JIL Edisi Indonesia

Musik

Oleh Saidiman Ahmad

Dimuat di Kompas, 12 Mei 2012

Untuk mereka yang menyerang orang lain, untuk para aparatus negara yang membiarkan gangguan, untuk penegak hukum yang menangkap korban dan membebaskan pelaku, pelajaran musik perlu disampaikan. Agar hati yang kaku jadi lembut, pikiran yang kalut menjadi lurus.

19/05/2012 | Klipping, | Komentar (0) #

Jangan Takut

Oleh Saidiman Ahmad

Banyak sekali orang yang berpikiran maju, tapi mereka enggan angkat bicara. “Kita harus melangkah melampaui ketakutan itu, go beyond the fear,” kata Manji. Persoalannya bukan kenapa ketakutan itu muncul. Tapi bagaimana kita mampu melewati dan mengabaikannya.

07/05/2012 | Reportase, | Komentar (54) #

Siaran Pers Mengutuk Polisi Membubarkan Diskusi

Cara polisi membubarkan diskusi sangat bermasalah dan cenderung menebar ancaman. Polisi tidak menangkap massa yang masuk dan mencoba mengganggu diskusi, justru tindakan yang diambil polisi adalah mengakomodir dan tunduk pada tuntutan massa dengan membubarkan diskusi.

07/05/2012 | Pernyataan Pers, | Komentar (3) #

Bumi Manusia dalam Alquran

Oleh Abdul Moqsith Ghazali

Konteks-konteks itu, suka atau tidak, terekam dengan baik dalam kitab suci Alquran dan tentu saja menjadi sebab kehadirannya. Itu sebabnya tak keliru ketika seseorang berkata bahwa Alquran dalam beberapa hal merupakan cerminan dari kondisi dan adat istiadat yang berkembang ketika itu. Ketika Alquran berkata bahwa Allah mengutus setiap Rasul melalui “lisan kaumnya” (bi lisani qawmihi, QS, 14: 4), itu merupakan justifikasi doktrinal atas gagasan bahwa pesan wahyu telah diadaptasikan pada lingkungan budaya, sejarah, dan linguistik manusia. Dari berbagai adat kebiasaan masyarakat Arab itu ada yang dimodifikasi dan dilanjutkan oleh Islam. Tapi, ada juga yang dibuang karena sudah tak relevan dengan konteks zaman dan capaian peradaban.

07/05/2012 | Klipping, | Komentar (1) #

Diskusi Buku “Dilema PKS: Suara dan Syariah”

Diskusi Buku
“Dilema PKS: Suara dan Syariah”

Narasumber: Ulil Abshar-Abdalla dan Burhanuddin Muhtadi
Moderator: Saidiman Ahmad
Teater Utan Kayu, Jakarta Timur
31 Mei 2012, Pukul 19.00 – 21.00 WIB

30/04/2012 | Agenda, | Komentar (0) #

Alexander Aan Bukan Tan Malaka

Oleh Ardi Winangun*

“Namun lain dari Tan Malaka, sebagaimana diberitakan di Majalah Tempo, 15 April 2012, ia (Aan) tidak mampu menemukan jalan tengah di antara paham yang diyakini dengan agama yang dianut.  Meski ia sudah ke sana-sini mencari jawaban tentang agama, lewat berbagai pengajian, ia selalu gagal. Sehingga ia menyimpulkan, saya mati-matian mendamaikan realitas dengan agama, tapi tak bisa.”

27/04/2012 | Kolom, | Komentar (0) #

In Memoriam KH Sofyan: NU dan Tarekat

Oleh Abdul Moqsith Ghazali

Kiai Sofyan bukan sufi yang duduk di ruangan sepi, menjauh dari gemuruh kehidupan. Di samping mengasuh para murid tarekatnya dan mengedukasi para santrinya di pesantren, Kiai Sofyan terlibat dalam proses perubahan sosial. Ia kerap datang untuk memecahkan persoalan sosial bahkan personal yang menimpa umat. Ia pun aktif berorganisasi. Ia berjuang melalui Nahdhatul Ulama (NU), sejak usia muda. Bertahun-tahun Kiai Sofyan memimpin NU dalam fase tersulit ketika NU didiskriminasi bahkan “dipersekusi” rezim Orde Baru. Ia menggerakkan NU tanpa pamrih. Kepentingan pribadi disingkirkan dan kepentingan NU lebih didahulukan. Sebagai Rais Syuriah NU, Kiai Sofyan terlibat dalam mendinamisasi kegiatan intelektual NU seperti acara bahtsul masail yang rutin diselenggarakan setiap sebulan sekali. Bahtsul Masa’il adalah ruang intelektual tempat para kiai NU memecahkan masalah-masalah sosial dari perspektif fikih Islam. Kiai Sofyan memberi pengaruh cukup besar terhadap produk-produk pemikiran keislaman NU Situbondo.

17/04/2012 | Tokoh, | Komentar (6) #

Ulama: Mendayung di antara Banyak Karang

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Munculnya ide “negara Islam” sebagai proyek politik, dengan demikian, tidak dengan sendirinya menaikkan reputasi dan pengaruh ulama sebagai kelas sosial. Dalam praktek sehari-hari, apa yang disebut “negara Islam” biasanya hanya menguntungkan dua pihak: kalangan modernis atau Islamis/revivalis. Sementara kalangan ulama sendiri cenderung berada pada pinggiran, dan kurang memainkan peran yang penting dalam administrasi atau penyelenggaraan lembaga yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam sendiri, seperti madrasah misalnya. Dengan kata lain, proyek negara Islam, pada akhirnya, mewarisi sindrom politik serupa yang dialami oleh negara nasional non-agama yang lain. Negara-negara nasional yang lahir pasca era kolonial ini, termasuk di negeri-negeri Muslim sendiri, pada akhirnya dihadapkan pada imperative konsolidasi negara, unifikasi sistem hukum, reformasi lembaga-lembaga sosial, yang keseluruhannya cenderung menempatkan kelas ulama pada posisi defensif.

16/04/2012 | Gagasan, | Komentar (2) #

Politik dan Kekuasaan dalam Islam Membaca Kembali Sejarah Syiah

Oleh Luthfi Assyaukanie

Syi’ah adalah sekte pertama di dalam Islam yang kemunculannya sepenuhnya didorong oleh peristiwa politik. Semua bermula dari absennya wasiat Nabi Muhammad tentang siapa penggantinya jika dia meninggal. Jika sejak awal Nabi memberikan wasiat dan diumumkan kepada publik, pastilah sejarah Islam akan berjalan lain. Ketiadaan wasiat ini memunculkan persoalan besar beberapa saat setelah Nabi meninggal, yakni siapa yang akan menggantikannya? Selain sebagai pemimpin spiritual, Nabi Muhammad juga seorang pemimpin politik bagi warga Madinah. Kematiannya, dengan demikian, bukan hanya berarti hilangnya kepemimpinan spiritual, tapi juga kepemimpinan politik.

16/04/2012 | Gagasan, | Komentar (5) #

Dari Tambun Utara ke Istana Merdeka: Diskriminasi Ibadat Jemaat HKBP Filadelfia

Oleh Evi Rahmawati*

Barisan HKBP terdepan yang diisi oleh ibu-ibu harus berhadap-hadapan langsung dengan massa yang terlihat sudah cukup terbakar emosinya. Menghadapi teriakan massa, beberapa ibu-ibu dari jemaat HKBP hanya bisa menangis sambil terus mengatakan :”Kami hanya ingin beribadah, bukan berbuat rusuh.” Tetapi massa tidak mempedulikan tangisan mereka, bahkan seorang warga perempuan berjilbab yang merupakan bagian dari massa penolak, mengatakan :” Tangisan buaya, palsu!”

16/04/2012 | Reportase, | Komentar (9) #
Halaman: 1 dari 144  1 2 3 >  Last ›