Pernyataan Pers,
11/09/2005

Warga Utan Kayu Dukung JIL

Menyangkut perbedaan pandangan dalam beragama, Ketua RW 05 ini menyarankan untuk tetap menjaga etika dan mengedepankan dialog. “Semua perbedaan yang ada harus diselesaikan dengan kepala yang dingin. Karena semua perbedaan yang ada adalah rahmah. Apalagi jika perbedaan itu tetap berpegang pada Alquran dan hadis”, papar Alam.

11/09/2005 18:52 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (33)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

untuk ikhwah fillah,
INGATLAH! SEMUA PERBUATAN DAN PERKATAAN KITA AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABANNYA DI HADAPAN ALLOH SWT

wallohu ‘alam

#21. Dikirim oleh Hafshah  pada  10/03   02:39 PM

Terlepas pada suka dan tidak pada komunitas utan kayu sebagai kelompok tetapi saya suka pada beberapa tulisannya. Saya memiliki pendapat
“Agama itu sama dalam artian tujuannya ,yaitu :agar dapat masuk surga. Seperti juga difinisi Islam yang pernah diuraikan oleh komunitas utan kayu yaitu damai selamat sehingga ada doa “Ya Alloh Selamatkan aku di dunia dan akherat. Bagaimana bisa damai? Bagaimana bisa selamat dunia dan akherat bila bila sikap dan pperbuatan kita tidak bisa menghormati dan menghargai orang lain. Bagi saya Agama hanyalah wadah/baju/identitas.Saya setuju perkataan di surga maupun di neraka agama dan militer tidak dibutuhkan.He… Bagi anda yang membenci orang kafir (seperti saya) dan merasa diri anda paling suci sehingga dengan muda dan bangga merasa dapat mewakili hukum dan malaekat serta Tuhan untuk menghakimi orang lain. Mestinya ahklak dan perbuatan anda lebi baik dan mulia dari pada kami yang kalian sebut kafir.

#22. Dikirim oleh johanes  pada  27/03   05:32 AM

Hadits atau bukan hadits, palsu atau bukan palsu, tapi kalimat yang berbunyi “perbedaan pendapat diantara umatku adalah rahmat” sangat bagus dan dalam sekali maknanya. Apalagi kalau untuk memaklumi perbedaan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits, yang merupakan sumber utama hukum Islam. Sebab kita memang harus membedakan antara “Islam” dengan “Pemahaman Islam”. Islam adalah mutlak pasti benar (bagi pemeluknya), tapi pemahaman Islam adalah relatif sifatnya. Dan menafsirkan Al-Qur’an adalah bagian dari upaya memahami Islam, yang tentunya juga bersifat relatif.Wajar jika hasil penafsiran itu bisa berbeda-beda, dan wajar pula jika kemudian melahirkan pemahaman yang berbeda. Karena itulah tak ada seorang pun yang berhak mengklaim bahwa pahamnyalah yang paling benar,sedangkan orang lain salah, bid’ah, sesat dsb.

#23. Dikirim oleh malcreb  pada  20/07   03:23 PM

mari rame-ramejadi tuhan, dengan mencela orang lain,seakan kita yang berkuasa atas alam semesta. sementara di sekitar kita banyak orang yang menderita karena ulah sesama, tetapi hati kita ternyata masih buta. Huuh!

#24. Dikirim oleh wawan  pada  31/07   12:44 AM

Mudah2an rumus ini berguna…Cuma 2 yang mesti difahami,A.Ushuludin: Pokok Agama,merupakan kaidah yang fundamental/prinsip yang tidak boleh ada perbedaan terhadapnya.Jika ada Perbedaan,maka bukan Perbedaan akan tetapi TELAH KELUAR DARI ATURAN DASAR ISLAM&ORANG;ISLAM YANG BERBEDA DIUSHUL BERARTI DIA TELAH KELUAR DARI ISLAM(ISLAM MMPUNYAI STANDAR BASIC DALAM BERAGAMA)!!!!
Contoh:
1.Nabi Muhammad SAW,adalah Nabi terakhir,tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.Umat Islam Seluruh Dunia apapun Mazhabnya SEPAKAT AKAN HAL INI & TIDAK ADA PERBEDAAN SEDIKITPUN.
2. Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW,adalah benar adanya,barang siapa umat Islam yang mengingkari ini berarti telah keluar dari Islam.
3. Alqur’an adalah salah satu Mu’zijat nabi Muhammad SAW yang diberikan Oleh Yang Maha Mulia Yang Maha Sempurna,sehingga isi AlQur’an Mulia&Sempurna;,tidak ada cacat,keraguan didalamnya. Barang siapa Umat Islam yang Ragu&mengganggap;Alqur’an ada cacat,maka org tsb telah keluar dari agama Islam.
Masih banyak contoh2 lainnya
. FURU’DIN:Cabang-cabang dalam Agama.Umat Islam boleh berbeda dalam Furu’ akan tetapi perbedaan tersebut harus mempunyai DASAR HUKUMNYA(DALIL).
Umat Islam yg berbeda di Furu’tidak menjadikan Orang tersebut Keluar dari Kaidah Dasar agama(alias tidak Murtad/dah).
CONTOH
1.Dalam Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW,ada Ushul ada furu’. Ada sebagian pendapat yang menyatakan bahwa Isro Mi’roj Nabi SAW hanya Ruhnya Saja(safar ruhaniah),akan tetapi Jumhur ulama sepakat Bahwa Isro Mi’roj Nabi Dengan Ruh&Jasad;.Ini masalah Furu’,.berbeda boleh asal pny Dalil,dan tidak menyebabkan kita keluar Dari Agama Islam.Dan msh byk lg contoh lainnya.

#25. Dikirim oleh Mr.E  pada  19/09   12:27 PM

saya setuju dengan mengedepankan etika dan dialog karena itu yang diajarkan islam kepada kita dalam menyampaikan kebenaran..dan perbedaan itu adalah suatu kenyataan yang karenanya Allah mengutus Para Rasul dan Nabi untuk menyatukan mereka agar mereka kembali menyembah ALlah swt saja..karena tidak ada sembahan yang hak selain Dia Yang Maha Suci..tetapi prinsip2 penyampaian ajaran islam tetap dengan cara2 yang diperintahkan yaitu;
1. Dengan hikmah (dalil yang dijelaskan oleh Allah melalui Rasul-Nya)
2. nasehat yang baik (sesuai tingkatan daya tangkap objek)
3. bila perlu berdialog dengan cara yang elegan pula (Dengan mengedepankan etika dan ilmu bukan hawa nafsu)

kemudian ada prinsip2 yang lain yaitu bila kita melihat kemunkaran maka kewajiban kita merubahnya 1.dengan tangan (orang yang memiliki kewenangan dlam penegakan hukum, contoh kecil di keluarga adalah kepala rumah tangga)
2.dengan lidah (menyampaikan kabar gembira berupa nasehat/ seruan/ teguran dan peringatan)
3.dengan hati (minimal kita tidak terlibat dalam kemunkaran dan tidak melibatkan diri di dalamnya)

dengan prinsip2 tersebut membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil’alamin bukan sebagai sumber teroris yang sekarang dialamatkan pada Islam leh mereka yang melihat Islam dengan sebelah mata.

semoga kita tidak apriori terhadap kemunkaran sehingga Allah SWT tidak menghukum kita karena kita tidak saling cuek terhadap kemunkaran di sekitar kita…jangan sampai kita dilaknat oleh Allah SWT seperti halnya kaum Yahudi karena karakternya yang cuek terhadap kemunkaran malah mereka memberikan peluang bagi merebaknya kemunkaran dengan faham floatismenya( mengambangkan keyakinan dan pemahaman terhadap kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

kita umat Islam adalah umatan wasato (umat yang terbaik)karena memiliki panduan hidup yang paling sempurna yaitu Al Qur’an bila dikomparatifkan dengan panduan hidup umat2 sebelum nabi Muhammad SAW. karena Al Qur’an adalah penyempurna aturan hidup manusia yang telah berlangsung sejak nabi Adam as.

#26. Dikirim oleh Abdul Wahhab  pada  27/03   09:58 AM

terkadang kita justru melupakan hati nurani dan logika kita… kita sudah terbiasa menjadi mesin foto kopi…
tentang agama… pembicaraannya akan sangat luas… tapi tentang hubungan manusia dan Tuhan/Sang Maha itu sangat personal….
Meskipun background saya adalah label Islam… dan sempat terpenjara dalam istilah itu sehingga logika kumatikan…
saat logikaku kujalankan… maka aku diserang dengan kata-kata agama adalah keyakinan gak boleh kita menggunakan logika… aneh… bukankah itu berarti kita menjadi mesin foto copy yang hanya menerima plek apa yang kita dengar dan terima…

#27. Dikirim oleh ria  pada  15/04   07:45 AM

Secara Yuridis Indonesia menganut faham kebebasan beragama. Jadi bila salah satu kelompok agama / keyaqinan merasa terancam atau diganggu eksistensinya sebenarnya harus secara aktif melaporkan kepada aparat polisi.  Kami LKBH ICMI pernah diminta bantuan untuk mendampingi sebagai pembela dari salah seorang khotib yg dilaporkan kelompok LDII yang merasa dicemarkan nama baiknya. Polisi Kota Bekasi waktu itu konsisten memberkas perkara tersebut sampai di jenjang Pengadilan.  Nah dari kasus tersebut ada baiknya JIL menggunakan upaya hukum seperti yang dilakukan oleh LDII. Selamat berjuang.

#28. Dikirim oleh akmal fauzan  pada  12/12   02:53 PM

Saat ini sedang pada ereksi pemikiran, terkena rangsangan informasi sedikit saja sudah pada meningkat libido dan syahwat untuk mengeksekusi. Kalau sudah emosi yang digunakan maka akal akan tertutup. Mari diskusi dengan akal sehat.

#29. Dikirim oleh kukuruyuk  pada  02/03   07:22 AM

tunggu dulu…!!jangan dulu menuduh umat islam. siapa tahu ini merupakan skenario amerika dan yahudi untuk merusak citra islam di dunia. dan sebaiknya ULIL menghentikan kebiasaannya jeleknya, yaitu merusak agama islam atas nama kebebasan dan kekafiiran. saya juga tidak setuju dengan sikap sulaiman azhar yang memberi ULIL “hadiah” BOM.

#30. Dikirim oleh hassan  pada  16/03   08:58 AM

emang org indon klo sdh soal ngomong ga ada duanye, hebat-2, ga dimana, ga dimana dari atas ampe bwh, jago ngomong alias jago bacoot alias raja ngacablak,
tapi kagak bisa kerja alias belegug.
alias NATO, makanya Indon ga maju-2, nagara indon ga akan maju dgn bacoot, tpi dgn kerja keras,.

#31. Dikirim oleh koko caskoni  pada  13/06   01:48 PM

agama ....agama ..dan lagi agama. satu kata yang membuat sesama manusia bisa saling bantai, saling bunuh ... lebih baik. Orang selalu bilang agamanya baik, tapi orang juga bisa membunuh karena terpengaruh oleh agama. Saya ..( silakan bilang saya kafir atau apa silakan ) ..lebih suka menafsirkan ajaran agama dengan pendekatan humanisme. Contoh konkrit jika kita tidak mau disakiti jangan menyakiti, jika kita tidak mau dikatakan kafir jangan mengkafirkan, jika kita tidak mau dibunuh, jangan membunuh. Jika kita tidak mau sakit hati, jangan menyakiti hati orang lain….....mudah khan.  Satu hal kita semua belum pernah mati, kyai , pendeta, pemuka agama belum prnah mati..dan KEBENARAN KLAIM AGAMA BELUM TERBUKTI. karena belum ada saksi.

#32. Dikirim oleh orang indonesia  pada  15/08   04:06 PM

Jika itu manusia, tidak akan ada yang berkepala dingin jika benda yang paling dikasihinya dihina dan dicerca, tetpi jika mereka bukan manusia, maka ia mungkin.

#33. Dikirim oleh joko  pada  03/02   05:50 PM
Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?