Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home » Kajian » Hikam » Eling lan Waspada

Eling lan Waspada Ngaji Hikam 5

4.83/5 (6)

Kesimpulan Ngaji Hikam 5

1. Manusia harus mengetahui prioritas dalam hidupnya –mana yang harus didahulukan, mana yang harus dikemudiankan; mana yang akan memperkaya kehidupan batin dan akhiratnya; mana yang malah akan memperkeruhnya; mana yang yang akan membuatnya ingat pada tujuan hidup yang utama, mana yang justru akan membuatnya lalai.

Mengerti prioritas ini adalah pertanda bahwa mata batin kita awas, tidak buta. Orang yang tak tahu tujuan hidupnya, yang tak mengerti mana yang urgent dan mana yang tidak, ialah orang yang mata batinnya sedang mengalami kebutaan. Orang semacam ini akan mengalami kondisi lalai dan alpa.

2. Orientasi kehidupan orang beriman haruslah diarahkan kepada kehidupan yang abadi, yaitu kehidupan di akhirat kelak. Sebab inilah kehidupan yang akan menjamin kebahagiaan yang sejati. Inilah kehidupan yang masuk dalam kategori “ma tuliba” dalam bahasa Syekh Ibn Ataillah tadi. Yakni kehidupan yang seharusnya menjadi tujuan kita.

Sementara kehidupan di dunia sudah dijamin (ma dumina) oleh Tuhan. Dengan caranya sendiri-sendiri, orang pasti diberikan penghidupan/rizki oleh Tuhan. Ada yang melimpah, ada yang sederhana. Tetapi jalan penghidupan selalu tersedia bagi manusia. Tak usah khawatir. Karena itu, kita tak perlu terlalu risau dengan kehidupan di dunia ini.

3. Ajaran Ibn Ataillah ini bukan berarti mengajak kita, baik yang beriman atau tidak, agar bersikap fatalistik, nerima saja. Bukan. Yang mau diajarkan oleh beliau adalah: Janganlah menghabiskan seluruh fokus kehidupanmu pada kehidupan yang sekarang. Berpikirlah jangka panjang. Berpikirlah mengenai kehidupan yang abadi. Bersikaplah santai pada dunia ini, supaya kita tak mengalami tekanan batin.

Sekian, Sampai ketemu di Ngaji Hikam #6 hari Senin mendatang.

Mari kita tutup ngaji malam ini dengan hamdalah.

Wassalamu alaikum!

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.