Editorial,
05/04/2011

Wahabisme: Alhamdulillah atawa Innalillah?

Oleh Abdul Moqsith Ghazali

Wahabisme kini tumbuh di Indonesia. Sejumlah ma’had atau pesantren yang mengusung ideologi wahabisme bermunculan.  Seorang teman yang sedang meriset Wahabisme di Indonesia mencatat tak kurang dari empat belas pesantren di Indonesia yang menyebarkan doktrin Wahabisme. Dibanding data statistik pesantren di Indonesia yang ribuan jumlahnya, angka empat belas memang kecil. Tapi fenomena penyebaran doktrin Wahabisme ini sudah sangat merisaukan.

05/04/2011 18:54 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (59)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 > 

Seorang pembaca di situs ini pernah memberikan komentar yang sangat lugu tetapi sangat mengena. yang dikomentari adalah sikap beberapa ulama yang dengan gampangnya mengharamkan segala sesuatu seperti face book, rambut direbonding dan lain-lain. Bahkan ulama yang ekstrem mengatakan yang berbau barat dan tidak ada di alquran itu haram. Pembaca tersebut mengomentari bagaimana kalau ulama tersebut naik haji dan berangkat menggunakan pesawat yang jelas-jelas hasil produksi dari negara barat?

Cats Steven seorang mantan penyanyi terkenal dari Inggris yang akhirnya memeluk islam dan mengganti namanya menjadi Yusuf Islam akhirnya mengharamkan musik karena musik itu tidak ada di al quran.

Saya punya seorang sahabat yang pernah menjadi mualaf akhirnya memutuskan keluar dari islam dan memeluk agama lain, karena dia menilai ajaran islam beberapa diantaranya sangat ekstrem dan dekat dengan kekerasan.

Saya punya pertanyaan sederhana yang saya lemparkan ke seluruh saudara kita sesama umat islam :
1. Kenapa perbedaan-perbedaan yang ada di agama lain dan akhirnya membagi agama-agama tersebut menjadi kelompok-kelompok tertentu sama sekali tidak mengakibatkan keributan. Kita ambil contoh saudara-saudara kita di Kristen, Hindu, Budha dll. Berbeda sekali dengan apa yang ada dalam islam, perbedaan paham, penafsiran dll akhirnya berujung pada keributan bahkan salaing bunuh, contoh syah dan suni, wahabi dan non wahabi, ahmadiyah dll.

2. kenapa kita sebagai umat islam sangat “susah” menerima konsep pluralisme. Umat-umat agama lain saya lihat biasa aja tuh dan tidak pernah ribut-ribut gara-gara konsep pluralisme.

3. Saya punya pengalaman menarik, teman saya yang menderita gagal ginjal, mendapat donor ginjal dari salah satu keluarganya yang kebetulan beragama non islam. Teman saya tsb sekarang sudah sehat dan ketika keluarganya tsb meninggal dia dilarang mendoakannya karena keluarganya tsb bukan muslim. Saya bersama teman saya tsb menanyakan kepada seorang ustad perihal hal tsb dan ditunjukan sebuah ayat yang kurang lebih berbunyi “bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku”. Sampai sekarang saya tidak paham kenapa ayat tersebut lalu mengharamkan orang islam mendoakan orang non islam. Saya dan teman saya sungguh-sungguh tidak mengerti, bagaimana mungkin mendoakan orang yang telah menyelamatkan nyawa kita sendiri lalu diharamkan mendoakannya?

#1. Dikirim oleh wahabi  pada  06/04   07:12 AM

maaf saya sedikit urut rembuk . benar tidaknya kita indonesia kedatangan wahabi. perlu diketahui Islam di negeri ini sdh campur aduk denga budaya yg seakan akan agama . kalo boleh saya katakanTahlil kematian Tiga / tujuh / empat puluh hari jelas terdapat dalam agama dan kitab Hindu . lalu ngapain Islam mengadopsinya ? apa Islam masih kurang sempurna ? Coba anda liat lagi petik laut ... mereka melarung sesji agar terhindar malapetaka. tanpa wahabi lambat laun antara Hindu dan Islam sulit dibedakan .jelasnya Wahabi itu akan mengembalikan pada yg semestinya. hal demikian benar , jangan anda kritisi , saya pikir sama dengan JIL dianggap sesat namun bagi saya JIL itu bagus pemikirannya . wassalam

#2. Dikirim oleh moh.mawardi  pada  06/04   04:26 PM

1.Umat Islam bersifat dogmatis karena Islam tidak pernah mengalami reformasi seperti Kristen, yang telah mampu memisahkan agama dari negara. Mengapa Islam tidak pernah mencapai tahap tersebut, mungkin karena para penganut Islam berasal dari bangsa2 terbelakang, yang bersifat patriarkis,kesukuan,keras dan tidak mengenal ilmu pengetahuan. Akibatnya tidak pernah ada kritik terhadap Quran, sehingga QUran dibaca secara literal dan dipercaya scr buta. Demikianlah maka umat Islam menjadi sangat irasional,fanatik,pemarah, dan semakin bodoh

#3. Dikirim oleh ravi  pada  06/04   05:44 PM

Persentase yg risau keciiiill sekali, nggak ngefeklah ...

#4. Dikirim oleh Lutfi  pada  06/04   06:03 PM

Sejarah menunjukan bahwa gerakan2 ‘pemurnian’ selalu menimbulkan gesekan sosial yg hebat, dan banyak di antaranya memakan korban besar. Salah satunya adalah pemurnian bangsa aria di eropa pada kisaran PD II yg pada akhirnya memakan jutaan korban jiwa. Tidak hanya wahabisme, cukup banyak sekte2 di agama lain yg me-‘murnikan’ diri dan menolak bentuk2 teknologi spt mormon. Dan spt juga kehadiran mormon, perkembangan wahabisme ini sering menimbulkan kecanggunan. Semisal tiba2 saja teman menolak bersalaman, atau tiba2 seorang teman menyapa tanpa bisa dikenali krn busana yg dikenakannya. Dan tentunya gerakan ‘pemurnian’ bukanlah gerakan yg toleran terhadap perbedaan, dan wajib merasa yg paling benar untuk bisa mempertahankan ideologinya. Sebagai seorang yg ingin tahu, saya kerap membaca pengalaman orang2 yg pernah meninggal. Dan saya bersyukur mengetahui bahwa Yang Kuasa tidak peduli kita ini orang negro, londo, ataupun agama A atau B. Di mataNya smua adalah sama. Yg penting adalah perbuatan. So, buat yg mau berepot2 memurnikan diri, Good Luck!

#5. Dikirim oleh v.raymontt  pada  06/04   07:56 PM

Silakan kunjungi blog saya, ada artikel-artikel menarik tentang Islam Liberal.

abufurqan.com

#6. Dikirim oleh Abu Furqan  pada  06/04   10:59 PM

Saya percaya bahwa umat non muslim akan maju ketika meninggalkan agamanya, namun umat muslim akan maju ketika ia tetap berpegang teguh pada agamanya. Meski demikian, menganut Liberalisme ataupun Wahhabisme sama sekali tidak tepat untuk Islam-Bangsa di Indonesia. Karena secara intelektualitas dan realitas, Liberalisme terlalu interpretatif dan berspekulasi [bahkan melanggar ketentuan-ketentuan atas bangunan konsepsi pluralisme dan liberalisme seperti yang ada di Barat, maupun bangunan konsepsi dasar agama Islam], dan Wahhabisme terlalu dogmatif dan konservatif, tidak ada kompromi, sehingga Islam tidak dipandang sebagai Agama tetapi Bahaya, Islam dipandang sebagai ancaman eksistensi masyarakat internasional, dan dengan demikian pola gerakan ini malah justru menghambat dakwah Islamiyah yang seharusnya direlevansikan dengan perkembangan zaman.
Dunia tidak bisa dipaksakan mengimplementasikan corak pemikiran Barat, dan dunia tidak bisa dipaksakan akan mengikuti corak mekah.

#7. Dikirim oleh Alfa  pada  07/04   06:01 AM

sebaiknya, data yang diriset oleh teman muqsith ini dicantumkan supaya kita tahu pesantren mana saja, lagi-lagi, ketika tidak dicantumkan kita bisa terjebak dengan prasangka jelek ke beberapa pesantren. Jika wahabisme yang melarang tahlil, dll, itu juga berada di ORMAS Muhammadiyah dan PERSIS, wahabikah ormas ini? jika disebut wahabi, bukan hanya 14, tapi ratusan pesantren. karena jargon yang diusung sama, al-ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah. Trim

#8. Dikirim oleh Irfan Nul Hakim  pada  07/04   06:35 AM

wahabi jika mo ekspor ya petro dollarnya aja. bagi2 utk rakyat indonesia yang miskin, untuk modal kek….atawa biaya sekolah dll. ini lebih maslahat dan membangun. jangan ekspor pahamnya, ini merusak. masjid hancur, rumah terbakar dan darah tercecer. yang kita lihat jangankan hibahkan petro dollar wong tkw aja tidak dibayar disiksa lagi. ampun! islam itu fleksibel, kapan saatnya tegas dan kapan saatnya lembut. jangan keras melulu orang akan lari. juga, jangan lembek melulu orang akan mencemooh. timbangan akal dan nurani akan lebih netral dan adil untuk dapat menentukan sikap.

#9. Dikirim oleh muhnan rais  pada  07/04   09:52 AM

Mengutip pendapat dari Syeikh Muhammad Mutawali al-Sya’rowi, seorang ulama kontemporer bahwa mereka itu goblok. Itu saya sangat setuju sekali….walaupun saya juga orang bodoh tentang ilmu agama.

#10. Dikirim oleh zitree  pada  07/04   04:25 PM

g jelas. menunjuk dgn 5 jari melihat ntah kmana.

#11. Dikirim oleh haldy  pada  08/04   05:09 PM

@ Sdr. Wahabi di 1

Pertanyaan sdr wahabi nggak ada yang berani menjawab? Jangan-jangan kita sebagai umat muslim memang harus segera instropeksi diri, atas apa yang kita yakini berdasarkan fatwa ulama tetapi yang difatwakan tersebut tidak secara jelas dicantumkan di Al quran. Contoh yang ditanyakan sdr. wahabi sangat gamblang, bagaimana mungkin ayat yang berbunyi “bagiku adalah agamaku bagimu adalah agamamu” lalu diartikan tidak boleh mendoakan seorang non muslim yang nyata-nyata sudah menyelamatkan nyawanya. Saya punya sahabat yang menjadi mualaf dan kebingungan karena dia dilarang mendoakan ibu kandungnya sendiri yang meninggal dunia dan kebetulan alm. ibunya tsb bukan seorang muslim. Almarhum Haji Agus Salim pernah dengan tegas dan tanpa tedeng aling-aling menolak fatwa ulama yang mengharamkan memberi ucapan selamat hari raya bagi umat beragama lain. Saya mengajak seluruh saudara-saudaraku sesama umat muslin, mari kita menggunakan hati nurani dan akal dalam menilai fatwa ulama, kalau ada fatwa-fatwa yang cenderung diartikan tidak toleran dengan umat agama lain, fatwa yang menghalalkan kekerasan dll, kita tidak usah mengikuti fatwa tsb. Siapa yang menjamin fatwa tsb diridhoi allah? Jangan hanya karena ulama itu jenggotnya panjang, kemana-mana memaki sorban lalu kita begitu saja menelan mentah-mentah setiap ucapannya. Saya pernah membaca di Majalah Tempo, seorang ulama terkenal di Afghanistan berucap dengan lantang bahwa darah orang syah adalah halal! Sebentar lagi kita di Indonesia akan mendengan fatwa dari ulama yang mengatakan darah orang ahmadiyah adalah halal! kalau darah dari orang ahmadyah saja sudah halal maka tinggal nunggu waktu saja akan keluar fatwa lanjutan, bahwa darah orang hindu, kristen, buda dll juga halal. Lebaran tahun lalu saya jalan-jalan ke Bali, ada suatu pemandangan yang membuat saya merasa malu sebagai orang muslim, beberapa gereja, pura dan kantor-kantor pemerintah memasang spanduk Selamat Hari Raya Idul Fitri. Entah kapan masjid kita dan kantor-kantor pemerintah di Jawa, Sumatra dll akan berani memasang spanduk Selamat Hari Raya Natal, Selamat Hari Raya Nyepi dll???????????????
Coba pikir dengan jujur dan jernih wahai saudaraku sesama muslim, keuntungan apa yang akan kita peroleh dengan sikap exclusive yang tidak mau mendoakan orang non muslim, tidak mau mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain dll? Apakah dengan sikap itu kita akan dapat pahala atau dapat kavling gratis di surga?

Tolong pertanyaan saya dan pertanyaan saudara wahabi dijawab!!!!!!!!!!!!

#12. Dikirim oleh bajul  pada  09/04   09:02 AM

sebaiknya kita lebih disibukkan untuk memperbaiki diri sendiri daripada sibuk mencari kkekurangan orang lain. Yang membuat umat ini berpecah belah adalah karena saling berburuk sangka sehingga timbul rasa saling curiga. Pelajari islam dengan benar cari guru yang benar dan jangan gunakan ilmu yang sudah didapat hanya sibuk mendebat orang lain tetapi kita lupa untuk mengamalkannya. Kalau kita sibuk mencari kesalahan kita sendiri dan sibuk beramal untuk bekal akhirat karena amal itu luas, maka hati ini akan berjiwa tawadhu dan memandang hina dirinya dihadapan ALLAH SWT .

#13. Dikirim oleh slamet trans martono  pada  09/04   11:15 AM

Pada jaman Rosullulah sebenarnya golongan 73 itu sudah ada. Pada waktu itu pengikut beliau bukan hanya individu, tetapi individu tersebut memeiliki anggota kayak ormas jaman sekarang. Begitu Nabi wafat semuanya ingin berebut kekuasaan sampai semua pengganti nabi terbunuh kecuali Abu Bakar. Wahabisme adalah gagasan cerdas untuk memperbesar kelompok karena bangsa Arab yang suka berperang dan kurang terpelajar. Karena ciri aliran ini yang ‘sumbu pendek’, menilai ajaran secara lahiriah dan formal, dengan simbol simbol yang mudah dikenali dan ditiru. Padahal simbol formal adalah “tempat persembuyian “paling aman bagi kaum munafik. Sebagian murid dan sahabat Nabi yang kurang nyaman dengan kondisi ini akhirnya memilih berjirah ke berbagai wilayah. Di Indonesia, ajaran Wahabi tidak perlu dihadapi secara khusus. Dengan pengajaran Islam yang mementingkan isi, nilai dan maknanya maka ajaran yang mengutamankan simbol dan formalis akan ditinggalkan seiring dengan meningkatnya kesadaran ber-Islam. Bagi Nabi, pada konteks sekarang menahan hawa nafsu lebih penting dari pada perang fisik. Nabi pasti lebih menekankan, makna, isi, esensi dan nilai nilai Islam yang didapat melalui perenungan, pemikiran dan amal, dari pada tampilan formal dan virtual. Bukankah Allah lebih mementingkan pakaian takwa ?(QS.AL-A’raaf, 26)

#14. Dikirim oleh abu jasmine  pada  09/04   12:53 PM

1.karena islam merupakan agama wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT sehingga cara penafsirannya pun tidak bisa sembarangan,ada ranah tauhid dan fiqh yg harus dibedakan

2.singkatnya karena MUI pada tahun 2005 telah mengharamkan faham pluralisme tersebut karena merupakan faham yang sangat berbahaya dan menyesatkan khususnya bagi umat islam

3.saya rasa penyikapan itu sudah benar karena dalam islam ada batasan-batasan toleransi yang harus dijaga,toleransi yang diajarkan islam adalah toleransi dalam ranah sosiologis bukan kepada ranah teologis wallahu a’lam

#15. Dikirim oleh rifki  pada  09/04   09:36 PM

Assalamualaikum.
Kalau kita perhatikan, nabi kita sejak kecil sampai berumur 40 tahun saat beliau mendapatkan wahyu, dan kemudian jadilah agama Islam, ternyata beliau selama 40 tahun terpapar agama yang ada seperti pagan, yahudi, dan kristen. Dan beliau menscrening semuanya dan jadilah apa yang kita kerjakan sekarang, seperti naik haji yang merupakan kebiasaan agama pagan, puasa juga sama merupakan kebiasaan yang diperlihatkan orangorang terdahulu, dan jangan lupa solat 5 waktupun merupakan pemurniaan dari sabain. Semua itu katanyakatanya sejarah. Ketika beliau wafat maka terjadilah rekontruksi dan reformasi oleh Abu Bakar, Ali, Umar, Usman, dan ditambah lagi oleh Muslim 100 kemudian dan Buchori 200 tahun kemudian, dan katanya baru Mesir dapat menyusun qur’an dengan baik pada tahun 1924 yang tidak memakai referen qur’an qur’an itu, tapi didasarkan 10 orang yang hafal qur’an.
Nah kenapa wahabi yang dianut oleh Saudi Arabia mau dikembangkan di masyarakat kita, biarlah islam itu berkembang di sini sesuai dengan budaya kita, kan lebih adem, sejuk, damai.
Weleh wweelleehhhh.

Wasalam

H.Bebey

#16. Dikirim oleh H. Bebey  pada  10/04   06:49 AM

Apakah wahabi juga masuk ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta…..silahkan diteliti….

#17. Dikirim oleh Dedi Wahyudi  pada  10/04   09:12 AM

Apa yang sedang terjadi di pakistan sekarng ini?

Dimana dulunya pemerintah membiarkan madrasah2 mengajarkan kebencian kpd anak2 muridnya kepada klompok2 agama yg tdk sepaham dengan mereka..

Mereka mengkafirkan dan bahkan mereka ingin menggulingkan pemerintah karena dianggap orang2 kafir yang harus diperangi dgn senjata.

Sekarang kita lihat Pakistan menjadi sebuah negara Islam Taliban atau exterimis setiap bulan terjadi bom2 bunuh diri..memakan korban ratusan orang2 CIVIL tdk berdosa..Demikian kejamnya agama dijadikan utk menindas orang lain…sangat mengerikan sekali.


Sekarang pemerintah Pakistan sedang MENGREFORMASI KORIKOLUM SEKOLAH2 MADRASAH,MALARANG MENGAJARKAN KEBENCIAN…


Begitupula di Saudi,kitab2 sekalh yg mengajrkan kebencian di bakar oleh pemerintah King Abdullah.


Mudah2an pemerintahan Indonesia memberikan perhatian kpd sekolah2 MADRASAH Islam dan melarang mengjarkan kebencian kpd murid2..

Ajaran Islam adalah ajaran akhlaq yang mulia, santu,berdapa, kasih sayang,damai, harmony, anti kekerasan dan pembunuhan dl

Ada ajaran2 wahabi Extrimis yang dimasuki oleh ajaran2 Komunis yang menciptakan kekerasan dan pembunuhan2 agar mereka bisa berkuasa..

silakan anda saksikan strategi Wahabi Radikal yang sama dgn komunis.

http://id.harunyahya.tv/videoDetail/Lang/21/Product/15305/THE_BLOODY_HISTORY_OF_COMMUNISM_-_INDONESIAN

#18. Dikirim oleh alatif  pada  10/04   08:47 PM

AJARAN WAHABI EKTRIMIST PAKISTAN.
Kalau pemerintah dan element2 bangsa yang cita HAM tidak berbuat sesuatu untuk melarang mengajarkan kebencian kpd klompok2 lain,maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kacau dgn kekerasan dan bom2 bunuh diri.silakan saksikan di Wahabi di Pakistan.

Witness Special - Inside the Red Mosque - 27 Jul 07 - Part 1

http://www.youtube.com/watch?v=RrKEaOeZs2o&feature=relmfu

http://www.youtube.com/watch?v=j5s8vn9mKZs&feature=relmfu

SERANGAN KE RED MOSQUE
http://www.youtube.com/watch?v=1yIaCB9q5ng&feature=relmfu

NEW RED MOSQUE

http://www.youtube.com/watch?v=plzJ4JUoiH8&feature=relmfu

GIRL RED MOSQUE

http://www.youtube.com/watch?v=n4f89Jg-TnY&feature=related

#19. Dikirim oleh alatif  pada  10/04   09:00 PM

Yang penting islam tp mesra..!!

#20. Dikirim oleh Hanif  pada  10/04   11:40 PM
Halaman 1 dari 3 halaman 1 2 3 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?