Home » Kajian » Hikam » Kehendak Kecil, Kehendak Besar

Kehendak Kecil, Kehendak Besar Ngaji Hikam 6

4.46/5 (13)

KESIMPULAN NGAJI HIKAM 6

Ini salah satu bagian dalam kitab Hikam yang sangat saya sukai. Bagian ini mengajarkan kita beberapa hal:

1. Kita harus berbaik sangka kepada Pencipta Hidup. Sebab, pilihan lainnya, jika kita tak mau berbaik sangka, ialah berburuk sangka. Sikap yang terakhir ini, selain tak mengubah keadaan, membuat kita berpikiran negatif, dan akhirnya menjerembabkan kita pada sikap hidup yang secara psikologis tak sehat. Sikap negatif pada hidup membuat kita juga bersikap negatif pada lingkungan sekitar. Sikap negatif pada lingkungan sekitar membuat kehidupan mengalami “polusi”. Ujung-ujungnya adalah suasana lingkungan yang serba tegang, uring-uringan, sensitif, tegang. Dengan kata lain: tidak sehat..

Berbaik sangka pada sumber kehidupan membuat kita bisa membangun kehidupan yang sehat, baik pada level personal atau pun sosial.

2. Bagi seorang yang beriman, maksud utama doa bukan agar permintaan kita dikabulkan. Melainkan untuk menunjukkan bahwa kita adalah hamba Tuhan. Berdoa adalah pertanda bahwa kita adalah hamba. Berdoa adalah pertanda bahwa kita menyandarkan diri kita pada otoritas tertinggi dalam hidup, bukan bersikap sombong bahwa “Saya bisa mengatasi keadaan sendiri!”

Dengan kata lain, berdoa adalah pertanda sikap “humility”, kerendah-hatian. Orang yang beriman ialah orang yang rendah hati. Jika doa kita tak membawa kita pada sikap rendah hati, maka curigailah doa itu. Jangan-jangan doa kita hanyalah pura-pura belaka. Atau doa yang hanya ditujukan untuk mengharap sebuah hasil. Doa yang utilitarian.

3. Doa yang sungguh-sungguh dan “genuine” adalah doa yang disertai dengan ikhtiar. Doa yang “beneran” adalah yang menambah kita giat bekerja. Doa yang benar-benar doa ialah yang membuat kita memiliki sikap positif dan optimisme dalam hidup, lalu setelah itu kita makin giat bekerja dan mengusahakan yang terbaik dalam kehidupan ini. Doa yang sebenar doa ialah doa yang menginjeksikan semangat hidup, seperti minuman suplemen.

Doa yang membuat kita malas dan tak melakukan sesuatu, sebaliknya menunggu “keajaiban” saja dari “Atas”, bukanlah doa yang “beneran”.

Sekian Ngaji Hikam seri ke-6. Sampai ketemu besok malam di Ngaji Hikam seri ke-7. Mari kita tutup pengajian ini dengan hamdalah.

Wassalam.

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.