JIL Edisi Indonesia

Goyang Inul dan Merosotnya Otoritas Agama

Oleh Burhanuddin

Yang menarik dalam kasus Inul ini adalah gejala merosotnya otoritas lembaga keagamaan ketika berhadapan dengan goyang Inul sebagai produk budaya massa yang di-back up mobilitas media. Goyang ngebor Inul setali tiga uang dengan goyang jaipongan, goyang dombret, bahkan goyang salsa, dalam artian bagian dari—apa yang disebut Dwight MacDonald— manifestasi politik tubuh dalam industri budaya massa. Karena itu, lembaga keagamaan akan sulit mengerem laju Inul.

04/05/2003 | Kolom, | Komentar (10) #

Imam Syathibi: Bapak Maqasid al-Syari’ah Pertama

Oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati

Musthafa Said al-Khin dalam bukunya al-Kafi al-Wafi fi Ushul al-Fiqh al-Islamy membuat sebuah terobosan baru mengenai kecenderungan aliran dalam Ilmu Ushul Fiqh. Bila sebelumnya hanya dikenal dua aliran saja, yaitu Mutakallimin dan fuqaha atau Syafi’iyyah dan Hanafiyyah, al-Khin membaginya menjadi lima bagian: Mutakallimin, Hanafiyyah, al-Jam’i, Takhrij al-Furu’ ‘alal Ushul dan Syathibiyyah

01/05/2003 | Tokoh, | Komentar (7) #

Agama, Seni dan Soal Batasan

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Jika merujuk pada ketentuan fiqh secara ketat, bahkan seorang perempuan dilarang untuk memakai pakaian ketat yang “tunbi’u ‘anil basyarah”, yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh. Gerakan-gerakan tubuh perempuan yang dapat merangsang syahwat juga tidak diperbolehkan. Sensualitas dan erotisme, dua pokok soal yang diangkat oleh Wak Haji Oma Irama, adalah dua hal yang tidak boleh dipertunjukkan dalam ruang publik. Kiai Ilyas Ruhiyat, seperti dikutip oleh sebuah koran daerah beberapa hari lalu, juga menekankan hal ini. Dilihat dari sudut pandang fiqh, sebetulnya seluruh pertunjukan Inul itu tidak boleh alias haram.

01/05/2003 | Kolom, | Komentar (2) #

Komaruddin Hidayat dan Rm. Mardiatmaja: Pendidikan Agama bukan Tugas Guru Agama Saja

Minggu ini, masyarakat diramaikan dengan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). RUU yang diajukan guna merevisi UU 2/1989 ini ternyata menuai banyak protes dari masyarakat.

27/04/2003 | Wawancara, | Komentar (0) #

Goenawan Mohamad: Sejarah Tak Bisa Diubah dengan Senjata

Jargon pembebasan rakyat Irak dari tirani Saddam Husein sebenarnya hanyalah kedok untuk menutupi lack of mission yang dimiliki George W. Bush dan kaum neo-konservatif di sekeliling Bush. Sejatinya mereka ingin membuktikan bahwa kedigdayaan Amerika bisa mengubah hitam-putihnya warna dunia. Sayangnya, sejarah tak pernah sudi ditundukkan oleh kekuatan militer manapun.

20/04/2003 | Wawancara, | Komentar (0) #

Perang Media dan Media Perang Netralitas Wartawan Peliput Perang

Akhirnya, pasukan Amerika Serikat dan sekutunya berhasil menduduki Irak. Benar-benar menyedihkan! Tentu saja kita tak lupa, invasi ke Irak ini tak hanya mengandalkan peralatan perang yang canggih. Propaganda perang melalui jaringan media telah digunakan Amerika dan Inggris, bahkan sebelum pertempuran itu dimulai. Uniknya, perang kali ini konsumen berita sangat dimanjakan oleh sajian yang beragam sehingga jaringan televisi sekuat CNN, Fox News atau NBC harus “bertempur” habis-habisan dengan televisi Al-Jazeera dan Al-‘Arabiyya untuk memperebutkan opini publik.

20/04/2003 | Reportase, | Komentar (3) #

Perang dan Tafsir Agama

Oleh Novriantoni

Agaknya, bila beberapa kesan di atas dicermati dalam konteks Indonesia, akan banyak juga pelajaran yang bisa ditimba. Saat ini, nyaris enerji kita tersedot oleh horor invasi AS dan sekutunya atas Irak. Dalam lapangan keagamaan, kekhawatiran akan meningkatnya radikalisme nampaknya mulai mendapat pembenaran. Dalam suasana perang, nyaris tak ada—mungkin tak etis ataupun tak relevan—wacana tentang toleransi dan perlunya mempertahankan visi keagamaan yang lebih mementingkan moderasi.

20/04/2003 | Kolom, | Komentar (0) #

Setelah Baghdad Jatuh

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Dalam retorika yang berkembang di masyarakat Islam, orang-orang yang mendorong proses pembaruan pemahaman Islam, kerap dipandang sebagai “antek” atau boneka kepentingan bangsa asing (AS dan Yahudi). Retorika itu sengaja diembuskan untuk membangkitkan sentimen negatif umat Islam terhadap tiap gagasan pembaruan. Aneka tuduhan pada kaum Muslim progresif dan liberal sebagai pengimpor gagasan-gagasan asing dari Barat akan amat mungkin makin menguat setelah kejatuhan Baghdad yang tragis. Sebagai pengimpor gagasan asing, kaum Muslim liberal-progresif akan rentan menjadi sasaran kemarahan umat Islam.

17/04/2003 | Kolom, | Komentar (0) #

Unjuk Rasa Kemanusiaan

Oleh Novriantoni

Naluri kemanusiaan masih hidup. Dia belum meninggal dan tak akan pernah mati. Demikian Syekh Yusuf Al-Qardlawi mengomentari tingginya gelombang protes dunia atas aksi unilateral AS atas Irak (http://www.qaradawi.net). Al-Qardlawi mungkin tepat adanya. Unjuk rasa kemanusiaan yang masih kita saksikan di banyak tempat sampai kini, nampaknya tak mudah berhenti, bahkan potensial terus meningkat.

13/04/2003 | Editorial, | Komentar (0) #

Azyumardi Azra Bush Sering Pakai Istilah-istilah Biblikal

What went wrong with America? Apa yang salah dalam diri Amerika? Jawabannya kira-kira, horison warganya yang cupet bertemu dengan sosok presiden yang fundamentalistik serta kelompok Hawkish di sekitar Bush yang selalu melihat dunia seperti paku yang harus dipalu. Tata dunia multipolar menjadi kemustahilan di saat Amerika yang hyperpower ini disetir oleh segelintir orang yang berpandangan agresif dan konservatif.

13/04/2003 | Wawancara, | Komentar (1) #
Halaman: 113 dari 140 ‹ First  < 111 112 113 114 115 >  Last ›