JIL Edisi Indonesia

Menggagas Sekularisasi Islam Membincang Pemikiran Ali Abdurraziq Dalam Konteks Keindonesiaan

Oleh Sholahuddin

Memang harus diakui bahwa pemikiran tentang pemisahan antara agama dan negara tidak mempunyai preseden sejarah dalam kehidupan Nabi. Swidler, misalnya, mengatakan bahwa praktek sekularisasi hanya ada dalam pemikiran Kristen pada abad pertengahan, yang dari situ kemudian menimbulkan revolusi industri dan era pencerahan di beberapa negara belahan Eropa lainya.

11/08/2003 | Kolom, | Komentar (4) #

Dr. Moeslim Abdurrahman: Berislam dari Bukhari-Muslim ke Weber-Durkheim

Orientasi keberagamaan normatif berbeda secara diametris dengan orientasi keberagamaan empiris. Ekspresi religiusitas yang normatif seringkali melupakan fakta sosial yang tidak monolitik, bahkan tidak seideal lukisan dalam kanvas teologis seperti yang tertera dalam kitab suci. Dalam konteks inilah, diperlukan kearifan dan ke-tawadlu-an untuk tidak menghakimi pihak-pihak yang berbeda dengan atas nama keyakinan dan persepsi yang kita anut.

11/08/2003 | Wawancara, | Komentar (2) #

Islam Sebagai Agama Perlawanan

Oleh Siti Nur Aryani

bukuoposisi.jpgJika selama ini para sosiolog lebih cenderung menganggap tradisi sebagai obyek tanpa kritisisme, maka Hanafi mencoba keluar dari konservatisme tersebut. Tawaran paradigma yang diajukan adalah memahami tradisi suatu masyarakat melalui bentuk kritisisme struktural. Hanafi beranggapan, bahwa “tradisi adalah produk sosial dan hasil dari pertarungan sosial-politik, yang keberadaannya terkait dengan manusia.

08/08/2003 | Buku, | Komentar (2) #

Tuhan yang Bersemayam dalam Akal Kita

Oleh Adi Bunardi

Merefleksikan pencarian Tuhan melalui akal.

05/08/2003 | Gagasan, | Komentar (171) #

Slavery Award

Oleh Anick H.T.

Dan digelarlah perhelatan mewah itu di Hotel Aryaduta Jakarta minggu lalu. Ratusan undangan, pasangan suami-istri, tepatnya pasangan satu suami-dua, tiga, atau empat istri, memadati ruang ber-AC itu. Acara bertajuk Poligami Award yang dipandegani Puspo itu berjalan sukses, berhasil membagikan 71 award untuk para poligamer Indonesia. Hampir tak ada aral melintang, kecuali teriakan protes puluhan aktivis perempuan di luar gedung. Meminjam bahasa Habibie, itu hanya kerikil kecil.

04/08/2003 | Editorial, | Komentar (117) #

Menggugat Hegemoni Tafsir Iman dan Islam

Oleh Fajar Riza Ul Haq

Selama ini, doktrin iman dan Islam diyakini bersifat aksiomatik-dogmatik, bahkan ahistoris; steril dari debu-debu kepentingan kelompok dan percikan konflik golongan. Dengan begitu, konstruksi identitas iman dan Islam merupakan upaya penentuan, pembatasan, sekaligus pembentengan terhadap otentisitas bangunan keyakinan yang bersifat baku dan final. Tafsir identitas ini memaklumatkan bahwa wilayah kajian iman dan Islam merupakan cagar konservasi bagi akar doktrinal agama Islam.

04/08/2003 | Kolom, | Komentar (2) #

Dr. Bahtiar Effendy: Tanpa trust, Demokrasi Tidak Sehat

Islam pada hakikatnya menyuplai perangkat teologis yang reseptif terhadap trust sebagai social capital demokrasi. Tapi ipso facto, banyak warga di negara- negara Islam yang minus trust. Penelitian Sarif Mardin di Timur Tengah menunjukkan absennya budaya trust, sehingga kekuatan civil society menjadi tumpul. Pada gilirannya kemudian banyak negara Islam yang mengalami defisit demokrasi.

04/08/2003 | Wawancara, | Komentar (1) #

Ketika Agama Disentuh Akibat disahkannya RUU Sisdiknas

Oleh Khoirun Nasichin

Seharusnya, seluruh umat beragama bersatu dalam rangka menyelesaikan problem kerakyatan yang menjadi agenda besar setiap agama, bukan malah menambah problem yang hanya akan merugikan diri sendiri, bahkan mengancam kestabilan bangsa yang sedang dalam kondisi koma.

01/08/2003 | Gagasan, | Komentar (46) #

Islam Dinamis Menentang Islam Stagnan

Oleh Badarus Syamsi

1.    Pemahaman keislaman kita sebaiknya terus-menerus mengalami pembaharuan, evaluasi, proses belajar-diajar dan dialog untuk menuju kesempurnaan.
2.    Suatu kekeliruan besar yang harus dihindari manakala ada kaum Muslim yang menjadikan pemahaman keislamannya sebagai “Blue Print”, yang harus dipegangi oleh semua kaum Muslim. Harus diingat bahwa satu pemahaman terhadap Islam merupakan satu usaha untuk meraba-raba maksud Tuhan, yang hal itu bisa benar dan bisa salah. Yang terbaik adalah bagaimana suasana dialogis dengan pencari kebenaran yang lain terus-menerus dihidupkan untuk menemukan titik kesalahan pemahaman keislaman kita dalam rangka mencapai tingkat kebenaran yang lebih sempurna.

01/08/2003 | Gagasan, | Komentar (26) #

Prof. Mark Juergensmayer: “Sekularisme Seharusnya Sejalan Dengan Religiusitas”

Datang ke Indonesia atas undangan Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Islam Negeri, Jakarta, dan Netherlands Cooperation in Islamic Studies, peraih penghargaan National Grawemeyer Award itu didaulat sebagai pembicara dalam seminar internasional tentang ‘Gerakan Islam Militan di Asia Tenggara’.

31/07/2003 | Klipping, | Komentar (3) #
Halaman: 112 dari 144 ‹ First  < 110 111 112 113 114 >  Last ›