Warga Utan Kayu Dukung JIL
Menyangkut perbedaan pandangan dalam beragama, Ketua RW 05 ini menyarankan untuk tetap menjaga etika dan mengedepankan dialog. “Semua perbedaan yang ada harus diselesaikan dengan kepala yang dingin. Karena semua perbedaan yang ada adalah rahmah. Apalagi jika perbedaan itu tetap berpegang pada Alquran dan hadis”, papar Alam.
Komentar
Menanggapi sikap dari masyarakat utan kayu yang mendukung keberadaan JIL di sana menyejukkan hati saya. Bagaimana tidak, masyarakat ternyata jauh lebih pintar dari yang dibayangkan para elite dalam menyikapi pluralitas. Hal yang lebih menyenangkan saya adalah pernyataan Pak Camat yang lebih menyukai adanya pengutamaan dialog yang sejuk daripada menggunakan kekuatan fisik. Untuk ini hanya ada satu kata yang pantas untuk saya ucapkan: Bravo Pak Camat!
Puji2an bagi Allah yang menciptakan keberagaman manusia di dunia ini…
Ada banyak beberapa hal yg tidak dimuat ttg artikel di atas, karna Alhamdulillah saya turut mengawasi pergerakan Forum Umat Islam Utan Kayu (FUI-UK) yg mendesak agar “JIL keluar dari Utan Kayu”.. itulah intinya menurut saya.
Mereka menuntut JIL, Komunitas Utan Kayu, dan Radio 68H (karena Kom Utan Kayu dan Radio 68H lah yg menyebabkan adanya JIL_menurut mereka) agar segera menutup semua kegiatan yang ada di Utan Kayu.. Dengan berdasar pada dukungan terhadap Fatwa MUI yg menilai “bahwa paham Liberalisme,Pluralisme,Sekulerisme yg diapresiasikan kedalam Agama Islam adalah pandangan dan faham yg sesat” (dalam hal ini JIL termasuk didalamnya).. Dan FUI-UK mendukung fatwa tersebut dan mendesak agar JIL menutup semua kegiatannya di Utan Kayu. Telah diadakan beberapa kali pertemuan yg dihadiri FUI-UK untuk memperkuat tuntutan mereka dan selanjutnya akan disampainkan kepada aparat setempat dan mereka akan bergerak jika aparat tidak menggubris tuntutan mereka…
Berkaitan dengan hal ini.. saya pernah mendengar bahwa Ketua RW05-Alam dalam tanggapannya di Radio 68H pernah mengatakan bahwa FUI-UK yang berpusat di Masjid Al-Muslimun Utan Kayu telah diintervensi oleh pihak2 lain dan dia menganggap bahwa FUI-UK bukanlah suatu pergerakan dari Warga Utan Kayu asli.. “itu hanya sebagian kecil warga Utan Kayu” tukasnya Padahal menurut pengamatan saya FUI-UK itu murni warga Utan Kayu hanya saja dalam Surat Tuntutannya terhadap JIL didukung(tembusan) oleh beberapa instansi setempat (seperti masjid2, musholla2, & Pengajian2, yg ada diwilayah Utan Kayu). Jadi ucapan Alam itu tidak dapat dipertanggung jawabkan, karna dia sendiri hadir dalam rapat tersebut dan sudah sepatutnya dia tahu mana yg warga dan mana yg bukan warga Utan Kayu..
Dalam pertemuan final yg dilakukan di Masjid Al-Muslimun yg dihadiri perwakilan dari Radio 68H dan aparat2 setempat(wakil walikota, muspika, ketua RT dan RW, dan dari kepolisian) telah membuahkan hasil bahwa keberadaan “JIL dan Konconya di Utan Kayu 68H” akan ditindak lanjuti berkenaan dengan ijin bangunan(karna Ketua RT menegaskan bahwa idak ada suatu kata “permisi” kepada RT setempat untuk membangun stasiun transmisi yg ada di Radio 68H tersebut) dan memberikan waktu kepada warga Utan Kayu(FUI-UK) sampai bulan Oktober untuk menyelesaikan kasus ini.. Dan apabila tidak maka aparat setempat (RT,RW)dan Ketua FUI-UK telah memberikan ultimatum bahwa tidak akan bertanggung jawab apabila warga akan menyelesaikan Kasus ini dengan cara mereka sendiri..!!
Mungkin hal2 ini yg bisa saya sampaikan.. dan tolong kepada JIL untuk memuat tanggapan saya ini agar kita semua tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi di Utan Kayu. Dan sekali lagi saya selalu cinta akan persatuan akan umat Islam..
Apabila dari pihak JIL ingin mengkonfirmasi tanggapan saya tersebut bisa mengirimkan pesan ke email saya..
Sekian Terima Kasih
Sepertinya JIL sudah merambah politik. Kabar baik bagi kita semua. Jadi fatwa JIL selama ini bahwa politik itu harus dipisahkan dari kehidupan beragama punah sudah.JIL sudah merasakan nikmatnya politik. Dengan berpolitik keberadaan JIL sudah ditetapkan dengan keputusan politik KEtua RW 05 dan Camat Matraman. Selamat berpolitik. Politik itu indah, tinggal siapa yang memainkannya. Sekali lagi SELAMAT
Menyikapi sepak terjang FPI, FUI, LPPI dan MUI yang makin hari makin ngawur, rasanya pemerintah sudah sepantasnya membubarkan kelompok Islam Preman ini dari bumi Indonesia. Mereka tidak bisa dibiarkan membuat keputusan-keputusan sepihak dengan gampang menyesatkan umat Islam lain yang sama-sama dilindungi oleh undang-undang.
Sebenarnya, kalau hanya sebatas wacana saja tidak ada masalah, tapi kalau sudah merusak, ini yang tidak dapat dibenarkan. Mempengaruhi warga sekitar dengan menyebarkan para ‘ustad’ ditempat kejadian untuk berkhotbah secara agitatif adalah contoh nyata tindakan pengecut. Masih ingat kasus tuntutan pembubaran JIL oleh warga ‘Utan Kayu’ beberapa hari lalu? Siapa aktor dibelekang warga? Berdasarkan pengakuan warga, satu minggu sebelum bergerak, mereka telah diprovokasi oleh para ‘ustad’ agar menuntut pembubara JIL. Cara-cara seperti ini sangat memalukan jika dilakukan oleh orang-orang FPI dan konco-konconya. Semua ini bisa terjadi karena ada beberapa hal yang melatarbelakngi keberanian kelompok Islam radikal ini.
Satu, adanya restu dari MUI lewat fatwa kontrofersial yang mengatakan Liberalisme, Sekulerisme dan Pluralisme adalah HARAM. Kedua, Lemahnya pemerintahan SBY untuk membekap kelompok Islam pengacau ini.
Bandingkan dengan masa Suharto, pasti mereka pucat pasi kayak orang terkena Kentutnya Semar. Kalau mereka menuntut pembubaran organisasi Islam yang berpikiran liberal semacam JIL, maka FUI, FPI, LPPI dan lebih-lebih MUI harus BUBAR duluan karena keberadaanya hanya menimbulkan kekacauan dan keonaran.
Saya kira keberadaan JIL di muka bumi ini sebaiknya dipertahankan, bagaimanapun juga pemikiran JIL sangat bermanfaat untuk membuat keberagaman dari berbagai keyakinan bisa hidup berdampingan dengan baik. Cuma sayangnya cara berpikirnya yang harus dibalik, kalau boleh saya kritik, pasti boleh dong. JIL seharusnya ditempatkan atau dikembangkan dinegara dimana islam minoritas dan tertindas, bukan di wilayah dimana islam mayoritas dan berkuasa. Karena itu, alangkah baiknya,sebagai proyek percontohan cobalah JIL hijrah ke Amerika, kembangkan pemikiran JIL disana supaya Islam bisa berkembang dengan baik tanpa intimidasi dari Diktator Gedung putih dan Konggres.Serukan plurarisme sehebat-hebatnya di Amerika yang katanya negara “demokrasi”. Coba dech, saya salut pada kalian kalau berani hijrah ke Amerika dan serukan kepada mayoritas Nasrani tentang Pluralisme dan kembangkan islam disana. atau pindah ke Israel dan kembangkan pluralisme dan bertahap kembangkan Islam disana.
Keberadaan JIL di Indonesia kenapa harus di permasalahkan. Toh mereka juga manusia yang memiliki akal pkiran dan hati nurani. hanya saja mereka berbeda pandangan mengenai islam. mungkin benar kalau jil itu merupakan suatu kelompok minoritas di negara kita. saya setuju dengan salah satu tanggapan dari audiens kalau jil itu ber-hijrah ke salah satu negara yang sesuai dengan idiologi mereka(USA & west country) dengan begitu mereka bisa disambut baik disana. Namun saya tidak setuju denagn salah satu penanggap yang musti membubarkan MUI, fUI dll. keberadaaan mereka sangat baik sekali dalam menjaga keutuhan islam di negara kita. namun untuk aksi pada warga utan kayu, itu dilakukan oleh segelintir orang2 yang tidak megerti keselarasan dalam masyarakat dan itu yang menjadi propokator guna pecahnya kesetuan islam di negara kita (krn kita itu semua bersaudara, mengenai berbeda pandangan itu baik dimana kita dapat tau dimana masalah yang harus di pecahkan bersama). kita sebaiknya bersatu untuk melwan yang ingin menghancurkan islam. lebih baik “urus dulu tikus berdasi” ok….! wasalam
Biar saja lah mereka menerjang JIL dengan amukan fisik…yang bar bar, JIL bertahan dengan konstitusional saja. Mudah-mudahan JIL tetap figt dengan pemikiran yang bergizi dan berlandaskan Al Qur an dan hadits serta logika yang asyik….Islam yang lebih aktual dan berperan.
Kalau bisa JIL buat dong ijtihad yang lebih menggigit dengan memperhitungkan dampak positif masyrakat yang lebih jelas. Misalnya tentang hukum KKN, hukum menerabas traffic light, Hukum membuat kemacetan, Hukum menggunakan mobil mewah, hukum tidak mau kerjabakti gotong royong dll.
Yang agak praktis aja lah jangan terlalu elitis. SAlut….. Buat seluruh kaum militan JIL…
Saya rasa tak cuma warga Utan Kayu saja yg mendukung JIL, melainkan semua warga Indonesia yg perduli akan perdamaian antar umat agama. Koq bisa-bisanya mereka bilang keberadaan JIL itu meresahkan umat? yg bikin resah itu aksi-aksi anarkis mereka!
Buat JIL, tolong cantumkan dalam agenda kalian bagaimana agar Indonesia di masa mendatang bersih dari gerakan-gerakan “preman berjubah” melalui jalur hukum, politik, dsb. keberadaan organisasi (baca: gerombolan) semacam FPI, Laskar Jihad, dsb, lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Buat kaum yg anti JIL, saya mohon kalian untuk menggunakan cara-cara yg elegan, santun, tidak men-fitnah, tidak mengintimidasi, dan tidak memperalat massa. Sesungguhnya yg benar akan menang, bukan yg kuat!
Assalamualikum,wr,wb… Pada saat ini banyak muslim Indonesia yang derajatnya lebih tinggi dari pada Allah SWT, muslim Indonesia lebih berkuasa dari pada Allah. Kelihatannya Allahnya sebagian muslim di Indonesia lagi tidur atau tidak berdaya menghadapipara pengikutnya yang sudah mulai pada turun ke jalan jalan. Kalau dicegah mungkin Allahnya akan dimaki maki juga sehingga Allahnya muslim Indonesia takut didemo atau dilempari telur busuk barangkali. Wahai FUI, FPI, LPPI dan MUI anda benar benar sangat sakti sehingga Allah anda saja takut untuk menghadapi anda. Hal ini terbukti karena Allah anda mendiamkan kegiatan yang anda lakukan. Tapi berhati hatilah, kalau anda merasa diri anda sudah kuat dan tidak membutuhkan Allah lagi, mengkin Allah anda akan berpindah dan menolong orang orang yang membutuhkan pertolongan Allah seperti JIL dll. Allah selalu datang kepada pihak yang lemah yang membutuhkan pertolongan dan memasrahkan segala persoalannya kepadaNya, Allah tidak pernah mau menolong orang orang yang sombong yang menganggap dirinya paling benar dan paling suci dan selalu berpura pura membela Allah. Mana ada manusia bisa membela Allah. Numpang tanya kepada FUI, FPI, LPPI dan MUI Allah anda itu siapa sih, kok harus dibela bela? Kelihatannya Allah FUI, FPI, LPPI dan MUI berlainan dengan Allahnya JIL. Dari sudut pandang saya Allah JIL lebih sakti ketimbang Allahnya FUI, FPI, LPPI dan MUI, buktinya Allahnya FUI, FPI, LPPI dan MUI harus dibela oleh manusia sedangkan Allahnya JIL membela JIL. Kelihatannya FUI, FPI, LPPI dan MUI mempunyai keyakinan yang tebal bahwa Allahnya harus dibela dan mengajarkan kepada umatnya untuk mengikuti jejak induk organisasinya. Mungkin mereka diiming iming dengan jihat sehingga besar pahala disurga. Dan kasihannya para pengikutnya juga percaya, entah mereka mengimaninya atau sekedar nekad. Saya mengharap agar FUI, FPI, LPPI dan MUI mau memakai iman kepercayaan anda anda itu untuk menghakimi diri anda sendiri sehingga anda bisa mengkoreksi diri anda masing masing untuk membangun bangsa dan negara Indonesia. Janganlah memakai kekuatan iman anda untuk menghakimi lembaga keislaman yang ada di Indonesia untuk memamerkan power anda kepada teman teman anda. Allah adalah maha suci dan maha penyayang. wassalaamu’alaikum wr. wb. Munir sjaf
tak perlu jauh-jauh ke israel atau ke amerika, dalam komunitas “Islam” di Indonesia pun sebenarnya akan banyak didapati para penindas itu. beragama Islam berarti adanya kesadaran dan kesediaan untuk menghargai perbedaan dan penghargaan terhadap upaya pengembangan pemikiran dalam kerangkan menemukan Islam yang sejati, dan bukan sebagai produk kepentingan belaka. keberanian JIL untuk melakukan proses kritisisasi terhadap berbagai dogma agama dan perkembangan Islam yang cenderung keluar dari roh yang sesungguhnya telah di rintis oles Nabi, adalah merupakan sebuah usaha dan tugas yang luar biasa. pemahaman yang sangat literal dan tekstual terhadap berbagai ayat Al Quran, begitu melekat dalam akar keberagamaan masyarakat kita, lebih parah kondisi itu diperkuat oleh peran para ustadz yang hanya berbekal satu atau dua ayat, yang semakin memundurkan Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘alamiin sekaligus mencerahkan dan membebaskan. keberadaan JIL adalah sebuah anugerah, JIL tidak perlu pindah ke Amerika, karena disini JIL lebih dibutuhkan. ibarat kata pepatah, “yang nyaring bunyinya itu pasti tong kosong”, nah tugas JIL adalah mengisi tong-tong kosong itu sehingga tidak lagi kering dengan pemikiran. maju terus, pantang mudur, membela yang tertindas. selamat berjuang…...... sahabat
Aktivitas JIL tak lebih dari sebuah pemborosan intelektual yang yang kontra produktif bagi pengembangan Islam dan Ummat. Islam bagi JIL hanyalah objek kritik dan kaji ulang seluruh aspeknya atas nama ilmiah, pluralisme, humanisme dan isme-isme lain. Menganggap diri sebagai seorang pluralis, humanis, inklusiv dan toleran, namun seringkali dengan mudah menuduh pendapat/pihak yang berbeda sebagai orang/kelompok yang mengatasnamakan agama dan tuhan.
Sungguh kontradiktif antara wacana yang diusung yang begitu sofisticated (menurutnya) dengan perilaku yang dimunculkan. Saudaraku aktivis JIL, kalian menyentuh dan memeluk Islam dari sudut jiwa yang kering dan terpukau alam ilmiah dan dominasi logika serta ego sentris. bertobatlah kepada Allah, pandanglah Islam dengan cinta, spirit dan akhlak mulia. saya tak perlu banyak mendebat kalian, karena engkau saudaraku dan agama bukanlah sesuatu yang diperdebatkan ( lebih baik amalkan )
Banyak sekali kita lihat saat ini kekerasan di lakukan oleh segelintir orang yang mengatas namakan sebuah Agama. Padahal Notabenenya tidak ada satupun Agama yang membolehkan umat nya untuk berbuat pengrusakan di muka Bumi, dengan alasan ini ataupun itu Agama harus selalu mengedepan kan Akhlaknya dan Akal, Budi nya agar pengertian sebuah agama akan selau dapat hidup di jiwa manusia. Seperti yang saya kutip dari kata-kata Bung Karno : Di Dunia ini tidak ada perperangan ataupun keributan yang berasal dari AGAMA, RAS, dan IDEOLOGI tapi penyebabnya adalah Faktor Kekuasaan dan Kepentingan. yang perlu kita ingat adalah Tuhan tidak memerlukan Umat, dan Tuhan tidak akan pernah kesepian tanpa Umatnya.
bubarkan saja fpi yang membawa-bawa senjata seperti jagoan MUI yang sudah kurang di percaya Jil yang sok pluralis kalo sudah plural mau apa? bubarkan saja kepala masyarakat yang bingung karena kenaikan bbm tambah saja dengan masalah-masalah agama berkedok pluralitas masalah purba itu lagi. Diskusi saja terus dan menangkan diskusi-diskusi itu, lalu anggaplah semua orang bodoh dan orang-orang tau kalian adalah pahlawannya! Selamat dan sukses pahlawan bertopeng salam dari sinchan. jangan biarkan orang-orang berpikir tentang bagaimana cara membangun kesejahteraan? ajari saja berdebat agar mereka lupa bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara, dilanggengkan dan diternak oleh negara. teruslah bicara isme lupakan yang lain. ikuti saja azyumardi si raja proyek (proyektor) biarkan masyarakat menjadi neurotic dan psikopat dan semoa tentunya akan berakhir.BUBAR KIAMAT kita bukan saudara tidak apa-apa, bukan musuh, tidak intelek, tidak kaya, tidak miskin sekaligus tidak ada. selamat berjuang jil I LOVE YOU hehheheheh tidak intelek ya tidak tahu didiskusikan saja dulu kekacauan ini biar lebih lebih tertib kacaunya. aduh kepalaku kram sory tetanggaku stroke kepalanya robek kelaminnya kena flu burung.who’s scare dmh’gkfl? ilove you two eh tooo eh three selamat berjuang jilf jaringan islam liberal fundamental.pada fitnes dong biar kuat lawan orang jangan lidah terus di fitnesin aduh lidahku ketekuk fjghhkhafdh aku mau minta maaf eh nggak jadi aku sibuk
Dalam Jaringan Islam Liberal, dapat ditemukan esensi beragama yang utuh. Utuh dalam arti spirit mereka memang berlandaskan agama. Namun, spirit tersebut tidak sempit. Spirit mereka mengakomodir rasa umat-umat agama “formal” lain. Islam tidak ditafsirkan sebagai “segolongan” tetapi seluruh golongan. Memang terkesan referensi mereka Barat-sentris. Namun, tidak demikian adanya. Baca saja tulisan para penulisnya.
Logika ... kenapa dikedepankan. Lho, beda manusia dengan hewan kan bahasa yang lengkap. Aneka konsep dibicarakan dengan bahasa. Pengungkapan hukum dan dampak bahasa itulah logika. Jadi, wajar jika JIL menekankan logika dalam ber-Tuhan maupun ber-agama. Emosi pun diungkap oleh bahasa pula, bukan?
So, buat JIL lanjutkan aktivitas Anda. Tidak masalah dengan pihak yang berbeda pendapat. Asal jangan mereka pakai ancaman fisik dan siksa. Tuntut saja mereka lewat jalur hukum. Islam bukan agama sempit, kok. Siapa yang pikir Islam cuma punya orang Arab. Cemburu saya kalau begitu!
Kepada teman teman yang terpukau ber-logika dalam ber-‘Islam’ Benar.. logika memukau, namun logika bukan segalanya, bukan logika yang menentukan, dia hanya salah satu alat bagi manusia untuk memahami Ciptaan Allah ini yang tidak semuanya bisa di cerna oleh Logika…..
Logika harus Tunduk pada PENCIPTANYA, manusia yang lemah ini memerlukan tuntunan yaitu AL Qur’an dan Hadits yang tidak seluruhnya tunduk pada LOGIKA…untuk menjalankannya tentu di perlukan Syariat yang tentunya tidak ‘PLURAL’ dan tidak dibuat dengan logika tadi (potong kuping saya apabila org kristen dan yahudi itu g fanatik dengan ritual mereka), .
Jadi mohon jangan terjebak dengan pemahaman ISLAM dengan LOGIKA tadi, terlalu menggampangkan jadinya.
wassalam ED
ps : dengan menggunakan analogi logika (komputer canggih dst) manusia sampai sekarang belum bisa menciptakan… nyamuk sekalipun….padahal biogenetika dst(logika tadi) sudah maju…(menurut manusiaaa)
saya penduduk RW 08, ikut gabung sama FBR ama MMI. saya merasa kecewa berat deh karna JIL kok cuma sampe RW 06 doang sih?? RW-RW yang laen gimana tuh.. denger-denger udah diusir ye? kapan neh nongol lagi? btw abang Ulil kapan nongolin artikel yang ciamik lagi? kangen berat kita. oke deh.. salam manis yee…
Maaf, ini pendapat saya yang banyak mungkin dari orang yang kurang setuju, atau bahkan anti pada JIL. JIL memang menghargai agama lain, tapi faktornya adalah JIL itu menganggap semua agama itu sama dan mungkin krn banyak orang yang tak mau atau bahkan anti JIL (terutama para kaum tradisionalis/fanatik pada Islam). Bila semua agama sama buat apa masuk Islam? Masuk kristen pun dapat masuk Islam, kalau tak salah kata mantan kafir (Irena H) kalau semua agama sama buat apa ia msk Islam? Mohon ma’af, saya pun masih banyak belajar pada Islam ini, karena ilmu agama saya rasanya masih kurang banyak yang saya pelajari.
HADITS YANG MENYATAKAN “PERBEDAAN ADALAH RAHMAT” MERUPAKAN HADITS PALSU. HADITS INI SERING DIPAKAI UNTUK MEMAKLUMI PERBEDAAN DALAM ISLAM DALAM MENAFSIRKAN AYAT-AYAT ALQURAN. HATI-HATI MENGGUNAKAN HADITS NABI KALAU ANDA BELUM TAHU PASTI PERIWAYAT SEBUAH HADITS.
——-
itu ga boleh ini ga boleh orang koq bisanya cuma melarang, kasih dong solusi, kalau komentar moral kayaknya pada jago jago deh, tapi giliran ke masalah sosial, kayaknya pada budeg dan tuli, mana amal makrufnya ???? yang dibahas koq nahi munkarnya terus cape deh kalau bisanya nasehatin orang lain tapi lupa nasehatin diri sendiri yang masih berlumuran dosa makanya negara kita terpuruk terus karna banyak yang munafik dan merasa dirinya orang beriman, dengan propaganda anti yahudi anti barat anti kafir, padahal negara kita hutang luar negerinya sama orang barat , sama yahudi, kasihan deh karna lupa diri banyak kekurangan dan kekhilafan , ampun gusti berilah kami petunjuk jalan yang lurus.
bukankah “pencipta dan ciptaannya” itu adalah sebuah konsep logika juga ?
Komentar Masuk (33)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)