siklus Dalil Rumusan sejak Adam sesuai Al Baqarah (2) ayat 30-39 (dari suatu ajaran persepsi tunggal agama memenuhi An Nahl (16) ayat 93 dan Al Baqarah (2) ayat 35, kemudian manusia menolak bersatu dan keluar kepada belah-belah persepsi agama kembali memenuhi Al Baqarah (2) ayat 34,36; dan Allah memperingatkan kembali kepada manusia agar bersatu kemabli pada masa siklus 10.000 tahun yang akan datang untuk memenuhi Al A’raaf (7) ayat 27, dan Thaha (20) ayat 117.
Tiap-tiap datangnya persepsi tunggal agama 10.000 tahunan, demi untuk menyatukan kembali persepsi agama yang akan datang, maka Allah menurunkan PENGGENAPAN janjinya yaitu HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53, pada era globalisai memenuhi Al Isro (17) ayat 104, Al Kahfi (18) ayat 99, Al Qari’ah (101) ayat 4.
Jadi semua manusia yang sekarang menganut agama apapun masih dalam kondisi pecah belah menyimpang dari RUMUSAN TUNGGAL ALLAH, sesuai dengan rencana-Nya.
Oleh karena itu apabila manusia ingin benar-benar mengenal apa rencana Allah tentang agama-agama, agar menunggu-nunggu Penggenapan Hari Takwil Kebenaran Kitab tersebut diatas pada era globalisasi ini.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama, millennium ke-3 masehi

#4. Dikirim oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal  pada  29/08   02:44 PM

assalamualaikum ...........
apakah IL telah memiliki departemen kajian diri sebagai dasar utama untuk memahami nilai Ketuhanan dimana hal Ketuhanan sebagai inti dari Agama. jika IL tidak mengacu kepada nilai nilai Ketuhanan yang pada hakikatnya bersemanyam dalam diri maka IL sama dengan kelompok kelompok Agama lain yang memiliki kepentingan tersembunyi. IL harus banyak masuk kewilayah Hakikat untuk mengimbangi logika yang terlalu bebas.

IL akan mampu sebagai pemersatu Agama jika bernaung dalam wilayah pengetahun Syariat, Hakikat dan Makhrifat dan IL harus memiliki tokoh tokoh Spritual yang handal karna Agama tanpa Spritual akan menjadi sebuah pemujaan simbol yang dapat menyesatkan jiwa.

IL juga harus memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan Jiwa (RUH) yang memegang faham Liberal.

Semoga IL akan mampu membongkar rahasia Ketuhanan yang melahirkan Agama. Agama menjadi bersalah salahan karena manusia salah dalam penafsiran tentang Ketuhanan.
Bisakah IL menyatukan Agama tanpa menawarkan konsep Ketuhanan yang Haq karena Tuhan itu satu adanya maka harusnya Agama itu hanya ada satu juga. Mampukah IL menawarkan konsep Ketuhanan yang dapat diterima akal manusia secara Liberal.

salam keberhasilan buat IL yang berani !

#5. Dikirim oleh purwanto  pada  18/01   10:56 AM

Sikap mengakui kenisbian pada masing-masing personal merupakan syarat utama dari suatu diskusi. Perlu adanya kesadaran bahwa dalam pencapaian ilmu & pengetahuan setiap peradaban manusia selalu pada tanda koma.
Sikap absolutis amatlah bertendensi pada kemusyrikan karena keabsolutan hanya ada pada Allah.Meski pun demikian,bukanberarti ini menafikan pintu-pintu menuju kebenaran.Pintu-pintu itu harus selalu dicari karena alasan tanda koma barusan. Saya menggunakan kata “pintu-pintu” bukan berarti menganggap semua pintu adalah selalu benar.Karena itu saya masih menggunakan kata “mencari”.Sebab bila semua pintu adalah benar, apa lagi guna dari suatu pencarian.

#6. Dikirim oleh TaufanHarimurti  pada  28/02   03:08 PM

mengapa ISLAM itu identik dengan kekerasan, sedangkan MUHAMMAD saja tidak tau apa dia masuk SORGA, lalu apakah yang dperjuangkan oleh umat MUSLIM pada agamanya, sedangkan Allah tidak pernah menginginkan KEKERASAN

#7. Dikirim oleh Mahmudah  pada  03/04   02:46 PM

Ulama adalah orang yang paling taqwa dan takut kepa, Allah. Namun orang-orang JIL yang ngaku oarang pinter dan banyak yg Profesor tapi sudah banyak yg keblinger dengan penafsiran ayat-ayat Quran sekehendak pikirannya. Dan yang paling parah adalah suka kontraversi dengan ummat Islam sperti kasus Ahmadiyah, HKPB, perkawinan sejenis dan perkawinan beda agama dll. Sebaiknya JIL sama dengan ahmadiyah kalau kerjaannya selalu kontraversi buat aja agama liberal yang sekuler. Jangan pakai nama Islam lagi (JARINGAN AGAMA LIBERAL).

#8. Dikirim oleh Wali Garuda Nusantara  pada  08/03   11:47 AM

JIL Penipu ummat dan pendusta ayat-ayat Quran

#9. Dikirim oleh Wali Garuda Nusantara  pada  08/03   12:42 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?