JIL Edisi Indonesia

Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer: Kita Butuh Fikih Bercorak Pluralistik

Sebagai negara yang pluralis, baik dari sudut etnis, bahasa, budaya, dan agama, Indonesia jelas membutuhkan rumusan fikih yang mempunyai visi dan wawasan yang pluralis. Yayasan Paramadina sebuah lembaga yang dimotori Dr. Nurcholish Madjid dan berkecimpung dalam kajian keagamaan dan sosial, sedangmengembangkan dan merumuskan gagasan tentang fikih lintas agama yang dirampungkan dalam bentuk buku yang berjudul “Fiqih Lintas Agama”. Inilah buku pertama yang secara spesifik membahas soal fikih hubungan antar umat beragama di Indonesia.

09/12/2003 | Wawancara, | Komentar (8) #

Sejarah Al-Qur’an: Rejoinder

Oleh Luthfi Assyaukanie

Mengkaji sejarah Al-Qur’an dengan melihat proses-proses pembentukannya, baik pada masa Nabi dan masa-masa sesudahnya sangat penting, untuk mengingatkan kita selalu bahwa Al-Qur’an adalah manifestasi manusiawi dari kalamullah. Seperti juga kitab-kitab suci lainnya di dunia ini, Al-Qur’an memiliki keterbatasan-keterbatasan pada lingkup kebahasaan dan kesejarahan di mana ia diturunkan.

08/12/2003 | Kolom, | Komentar (14) #

Agama dalam Cetakan Baru

Oleh Hatim Gazali

Penting kiranya membuat mekanisme transformasi pemahaman agama yang inklusif kepada masyarakat secara umum sebagai salah satu upaya meminimalkan adanya ketegangan di antara pemeluk agama. Singkatnya, agama hanya dipanggil ketika ada kebutuhan legitimasi dan dicampakkan ketika menagih tanggung jawab moral.

08/12/2003 | Kolom, | Komentar (4) #

Menimbang Fikih Lintas Agama

Oleh Muhammad Al-Fayyadl

Sudah saatnya sekarang fikih memberdayakan diri dengan mengusung agenda-agenda yang lebih menjanjikan dan prospektif di masa mendatang. Wacana fikih lintas agama menjadi signifikan di sini, karena tawarannya yang menukik langsung pada kenyataan bahwa selama ini fikih sering dijadikan alat legitimasi bagi tindak kekerasan atas nama agama.

30/11/2003 | Kolom, | Komentar (7) #

Bulan Konsumerisme Agama Renungan di penghujung Bulan Ramadan

Oleh Muhammadun As

Fenomena Ramadan yang penuh dengan sakralitas seolah pupus karena sudah bersifat marerialistik-komsumtif. Tradisi massif yang membudaya dimana-mana, dengan makan yang lezat, baju baru, mengecat rumah, telah mengalokasikan anggaran yang berlipat ganda dari hari biasanya. Di sisi lain, para pedagang menawarkan barang-barang yang menawan hanya pada bulan ini merupakan manifestasi dari konsumerisme agama.

24/11/2003 | Kolom, | Komentar (4) #

Abdul Jalil, MA: Idul Fitri: Kembali ke Fitrah, Kembali ke Amanah

Banyak cara memaknai hari raya Idul Fitri. Bagi Abdul Jalil, MA, intelektual muda dari Kudus yang juga Koordinator Kajian Central Riset dan Manajemen Informasi (Cermin), Idul Fitri merupakan momen yang penting untuk berjihad menegakkan kembali amanah. Setelah sebulan penuh melakukan puasa, menurut alumnus santri Ma’had Aly Situbondo ini, mestinya umat Islam terbebas dari virus-virus yang menjadi penyebab kerusakan bangsa ini.

24/11/2003 | Wawancara, | Komentar (1) #

Menegaskan Humanisme Islam

DALAM beberapa tahun terakhir, mata kepala kita amat sering menyaksikan macam-macam tindak kekerasan manusia atas manusia lain. Berbagai tindak kekerasan itu dengan sempurna mampu menegakkan supremasi horor di atas nilai-nilai perdamaian dalam kehidupan dan peradaban kemanusiaan secara umum.

18/11/2003 | Klipping, | Komentar (2) #

Merenungkan Sejarah Alquran

Oleh Luthfi Assyaukanie

Pengkajian sejarah Alquran bukan hanya dimaksudkan untuk mengungkap dimensi-dimensi tersembunyi yang selama ini tak terpikirkan oleh umat Islam, tapi juga merupakan modal intelektual untuk memahami kitab suci yang hingga hari ini terus menjadi sumber inspirasi hukum dan moral kaum Muslim. Saya ingin berangkat dari sebuah pijakan bahwa kajian ilmiah tidaklah merusak akidah. Kajian ilmiah juga tidak bertentangan dengan semangat dasar Islam yang mendukung kebenaran dan menjunjung tinggi kebebasan.

17/11/2003 | Kolom, | Komentar (38) #

Trisno S. Sutanto: Dalam Kristen, Fantasi Kiamat Luar Biasa

Kontroversi tentang 300-an orang jemaah Sekte Pondok Nabi pinpinan Pendeta Mangapin Sibuae yang mengikrarkan kiamat pada 10 November lalu belum berakhir. Meski kiamat gagal terjadi—Pendeta Sibuae menyebutnya “digagalkan” Pendeta Simon Timorason, ketua Crisis Center Forum Komunikasi Kristen Indonesia—tapi sebagian jemaah Sekte Pondok Nabi masih percaya dengan petuah Pendeta Sibuae yang mengaku sebagai Rasul Paulus II itu.

17/11/2003 | Wawancara, | Komentar (18) #

Islam dan Debat Gender di Iran Catatan dari Hadiah Nobel Perdamaian untuk Shirin Ebadi

Oleh Ida Rosyidah

Kasus penyambutan Ebadi ini mencerminkan kenyataan yang juga terjadi dalam wacana tentang Islam dan relasi gender di Iran kontemporer.  Dua arus ini berjalan sendiri-sendiri, tanpa dialog.  Saya kira, ada cukup alasan yang kuat untuk berharap bahwa hadiah Nobel Ebadi dapat menjembatani kedua kubu ini.

10/11/2003 | Kolom, | Komentar (0) #
Halaman: 108 dari 144 ‹ First  < 106 107 108 109 110 >  Last ›