Wacana Non-Muslim Masuk Surga
Oleh Abdul Moqsith Ghazali
“Jika demikian pandangan al-Qur’an dan diperkuat tafsir para ulama, maka terang bahwa surga tak dimonopoli komunitas suatu agama. Ia adalah milik publik yang bisa dihuni umat agama mana saja yang beriman dan beramal saleh. Umat Islam yang tak melakukan amal saleh tak secara otomatis masuk surga bahkan bisa masuk ke dalam neraka. Sebaliknya, orang non-Islam yang beriman dan beramal shaleh akan masuk surga. Nabi Muhammad bersabda, “saya melihat seorang pendeta berada di dalam surga sedang memakai baju sutera karena ia beriman”. Yang dimaksud dengan pendeta ini adalah Waraqah ibn Naufal.”
Komentar
Orang Yahudi dan Nasrani yang beriman secara benar dan beramal sholeh bisa masuk surga itu benar. Tetapi harus diperhatikan dan diperjelas apa itu beriman secara benar menurut Al Quran. Dan syarat itupun berlaku juga bagi orang Islam, yaitu harus beriman secara benar, baru bisa masuk surga. Tetapi sejak kedatangan Nabi Muhammad saw (sebagai nabi terakhir) ini tidak ada lagi orang-orang Yahudi dan Nasrani yg beriman secara benar karena mereka mengingkari kenabian Rosulullah saw. Jadi pada akhir zaman ini tinggal orang islam yang beriman secara benar sajalah yang bisa masuk surga.
Komentar Masuk (1)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)