Home » Kajian » Kematian yang Tak terbatas
Odin's_last_words_to_Baldr

Kematian yang Tak terbatas

4.17/5 (23)

IslamLib – Quran menginformasikan bahwa setiap yang memiliki nyawa akan meninggal dunia. Informasi al-Quran ini ─  dalam istilah ulumul Quran ─   bisa dipahami dalam dua format: irsyadi dan mawlawiIrsyadi yaitu  format informasi untuk sesuatu hal yang sudah disadari audience sebelumnya. Al-Quran hanya mengingatkan saja. Adapun format mawlawi, yaitu informasi awal, baru yang tidak diketahui oleh audience.

Kematian adalah kejadian alamiah yang setiap saat menghampiri manusia dan manusia menjadi yakin kematian sebagai keniscayaan di alam materi ini, maka ayat di atas adalah ayat-ayat dengan format irsyadi.

Untuk isu-isu yang dapat ditangkap oleh akal dan fitrah manusia, al-Quran banyak membiarkan manusia mencernanya sendiri. Al-Quran ingin memberi semangat kepada akal dan fitrah manusia untuk percaya diri dan mengapresiasi anugerah Tuhan yang luar biasa, yaitu akal budinya.

Allah SWT telah banyak menganugerahkan karunia-karunia agung yang sudah built-in dalam jiwa kita, seperti akal, fitrah, kebebasan dan sebagainya. Aspek rasionalitas yang disempurnakan secara sistematik- argumentatif adalah filsafat. Jadi, filsafat sebetulnya perpanjangan (imtidad) dari al-Quran, sebagaimana  fikih, tafsir, ushul fikih dan sebagainya.

Al-Quran tidak secara mendetail menjelaskan aspek kematian, jenis-jenisnya dan fungsinya dalam kosmologis seperti yang dilakukan para filsuf. Karena misi utama al-Quran adalah hidayah. Namun filsafat Islam mengevaluasinya secara mendalam seraya menghubungkannya dengan seluruh tatanan di alam raya. Lewat filsafatlah orang dapat menangkap rahasia-rahasia misi kenabian, ilmu Tuhan, takdir, amal baik dan amal buruk dan juga kematian.

Filsafat Islam sumbernya adalah wahyu, dalam istilah Dr. Ghulam Avani filsafat dari tanah kenabian (philosophy from a land of propechy ). Nabi sendiri adalah seorang pembawa risalah, namun dari sisi lain adalah seorang filsuf. Karena akal Nabi telah mencapai akal mustafad, yaitu aktualitas akal terakhir dan dapat menyatu dengan akal suci (yaitu tingkatan akal tertinggi).

Jadi, filsafat tidak akan bertentangan dengan al-Quran. Menurut Mulla Sadra, jika ada sebuah teori yang dianggap teori filsafat tapi bertentangan dengan al-Quran, maka harus dibuang.

Eksplorasi akal itu sendiri bukan sekedar petualangan intelektual semata atau obsesi kelas elit yang ingin mencapai batas-batas kemungkinan, tapi dianggap amal intelektual yang akan memberikan buahnya di dunia dan juga di akhirat.

Hasan Zadeh Amuli dalam kitab Uyun Nafs mengatakan  bahwa  amal-amal ibadah seperti salat, zakat, dan sebagainya akan menjadi badan kita di akhirat, sementara ruhnya terwujud berkat ilmu. Al-Quran sendiri menegaskan bahwa “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”

Kematian dalam perspektif  Ibnu Sina dan Mulla Sadra.  Jika premis-premis di atas diterima, maka kita tidak  ragu lagi untuk mencerna deskripsi analisis para filsuf tentang kematian. Kematian menurut jumhur filsuf dibagi ke dalam tiga kategori : kematian atas ikhtiar sendiri, kematian alami, kematian karena kecelakaan.

Artikel ini hanya akan mengulas kematian alami semata-mata ─ insya Allah di lain kesempatan akan diulas kematian-kematian kategori lain; sebuah penjelajahan akal yang mencerahkan, mendebarkan dan menakjubkan!

Kematian alami menurut Ibnu Sina terjadi karena jiwa tidak betah lagi dengan kondisi badannya yang sudah tidak layak ditempati. Jiwa itu layaknya sahibul bayt dan badan itu rumahnya. Ketika kondisi sebuah rumah sudah rusak, maka sang sahibul bayt akan meninggalkan rumah tersebut. Wal hasil, ketika jiwa itu melihat badannya sudah tua renta, maka jiwa secara alamiah akan meninggalkannya begitu saja.

Mulla Sadra memiliki pendapat yang kontras sekali dalam hal ini. Menurutnya, yang terjadi adalah sebaliknya, bukan tubuh itu yang membuat jiwa tidak betah, tapi jiwa itu ─ karena mengalami penyempurnaan ─ kepincut dengan alam lain. Jiwa meronta-ronta rindu dengan sesuatu yang lebih agung dan lebih suci dan secara alamiah kemudian meninggalkan badannya.

Jadi, jika kita ingin tetap hidup lama ─ ala Ibnu Sina – rawatlah badan sebaik mungkin, berolahragalah, makanlah nutrisi yang baik, agar badan tetap menyenangkan bagi jiwa sehingga kematian alamiah tidak terjadi.

Sementara jika meminjam perspektif Mulla Sadra, maka jangan biarkan jiwa kita mengalami penyempurnaan, jadilah orang bodoh, jangan banyak belajar, dan jangan melakukan hal-hal yang baik demi mempertahankan kekurangan jiwa.

Dan sebaliknya, jika kita ingin mempercepat kematian ─  dengan meminjam perspektif Ibnu Sina ─  hiduplah dengan cara yang tidak sehat, banyak berpikir negatif, biarkan depresi dan stress menggelayuti keseharian kita sehingga tubuh menjadi tidak bugar,  cepat tua, sakit-sakitan. Maka jiwapun segera meninggalkan tubuh renta dan tidak menyenangkan tersebut.

Sebaliknya dalam pandangan Mulla Sadra, agar kita mengalami percepatan kematian (alamiah)  maka sempurnakanlah jiwa ─ yang dalam hal ini Mulla Sadra meyakini bahwa ilmu dan amal adalah dua syarat mutlak bagi kesempurnaan jiwa.  Banyak-banyaklah belajar dan beramal, sehingga jiwa semakin bercahaya dan lebih fokus kepada alam yang lebih mulia dan akhirnya jiwa terbang ke alam sana.

Namun jika kematian alamiah itu terjadi, jiwa menyempurna. Mengapa orang-orang suci, para wali dan bahkan para nabi tidak mengalami kematian alamiah, padahal sudah pasti jiwa-jiwa mereka itu sempurna dan sangat sempurna sekali?

Jawabnya, Menurut Mulla Sadra, para nabi itu, begitu juga orang-orang suci (imam atau wali) setiap saat kalau mau, mereka akan meninggalkan tubuhnya kapan saja. Mereka tidak mengalami kematian alami bukan karena jiwanya tidak sempurna ─ bahkan sudah di atas kesempurnaan ─  namun mereka kembali ke tubuhnya  demi menyempurnakan jiwa-jiwa yang masih lemah. Inilah hebatnya orang-orang suci!

Perbedaan distingtif Ibnu Sina dan Mulla Sadra karena perbedaan fondasi filsafatnya. Di samping itu, Ibnu Sina adalah ahli medis, ia lebih banyak memusatkan perhatiannya pada fisiologi.

Sementara Mulla Sadra, ia seorang  pendiri filsafat eksistentialis yang lebih mengutamakan jiwa dibanding badan. Menurut Mulla Sadra, jiwalah yang membawa badan, bukan sebaliknya.  Yang melihat, yang  merasa, yang mendengar dan yang menyentuh itu adalah jiwa. Tapi jiwa itu juga hasil evolusi tubuh materi.

Yang lebih mengejutkan lagi, Mulla Sadra berpandangan bahwa kematian alami itu bukan hanya terjadi sekali, tapi akan terus terjadi tanpa ada batasnya. Bagi Mulla Sadra, kematian bersifat eksistensialis; yaitu transit (intiqal).

Kematian alami seperti ini akan terus terjadi di masa depan, menelusuri kosmos demi kosmos demi mencapai Tuhan. Karena jarak antara makhluk dan Tuhan itu tak terbatas, maka kematian alami itu terus berulang-ulang terjadi tanpa ada batasnya.

Silahkan nilai tulisan ini

19 comments

  1. No matter if some one searches for his essential thing, therefore
    he/she desires to be available that in detail, so that thing is maintained over here.

  2. If you wish for to obtain a good deal from this piece of writing then you
    have to apply these techniques to your won blog.

  3. Great delivery. Solid arguments. Keep up the great
    effort.

  4. This is my first time visit at here and i am actually impressed to read everthing at alone place.

  5. Have you ever considered about adding a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is fundamental and all.
    However think about if you added some great photos or video clips to give your posts more, “pop”!
    Your content is excellent but with pics and clips,
    this site could definitely be one of the very best in its field.

    Terrific blog!

  6. Thanks for finally writing about >Kematian yang Tak
    terbatas | IslamLib <Loved it!

  7. Simply desire to say your article is as astounding.
    The clarity in your post is simply nice and i could assume you’re an expert on this subject.
    Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to keep up to date with forthcoming post.
    Thanks a million and please keep up the gratifying work.

  8. It’s in fact very difficult in this full of activity life to
    listen news on Television, therefore I only use
    web for that purpose, and get the most up-to-date news.

  9. First off I want to say great blog! I had a quick question that I’d like to ask if you don’t mind.
    I was curious to know how you center yourself and clear
    your head prior to writing. I have had a hard time clearing my thoughts in getting my thoughts
    out. I do enjoy writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes are generally lost just
    trying to figure out how to begin. Any ideas or tips?

    Thanks!

  10. Hi outstanding website! Does running a blog such as this require a great deal of work?

    I’ve absolutely no understanding of programming but
    I was hoping to start my own blog in the near future.
    Anyway, should you have any recommendations or techniques for new blog owners please share.
    I know this is off subject nevertheless I simply needed to ask.
    Thanks!

  11. Good day! This is my first visit to your blog! We are a team of volunteers and starting a new project in a community in the
    same niche. Your blog provided us valuable information to work on. You have done a wonderful job!

  12. Post writing is also a fun, if you be familiar with afterward
    you can write or else it is difficult to write.

  13. Howdy, i read your blog from time to time and i own a similar one and i was just curious if
    you get a lot of spam comments? If so how do you stop it, any plugin or anything you can suggest?
    I get so much lately it’s driving me insane so any support is very much appreciated.

  14. Asking questions are genuinely pleasant thing if you are not understanding anything totally, but this paragraph provides fastidious
    understanding even.

  15. Amazing issues here. I am very happy to look your article.
    Thank you so much and I am taking a look forward to touch you.
    Will you kindly drop me a e-mail?

  16. Its like you read my mind! You appear to know so much about this, like you wrote
    the book in it or something. I think that you
    could do with a few pics to drive the message home a bit, but other than that, this is magnificent blog.
    A great read. I will definitely be back.

  17. I used to be able to find good info from your content.

  18. This blog was… how do I say it? Relevant!!
    Finally I have found something which helped me. Cheers!

  19. I believe that is one of the so much significant info for me.
    And i’m satisfied reading your article. But should statement on few general issues, The web site taste is wonderful,
    the articles is truly nice : D. Good task, cheers

Leave a Reply

Your email address will not be published.