Reportase,
07/11/2011

Yang Terlarang Bersujud

Oleh Saidiman Ahmad

Seorang teman pengunjung berbisik,”masalahnya bukanlah bahwa anggota-anggota Jemaat Ahmadiyah ini memiliki keyakinan yang sama dengan umumnya orang Islam. Sekalipun mereka sungguh berbeda, mereka tetap memiliki hak yang sama untuk berkeyakinan dan beribadah.” Saya mengangguk setuju.

07/11/2011 19:11 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (10)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Isteri anda telah yakin dengan anda sebelum melanjutkan pernikahan dengan anda bukan?. setelah menikah dengan anda, masihkah ia bebas memilih pasangan lain selain anda? tidak bukan?. malah anda akan membunuh isteri anda itu serta pasangan gelapnya bukan?. fikirlah tentang kecemburuan Allah sampai tuntas….selamat ber-logika!......

#1. Dikirim oleh joko  pada  09/01   11:45 PM

Assalamu’alaikum wrwb.

ALLAH memerintahkan kepada Rasul, untuk membantu orang2 yang lemah atau tertindas sebagaimana ayat ini.


[QS 4:75] Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah(tertindas) baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah)yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.


Sebaiknya sdr Saidiman memebrikan ayat ALLAH ini,dimana kita wajib membantu dan menolong orang2 yang lemah,minoritas yang tertindas di negerinya.

Orang2 yang berapngku tangan melihat orang2 yang tertindas sesungguhnya mereka termasuk gol. penindas. Orang2 penindas itu adalah manusia2 Syaitan.


HAM=QS 4:75.

Mari kita perbaharui komitment kita untuk selalu membela yang TERTINDAS atau yang lemah.

Inilah pengalaman hidup saya tinggal di negara2 yang mendukung HAM atau ANTI PENINDASAN DAN KEKERASAN, YAITU USA DAN JAPAN,

http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/make-money.html


SALAM

 

#2. Dikirim oleh alatif  pada  10/01   01:21 AM

mantap… sekali untuk penghancuran aqidah islAM….........

#3. Dikirim oleh rendi sejahtera  pada  10/01   12:17 PM

Surah Al Fatihah adalah surah yg paling utama dalam Al Quran dan wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat. Dalam 2 ayat terakhir tertulis, “Tunjukilah kami ke jalan yg lurus yaitu jalan orang2 yg telah Engkau beri rahmat, bukan jalan orang2 yg sesat”. Dengan tegas Allah mengatakan bahwa ada jalan yg lurus dan ada jalan yg sesat.
Jangan sampai kita tertipu oleh orang2 yg mengatakan tidak ada jalan yg sesat, yg ada cuma perbedaan. Mereka inilah orang2 yg ingin membengkokkan jalan Allah yg lurus, ingin memadamkan cahaya Allah. Mana bisa, jika sudah bicara Islam maka akan berhadapan langsung dgn Yang Maha Kuasa.
JIl ini cuma pintar bermain kata2 utk membengkokkan jalan Allah yg lurus. Apa JIL menjanjikan surga kepada pengikutnya ? atau malah menjerumuskan ke azab yg pedih ?

#4. Dikirim oleh didi  pada  11/01   07:06 PM

Sebetulnya, yang membuat saya tidak setuju pada Ahmadiyah itu hanya 1 yaitu karena mereka mengkultuskan, atau meyakini bahwa Gulam Ahmad adalah Rasul sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW dan kedudukan mereka setara. Hanya itu yang membuat saya tidak begitu Sreg dengan Ahmadiyah.

Namun masalahnya, Ahmadiyah selalu saya berkelit dan Berputar-putar dengan berbagai macam Hadist yang ditafsirkannya.

Jika saja Ahmadiyah bisa meyakini kepada umat islam lainnya bahwa mereka benar-benar tidak mengkultuskan atau mensejajarkan Gulam Ahmad sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW, saya rasa masalah akan selesai. karena memang saharusnyalah Nabi Besar kita tidak dapat tergantikan, karena bukankah setiap manusia tidak akan tergantikan dengan manusia lain ??

Di titik ini, saya menemukan bahwa dalam diri umat Ahmadiyah juga tertanam sifat keras kepala dan tidak cukup berbesar hati dan mencoba melihat dari sisi yang akan berdampak baik lebih besar untuk umat islam, yaitu Bersatu.

Jika memang Ahmadiyah merasa diri mereka tidak berbeda, mengapa harus berkeras menentang sesuatu yang seharusnya memang tidak berbeda ??

salam perdamaian.

#5. Dikirim oleh Ocehanburung  pada  12/01   08:28 AM

JIKA ANDA TIDAK SAKIT HATI TATKALA ANDA TAHU AGAMA ANDA DILECEHKAN, DIBELOKKAN, DIPUTARBALIKKAN, ... MAKA ANDA TIDAK TERMASUK ORANG YANG BERIMAN KEPADA AGAMA ITU.

#6. Dikirim oleh Alex  pada  12/01   11:49 AM

Ada seorang ayah yang bepergian dengan keempat anaknya. ketiganya menggunakan batik dengan motif dan warna kuning yang sama dengan ayah mereka hanya yang satu menggunakan batik dengan motif yang sama tetapi warnanya biru. ditengah perjalanan ketiga anak berbatik kuning ini merobek-robik batik saudaranya yang berwarna biru, bahkan kemudian ia memukuli, dan menendangnya keluar dari mobil mereka. pertanyaannya sang ayah akan lebih welas kepada ketiga anaknya yang atas nama keber-sama-an warna yang mengusir saudaranya sendiri dari rombongan ataukah kepada sang anak yang babak belur terlempar terusir dari mobil yang mereka tumpangi???
mirrriiis

#7. Dikirim oleh trijoyo pamungkas  pada  12/01   09:03 PM

meski saya bukan anggota ahmadiyah saya pernah beberapa kali shalat di masjid mereka tidak jauh dari simpang lima semarang. prosesi ibadah mereka dari shalat hingga bacaan wiridnya tak ada bedanya dengan kaum muslimin pada umumnya. kami berbaur dengan mereka penuh kerukunan dan persaudaraan. terbayang, Allah melihatnya dengan tersenyum lembut jauh dari tanda-tanda kecemburuan.

#8. Dikirim oleh muhnan rais  pada  14/01   04:24 AM

Permasalahan yang mengganjal adalah keyakinan Ahmadiyah yang mengaku ada nabi sesudah Nabi Muhammad saw, sementara mereka mengakui diri beragama Islam . Apakah tidak sebaiknya kaum Ahmadiyah mendirikan agama tersendiri saja misalnya ” AGAMA AHMADIYAH ” agar hak-haknya sebagai minoritas terjamin dan diakui. Jangan mengaku ber-” AGAMA ISLAM “.Ini akan lebih aman karena tidak ada hak seseorang untuk memaksakan keyakinan kepada orang lain. Persoalannya bukan hanya sekedar tafsir karena bagi arus utama sangat mutlak yaitu bagi seorang Muslim , tidak ada lagi nabi sesudah Nabi Muhammad saw. Lalu ketika ada yang mengaku masih ada nabi sesudah Nabi Muhammad saw , sementara tetap mengaku beragama Islam , nah itulah sumber bencana . Menghindar dari konflik sambil menyelamatkan akidah menjadi hal yang lebih penting.

#9. Dikirim oleh ariflewisape  pada  14/01   08:43 AM

tulisan sadiman ini intinya mau dibawa ke mana? jangan2 dia gak tau Islam itu apa, ahmadiyah itu apa… kok agak ngelantur gitu man tulisanmu

#10. Dikirim oleh murtadi o  pada  22/01   12:03 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?