JIL Edisi Indonesia

Ulil Abshar-Abdalla: Saya Ingin Meniru Al-Tahtawi

Tiga bulan Ulil Abshar-Abdalla menghilang dari hiruk pikuk Indonesia. Ia mendapat undangan dari University of Michigan untuk menjadi guest lecturer dengan memberi mata kuliah tentang “Pemikiran Islam kontemporer di Indonesia” selama setengah bulan di universitas yang terletak di kota Ann Arbor ini. Setelah mengajar selesai, Ulil kemudian menetap di Athens, negara bagian Ohio, tepatnya di Ohio University. Ulil ingin merealisasikan obsesinya selama ini: menulis buku. Buku ini merupakan penafsiran dia secara utuh tentang Alqur’an dan ajaran Islam secara umum dari perspektif Islam liberal.

12/01/2004 | Wawancara, | Komentar (38) #

Muhammad Ibn Abd al-Wahab (1703-1791)

Oleh Luthfi Assyaukanie

Muhammad Ibn Abd al-Wahab lahir di Najd, salah satu kota penting dalam sejarah Hijaz Arab modern, pada tahun 1703. Masa kecilnya dilewati di kota itu. Ia belajar ilmu-ilmu agama dan menyukai kajian-kajian Al-Qur’an dan Hadits. Ia memperdalam ilmu-ilmu Al-Qur’an di Madinah, Mekah, dan beberapa kota penting di Arab Saudi. Dalam usia belajarnya, Ibn Abd al-Wahab juga sempat berkunjung ke beberapa negara di luar Arab Saudi, termasuk ke Iran, di mana dia melihat adanya praktik-praktik keagamaan yang menurutnya kemudian dianggap menyimpang.

11/01/2004 | Tokoh, | Komentar (58) #

Zaim Uchrowi: Urusan Haji, Depag Regulator saja..

Kasus pembatalan kuota tambahan bagi 30 ribu calon jemaah haji yang terjadi baru-baru ini, ternyata hanyalah persoalan kecil penyelenggaraan haji yang kompleks. Persoalan paling mendasar berada pada level sistem. Departemen Agama melakukan peran ganda yaitu sebagai penyelenggara sekaligus pengontrol, pemain sekaligus juri. Ini yang membuat carut marut penyelenggaraan haji selama ini. Dan parahnya lagi, persoalan sistemik ini dikukuhkan oleh Undang-Undang Haji Nomor 17 Tahun 1999. Pertanyaannya, bisakah reformasi sistemik itu dilakukan?

05/01/2004 | Wawancara, | Komentar (0) #

Pentingnya menjadi Muslim Progresif Ibnu Rushd In Memoriam

Oleh Zuhairi Misrawi

Apa makna mengenang Ibnu Rushd bagi kalangan muslim, terutama muslim Indonesia? Maknanya sangat mendalam. Pemikiran-pemikiran Ibnu Rushd sebenarnya bukanlah pemikiran yang asing bagi kalangan pesantren. Hampir sebagian besar pesantren di seluruh tanah air mengajarkan salah satu buku terpenting Ibnu Rushd, yaitu Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid. Dan bagi pemerhati Filsafat Islam, Ibnu Rushd menjadi salah satu inspirator menuju terbukanya “pintu filsafat” yang selama ini dikunci rapat-rapat dalam tradisi Islam.

05/01/2004 | Kolom, | Komentar (2) #

Prof Dr. Franz Magnis-Suseno: Natal Membuat Hati Terbuka

Syukurlah, Natal kali ini tak lagi dihujani dan diwarnai ancaman teror bom. Namun bagi Prof Dr. Franz Magnis-Suseno, rohaniwan Katolik yang akrab dipanggil Romo Magnis, ancaman Natal saat ini yaitu budaya konsumerisme yang luar biasa karena masyarakat akan mengeluarkan semakin banyak biaya untuk diri sendiri. Akhirnya, Natal hanya menjadi pesta belanja yang sekaligus juga berarti bahwa orang miskin kurang diberi perhatian, karena anggaran yang dikeluarkan begitu besar hanya untuk keperluan belanja dan tidak ada sisa bagi kaum miskin.

29/12/2003 | Wawancara, | Komentar (4) #

Gadis Arivia Effendi: Biarkan Nurani Menerjemahkan Teks

Mencari sisi kebenaran agama dengan merujuk kepada teks-teks normatif adalah biasa. Tapi menelusuri sisi kebenaran penghayatan keagamaan dengan menggunakan hati nurani merupakan pengalaman spiritual yang mengesankan. Apalagi pengalaman ini dialami oleh Gadis Arivia Effendi yang lama bergelut di dunia filsafat yang lazim mengunggulkan rasio.

29/12/2003 | Wawancara, | Komentar (10) #

Membangun Ushul Fikih Alternatif

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Mestinya, metodologi Islam klasik diletakkan dalam konfigurasi dan konteks umum pemikiran pada saat formatifnya. Sebab, fakta akademis kontemporer seringkali menayangkan ketidakberdayaan bahkan kerapuhan metodolgi klasik tersebut. Metodologi lama terlalu memandang sebelah mata terhadap kemampuan akal publik di dalam menyulih dan menganulir ketentuan-ketentuan legal-formalistik di dalam Islam yang tidak lagi relevan.

24/12/2003 | Kolom, | Komentar (3) #

Fazlur Rahman dan Liberalisme Islam (di) Indonesia

Oleh M. Ali Hisyam

buku_darimodernisme_k.jpgGugusan pemikiran yang berpayung modernisme dan liberalisme kemudian bukan semata konsumsi dan “monopoli” kalangan Islam perkotaan. Para akademisi, mahasiswa dan aktivis kajian di berbagai tempat, mulai menjadikan wacana ini sebagai paradigma baru pemikiran Islam. Azyumardi Azra, dalam pengantar buku ini menjelaskan bahwa satu hal yang cukup menguntungkan bagi gerakan Islam liberal (di) Indonesia, adalah kian dianutnya paradigma ini oleh segmen anak muda.

23/12/2003 | Buku, | Komentar (4) #

Bukan Sembarang Fatwa

Oleh Novriantoni

Soal status bunga bank menurut hukum Islam kembali menimbulkan perdebatan. Ini berasal dari salah satu hasil Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (Rakornas MUI) 2003 yang berakhir di Jakarta, Selasa kemarin (16/12/2003) yang memutuskan bahwa bunga bank (interest) hukumnya haram. Menurut MUI, semua transaksi yang berjalan atas dasar sistem bunga, sudah memenuhi unsur-unsur riba yang diharamkan. Perdebatan itu wajar terjadi, sebab di kalangan ulama sendiri masih berlangsung silang pendapat yang cukup pelik dan tidak mengenal kata putus tentang pokok soal ini. Sebagian mengharamkan, yang lain membolehkan, dan banyak juga yang memberlakukan status hukum darurat. Jadi, tak apalah kalau fatwa MUI kali ini dibaca sebagai bagian dari kontestasi fatwa saja.

22/12/2003 | Kolom, | Komentar (11) #

Zaim Saidi: Bebas Bunga, Tak Berarti Bebas Riba

Ada keyakinan dikalangan umat Islam bahwa bank syariah tidak menjalankan sistem ribawi. Selain karena berpedoman pada tata cara syariah Islam, bank syariah juga dianggap tidak memberikan bunga, tapi bagi hasil. Nah, keyakinan dan pendapat itu dibantah oleh Zaim Saidi, Direktur PIRAC (Public Interest Riset and Advocacy Center), sebuah lembaga penelitian dan advokasi untuk kepentingan publik.

22/12/2003 | Wawancara, | Komentar (13) #
Halaman: 103 dari 140 ‹ First  < 101 102 103 104 105 >  Last ›