JIL Edisi Indonesia

Teras Terlarang, Fatima Mernissi Konsep Harem dalam Perspektif Fatima Mernissi

Oleh Burhanuddin

terasterlarang.jpgSebagai seorang akademisi, Mernissi telah sekian lama merebut perhatian para aktivis perempuan dan peminat gender melalui buku-bukunya seperti Beyond the Veil: Male-Female Dynamic in Modern Moslem Society— yang aslinya adalah disertasi doktornya, The Veil and the Male Elite dan seabrek buku lainnya yang—alhamdulillah— sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam edisi bahasa Indonesia.

Dari tulisan-tulisannya, sedikit atau banyak kita dapat menarik benang merah untaian pemikiran Mernisi sekitar feminisme: Yakni betapa gigihnya dia menelisik kekurangan-kekurangan yang ada pada pemerintahan Arab —yang menurutnya— bukanlah intrinsik karena doktrin agama. Namun, lebih karena agama itu telah dimanipulasi oleh orang yang berkuasa untuk kepentingan dirinya sendiri.

01/03/2002 | Buku | Komentar (2) #

Islam Liberal: Definisi dan Sikap

ISLAM LIBERAL: DEFINISI DAN SIKAP

01/03/2002 | Diskusi | Komentar (1) #

Qur’an Untuk Perempuan

01/03/2002 | Buku | Komentar (1) #

Nirwan Ahmad Arsuka: Alquran bisa Dianulir oleh Teori Ilmiah Baru

Soal Maurice Bucaille ini, ketika pertama kali ia muncul sejumlah orang bersorak karena implikasi dari penjelasannya adalah Alquran sudah banyak berbicara sejak 14 abad sebelum penemuan-penemuan oleh ilmuwan cemerlang di seluruh dunia. Tapi mereka lupa bahwa teori-teori ilmiah itu bersifat tentatif, setiap saat bisa diubah oleh teori yang lebih bagus. Kalau para pendukung Bucaille tetap berpatokan dengan mencantolkan ayat dengan teori ilmiah maka mereka merisikokan ayat tersebut untuk suatu waktu dianulir pada saat teori ilmiah tersebut difalsifikasi.

24/02/2002 | Wawancara | Komentar (4) #

Rites De Passage Haji dan Kurban

Oleh Burhanuddin

Haji adalah suatu perjalanan suci (mujahadah) yang dipenuhi ritus-ritus keagamaan yang oleh Arnold van Gennep disebut rites de passage (tamasya ritual). Rites de passage inilah yang banyak memberi sumbangan berharga bagi orang-orang kaya, khususnya yang berhaji, untuk bercermin diri. Memang ibadah haji pada awalnya adalah suatu ekspresi sikap determinan ibadiyah yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mempunyai isthitho’ah (kemampuan). Istitho’ah yang dimaksud lebih ditekankan pada masalah fisik dan kesiapan materi baik yang dibutuhkan untuk perjalanan haji itu sendiri maupun untuk bekal keluarga yang ditinggalkan.

24/02/2002 | Kolom | Komentar (0) #

Budhi Munawar-Rachman Tasawuf Mendorong Keberagamaan Inklusif

Karena tasawuf berurusan dengan soal-soal kerohanian, maka agama di sini harus dilihat dalam arti spiritual, arti spiritnya. Manusia sebenarnya punya satu ikatan primordial dengan Tuhan. Maka kata dien dalam al-Qur’an menjadi menarik, karena artinya adalah binding yang berarti ikatan manusia dengan Tuhan. Justru pada segi ini tasawuf memberikan perhatian yang sedalam-dalamnya, bukan dalam arti lahiriyah, seperti syari’ah sudah memikirkan fiqih.

17/02/2002 | Wawancara | Komentar (8) #

Metode Hermeneutika untuk Al-Qur’an

Oleh Ahmad Fuad Fanani

Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk (hudan) memiliki posisi sentral dalam kehidupan manusia. Ia bukan saja sebagai landasan bagi pengembangan dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman, namun ia juga merupakan inspirator, pemandu dan pemadu gerakan-gerakan umat Islam sepanjang empat belas abad lebih sejarah umat manusia. Hal ini bisa terlihat dari dari bermunculannya gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Jam’at Islami di Pakistan, Wahabi di Saudi Arabia, maupun NU, Muhammadiyah, baik organisasi Islam lainnya di seluruh dunia.

17/02/2002 | Kolom | Komentar (1) #

Masdar F. Mas’udi dan Dr. Rizal Sukma: Empati dengan Berat Hati kepada Kaum Radikal

Perang melawan terorisme pasca tragedi 11 September akhir-akhir ini kembali menyedot perhatian setelah tertangkapnya Agus Budiman di Amerika, Faturrahman al-Ghazi Di Filipina, puluhan mahasiswa Indonesia di Yaman dan pemeriksaan KH Abu Bakar Basyir. “Banyak pihak terjebak generalisasi berlebihan dengan menyebut Islam identik dengan kekerasan, “ kata Masdar Farid Mas’udi dari Pokja PBNU.

10/02/2002 | Wawancara | Komentar (0) #

Islam dan Demokrasi

Oleh Drs. M. Zainuddin, MA

Demokrasi sering diartikan sebagai penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan persamaan hak di depan hukum. Dari sini kemudian muncul idiom-idiom demokrasi, seperti egalite (persamaan), equality (keadilan), liberty (kebebasan), human right (hak asasi manusia), dst.

10/02/2002 | Kolom | Komentar (5) #

Goenawan Mohamad: Cupet, Pandangan Amerika ke Dunia Luar

Orang Amerika itu sebetulnya orang-orang yang pada umumnya tidak mengetahui banyak mengenai dunia luar. Memang seperti Indonesia, karena negara besar, beragam penduduknya, dan karena itu sibuk memahami diri sendiri terus menerus seperti kita, sehingga jadi kuper. Amerika sedikit sekali yang mengerti bagaimana Indonesia, bagaimana Islam, bagaimana Eropa. Saya dengar Presiden Bush sendiri sebelum jadi presiden belum pernah ke luar negeri.

03/02/2002 | Wawancara | Komentar (0) #
Halaman: 105 dari 113 « First  <  103 104 105 106 107 >  Last »