Home » Kajian » Quran » Meringkas Al-Qur’an
qurantext

Meringkas Al-Qur’an

4.5/5 (2)

IslamLib – Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Ia berbahasa Arab, bukan berbahasa Inggris apalagi Jawa atau Madura. Dengan demikian, orang yang tak mengerti seluk-beluk bahasa Arab pasti sulit menelusuri makna-makna al-Qur’an.

Alih-alih bisa merasakan kedalaman arti al-Qur’an, jika tak diberi peta, publik awam Islam yang tak mengerti bahasa Arab bisa terperangkap pada keluncas-pahaman mengenai ajaran dasar al-Qur’an.

Sebab, tak sekadar berbahasa Arab, bahasa Arab al-Qur’an bergaya lama sehingga tak mudah ditembus. Hanya orang Islam yang terbiasa dengan struktur dan gaya bahasa Arab klasik yang bisa dengan mudah berselancar menikmati indahnya diksi-diksi al-Qur’an.

Ia juga tebal. Terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6666 ayat. Ia menyentuh semua aspek kehidupan, mulai dari soal ibadah seperti shalat, zakat, puasa, dan haji hingga persoalan sosial-kemasyarakatan seperti soal perdata (hukum keluarga dan berniaga) dan pidana (jenis-jenis tindak kriminal dan sanksi hukumnya).

Bahkan, seperti melipat ruang dan waktu, al-Qur’an juga bicara tentang peristiwa-peristiwa purba seperti ketercipataan Adam-Hawa, sejarah Ibrahim, Yunus dalam perut ikan, penyaliban Yesus Kristus hingga pembelahan laut oleh tongkat ajaib Musa. Tak melulu bicara tentang masa lalu, al-Qur’an juga bicara tentang masa depan yang sangat jauh, yaitu tentang kehidupan setelah kematian.

Tak seluruh orang Islam punya waktu yang cukup untuk mendalami al-Qur’an. Kesibukan duniawi telah menyita banyak waktu umat Islam sehingga membaca dan menelaah al-Qur’an seperti sebuah kemewahan. Para petani bertempur dengan lumpur, dari pagi hingga malam.

Para pekerja “kantoran” di kota-kota besar seperti Jakarta berjihad melawat kemacetan. Mereka berangkat kerja sebelum matahari terbit dan sampai kembali ke rumah ketika malam sudah mulai larut.

Kita tak bisa memaksa mereka untuk menelaah tuntas kitab suci al-Qur’an seperti para santri di pesantren dan mahasiswa jurusan tafsir-hadits di IAIN yang rajin menghafal al-Qur’an sembari mengunyah makna demi makna al-Qur’an.

Di tengah kepenatan mencari nafkah keluarga itu, saya berfikir tentang bagaimana menyederhanakan dan meringkas al-Qur’an. Jika tak mungkin mengetahui detail makna al-Qur’an, umat Islam perlu diberi pengetahuan tentang pokok-pokok ajaran al-Qur’an.

Bagi saya, 30 juz al-Qur’an itu jika diperas berisi dua intisari pokok sebagai berikut. Pertama, beriman kepada Tuhan yang satu (tauhid). Manusia perlu membangun hubungan dengan Tuhan. Inilah ajaran seluruh para nabi.

Sebab, watak dasar manusia adalah menyembah. Jika ia tak menyembah kepada Tuhan, pastilah ia menyembah kepada selain-Nya. Menyembah kepada harta dan jabatan hanya akan menyebabkan manusia dalam kesengsaraan.

Korupsi yang terus meninggi di negeri ini akibat manusia terlampau mencintai harta dan bukan mencintai-Nya. Dalam al-Qur’an ditegaskan, manusia tak boleh hanya memenuhi kebutuhan fisiknya. Ia juga harus antusias memenuhi kebutuhan metafisiknya; menyembah hanya kepada-Nya. Inilah yang disebut hablun min Allah.

Kedua, ajaran moral-kemanusiaan. Para ahli hukum Islam sepakat bahwa penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusian adalah inti ajaran al-Qur’an. Inilah yang disebut hablun min al-nas. Al-Qur’an menegaskan bahwa barangsiapa menghidupkan satu jiwa sama dengan menghidupkan semua jiwa, dan barangsiapa membasmi satu jiwa sama dengan membasmi seluruh jiwa.

Al-Qur’an memerintahkan agar umat Islam senantiasa membangun harmoni universal dengan seluruh umat manusia. Al-Qur’an menyuruh untuk mencari titik-titik persamaan hatta kepada orang yang berbeda agama dengan dirinya.

Hukum moral kemanusiaan dalam al-Qur’an ini sesungguhnya merupakan afirmasi terhadap hukum moral nun di dalam diri manusia. Suara moral dalam nurani manusia paralel dengan seruan moral dalam kitab suci al-Qur’an. Umat Islam yang baik adalah mereka yang bisa menyelaraskan hubungan baik kepada Allah dan kepada manusia.

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.