JIL Edisi Indonesia

Demokrasi dalam Tradisi Politik Islam Melayu: Mencari Hitam dalam Gelap

Oleh Oman Fathurahman

Pada dasarnya, kata “Islam” dan “Melayu” tentu saja merujuk pada dua makna yang berbeda: yang pertama, merujuk pada sebuah tatanan dengan sekumpulan nilai yang diyakini oleh pemeluknya sebagai way of life. Sementara yang kedua, Melayu, berarti sebuah komunitas di wilayah tertentu, di mana Indonesia berada di dalamnya. Karenanya, yang disebut sebagai masyarakat Melayu adalah mereka yang menjadi bagian dari komunitas di wilayah dimaksud.

18/11/2001 | Kolom, | Komentar (0) #

Ahmad Sahal: Asal Main Larang Bisa Kontraproduktif

Beberapa kalangan Islam, termasuk MUI, menuntut agar tempat hiburan ditutup selama bulan Ramadhan. Gubernur Jakarta pun meresponnya dengan membuat surat keputusan penutupan tempat hiburan. Tahun lalu, kita masih ingat di Jakarta massa FPI merusak café dan tempat hiburan yang dianggap menjajakan kemaksiatan. Apakah langkah semacam itu akan efektif atau justru kontraproduktif? Bagaimana melihat hal itu semua dalam konteks demokrasi?

17/11/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Jihad Proporsional

Oleh Azyumardi Azra

Proporsionalitas ungkapan solidaritas Islam itu mestilah juga lebih berorientasi ke dalam. Keadaan ekonomi Indonesia yang masih terpuruk telah menjadikan kaum Muslimin sebagai korban yang paling menderita, apakah dalam bentuk merosotnya pendapatan maupun dalam bentuk pengangguran yang semakin meluas. Selain itu, sekitar 1,3 juta anak bangsa telah menjadi pengungsi di mana­mana. Bisa dipastikan, sebagian besar mereka ini adalah kaum Muslimin. Ukhuwwah Islamiyah yang begitu menggelora belakangan ini haruslah juga ditujukan kepada mereka ini. Jika tidak, kita berarti lebih memberikan perhatian kepada “rumahtangga” orang lain, sementara rumahtangga kita sendiri yang berantakan, hampir dilupakan.

11/11/2001 | Kolom, | Komentar (0) #

Taufik Adnan Amal: Lihatlah Alquran dalam konteks sejarahnya!

Kalau kita melihat konteks lahirnya Alquran pada masa nabi bahkan pada masa setelah itu, kita lihat umat Islam hadir dalam komunitas yang majemuk, ada umat Islam, Nasrani, Yahudi dan badui-badui. Nah Alquran misalnya mencela yahudi karena ada situasi politik ketika itu. Karena mereka berkolaborasi untuk menghancurkan benih atau embrio komunitas Islam yang mulai terbentuk. Sehingga kita harus memahami komunitas-komnuitas keagamaan. Alquran mengatakan kriteria antara umat Islam adalah iman dan amal saleh inilah visi Alquran tentang masyarakat majemuk tadi.

10/11/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Telaah Kritis Konsep Aswaja

Oleh Dr. Fu’ad Jabali

Konsep Jama’ah bisa memberikan justifikasi religius bagi partisipasi masyarakat Indonesia dalam kerangka bernegara dan berbangsa. Mengaku dirinya sebagai penganut Ahlussunnah wal-Jama’ah, mereka berikrar kepada Tuhannya bahwa mereka akan mengabdikan diri, selain pada realisasi nilai-nilai luhur yang ada dalam Sunnah Nabi, juga pada pembangunan Jama’ah. Kalau Jama’ah di Indonesia berantakan, kalau orang tidak peduli lagi dengan nasib kebanyakan orang, dan kalau orang meruksak masa depan orang kebanyakan, berarti klaim mereka sebagai penganut Ahlussunnah wal-Jama’ah patut dipertanyakan.

04/11/2001 | Kolom, | Komentar (0) #

Alquran Edisi Kritis

Oleh Taufik Adnan Amal

Di kalangan kaum muslim awam, teks dan bacaan yang ada dewasa ini di dalam mushaf Alquran diyakini sebagai rekaman lengkap dan otentik wahyu-wahyu Nabi Muhammad yang dikodifikasi Zayd ibn Tsabit berdasarkan otoritas Khalifah Utsman ibn Affan. Pernyataan Alquran dalam 15:9, dipandang sebagai garansi ilahi atas kemurnian mushaf tersebut dari berbagai perubahan dan penyimpangan, bahkan—menurut suatu pendapat yang ahistoris—dalam titik serta barisnya.

28/10/2001 | Kolom, | Komentar (2) #

VCD Porno dan Kebebasan Memilih

Oleh Ade Armando

Pekan-pekan terakhir ini ada beberapa kabar mengenai seks di media massa: beredarnya VCD porno yang salah seorang pemerannya adalah mahasiswi UNPAD Bandung, ditolaknya klip video artis Nafa Urbach oleh stasiun televisi karena dianggap terlalu sensual, serta terbongkarnya salah satu titik pengedaran VCD porno di Jakarta Utara.

21/10/2001 | Kolom, | Komentar (0) #

Petunjuk Untuk Membela Islam

Oleh Ahmad Sahal

Ziauddin Sardar dalam satu tulisannya di The Observer baru-baru ini mengatakan sudah saatnya kaum muslim tidak tinggal diam melihat konsep agama seperti jihad dan fatwa dibajak oleh kaum fanatik. Sudah saatnya mayoritas umat Islam yang sikapnya moderat tapi diam (the silent majority) berbicara vokal merebut wacana.

14/10/2001 | Kolom, | Komentar (4) #

Thoriq Hadad dan Agus Sudibyo: Peristiwa WTC, Berkah Bagi Media

Peran media cukup penting dalam menyebarluaskan dan—dalam beberapa hal—“memanas-manasi” situasi yang sedang berkembang. Peristiwa WTC pada 11 September silam dan penyerangan Amerika Serikat ke Afghanistan baru-baru ini tak luput dari liputan media dan sekaligus “provokasi” kepada para pembacanya.

13/10/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Dialog, Bukan Konfrontasi

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Jalan dialog adalah satu-satunya jalan yang paling mungkin ditempuh sekarang ini. Jalan konfrontasi hanyalah akan menguntungkan orang-orang yang mempunyai pandangan dualistis mengenai kehidupan ini: “Islam” dan “kafir”, baik dan jahat, dan seterusnya. Jalan ini hanya akan menguntungkan oran-orang dengan pandangan yang konservatif dan ekstrim dalam agama manapun, entah Islam, entah yang lain. Jalan ini juga amat menguntungkan para elit agama manapun yang hendak memanipulasi ignoransi umatnya untuk kepentingan yang sempit dan cupet.

07/10/2001 | Kolom, | Komentar (3) #
Halaman: 140 dari 144 ‹ First  < 138 139 140 141 142 >  Last ›