Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home » Lembaga » MUI » Mustofa Bisri: “Fatwa MUI, Refleksi Ketidakpercayaan Diri”
KH Mustofa Bisri

Mustofa Bisri: “Fatwa MUI, Refleksi Ketidakpercayaan Diri”

4.13/5 (8)

Jadi semuanya dibolehkan li `umûmil âyah karena ayat itu bersifat umum. Ayat itu mengatakan, “Al-yauma uhilla lakum al-thayyibât, watha’âmu alladzîna ûtûl kitâb hillun lakum, watha’amukum hillun lahum, wal muhshanâtu min al-mu’minat, wal muhsanâtu min alladzîna ûtul kitâb min qablikum (pada hari ini dihalalkan untukmu semua yang baik.

Makanan orang-orang ahli kitab halal bagimu, dan makanan kalian dihalalkan untuk mereka. (Begitu juga) dihalalkan bagi kalian untuk menikahi perempuan-perempuan baik dari kalangan beriman dan para ahli kitab sebelum kamu, Red).

Tapi biasanya selalu ditegaskan bahwa sekarang ini tidak ada ahli kitab lagi.

Pertanyaannya, apakah ahli kitab yang dulu lain dengan ahli kitab yang ada sekarang? Ahli kitab pada zaman Rasulullah itu sudah sering kali diajak berdebat oleh kanjeng Rasul karena pada waktu itu sudah seperti sekarang juga. Dari dulu sudah ada Trinitas segala macam. Ahli kitab dulu itu sama saja dengan sekarang. Jadi sejak masa kanjeng Nabi, orang-orang Nasrani itu sudah begini juga, jadi tidak sekarang saja begini.

Tapi UU Perkawinan sama sekali tidak mengakomodasi keragaman pandangan itu dan langsung mengharamkan secara pukul rata, sehingga perkawinan lintas agama tidak bisa dicatat dalam catatan sipil.

Ya. Ini karena MUI yang menjadi rujukan pemerintah, kan? Ada hal-hal yang bersifat keagamaan, lalu MUI memfatwakan seperti itu. Karena itu, akan terjadi seperti itulah. Sebetulnya, kalau kita mau netral, ya ikut Qur’an sajalah.

Kalau diakal-akali, sama saja dengan apa yang dikatakan Pak Amidhan tentang mereka yang memprotes fatwa mereka; menggunakan akal saja. Jadi, kalau mereka mengeluarkan fatwa menggunakan akal, kenapa orang lain tidak boleh menggunakan akal? Alquran dan Sunnah itu, tanpa akal, sama sekali tidak bisa.

Bagaimana pandangan Gus Mus tentang haramnya pluralisme, liberalisme, dan sekuralisme agama?

Paham itu kan gagasan (ide), dan isme itu adalah pemikiran. Saya kira, menghukumi pemikiran, di samping tidak lazim, juga sia-sia. Itu sama saja dengan melarang orang berpikir. Mestinya, pemikiran harus dilawan dengan pemikiran juga, kecuali bila pemikiran itu diejawantahkan dalam tindakan yang merusak dan merugikan orang banyak.

Kalau sudah demikian, yang berwenang mengambil tindakan adalah pemerintah. Jadi kalau pemikirannya sendiri, gagasan-gagasan, tidak bisa diharamkan. Kalau sampean punya gagasan akan menzinahi bintang film, ia baru haram kalau Anda laksanakan.

Kalau masih gagasan tidak apa-apa. Saya kira, tidak ada gagasan-gagasan yang lebih buruk dari gagasan orang-orang munafik. Orang munafik itu, gagasannya jahat sekali tentang Islam. Tapi pada waktu itu (di masa Nabi), mereka dibiarkan saja. Kalau masih gagasan, mereka tidak diapa-apakan.

Jadi sebatas berpikir saja tidak apa, asal tidak diejawantahkan dalam segala tindakan yang merusak dan merugikan orang banyak. Karena kita harus tahu bahwa agama ini sebetulnya bukan untuk Allah, tapi untuk kita, untuk manusia.

Tujuan agama tak lain bagaimana manusia hidup baik di dunia dan di akhirat. Itu saja. Kadang-kadang kita menganggap bahwa, (agama) ini kepentingan Tuhan. Sebenarnya Tuhan itu tidak perlu apa-apa. Kalau 5 miliar orang di dunia ini mbambung semua, tidak salat semua, itu tidak apa-apa. Tuhan tidak rugi sama sekali.

Mestinya begitulah pemahaman tauhid yang kokoh, ya Gus?

Ya. Kadang-kadang saking semangatnya, orang-orang merasa seolah-olah mendapat mandat dari Allah. Ya maklum saja, orang yang hidup di akhir zaman ini kan sudah jauh dengan kanjeng Rasul. Karena itu, kadang-kadang berperilaku lucu-lucu.

Gus Mus, apakah sebuah aliran yang dianggap sesat tetap boleh hidup di sebuah negara mayoritas muslim, meskipun tidak melakukan tindak-tindak pengrusakan?

Ya. Di Timur Tengah itu ada aliran bernama Darusiyah atau Druz yang juga dianggap sesat oleh al-Azhar. Tapi ya dianggap sesat saja; orang-orang Islam diberitahu bahwa aliran itu sesat. Itu saja. Jangan lalu memberitahu pemerintah supaya mereka di-segala-macamkan. Kalau vonis itu hanya untuk menjaga umat sendiri, silakan saja.

Artinya, kita yakin Tuhan-lah yang akan menghakimi ”kesesatan” mereka nantinya?

Ya. Vonis sesat itu kan menurut kita. Ya, boleh saja. Kita memberitahu anak-anak kita bahwa itu sesat juga boleh. Tapi kalau kita terus melapor ke bupati bahwa kelompok tertentu sesat, karena itu harus ditangkap, itu tidak benar. Jadi tidak benarnya di situ. Bagi saya, yang menyerbu tempat Ahmadiyah di Parung Bogor kemarin juga sesat sekali. Itu bentuk kezaliman yang nyata. Itu tidak ada dalilnya sama sekali.

Bagaimana dengan anggapan mereka melecehkan agama?

Tidak bisa. Kalau orang sesat kita sikat, maka kita akan sesat semua. Kenapa kita tidak sesat? Karena Rasulullah itu tidak menyikat dan tidak melibas orang-orang yang sesat. Dia justru mendekati mereka bil hikmah dan mau`idhatil hasanah.

Kalau ia berbantahan, maka ia lebih baik dari mereka. Ini sesuai dengan kaidah wa jâdilhum billatî hiya ahsan (berbantahan dengan cara yang santun, Red). Sekarang kita pertanyakan: kapan kita pernah mendakwahi mereka dengan baik dan dengan hikmah? Kok tahu-tahu menghancurkan?! Itu tidak bisa dibenarkan.

Bagi saya, pelaksanaan amar ma`rûf nahyul munkar itu landasannya harus kasih sayang. Kalau tidak ada kasih sayang, tidak ada yang namanya amar ma`rûf nahyul munkar. Kalau ada orang yang menjalankan amar ma`rûf nahyul munkar karena kebencian, itu jelas bohong dan bodoh sekali.

Rasulallah itu ber-amar ma`rûf dengan giat sekali, sampai dijuluki al-âmirun nâhî oleh Imam al-Bûshiri. Kenapa? Karena beliau sangat sayang pada sesama. Kalau Anda melihat saya akan terjerumus ke dalam jurang, lalu Anda menarik tangan saya, itu bukan karena sampean mau menyakiti saya, tapi karena sayang sama saya. Tapi kalau Anda tidak kenal saya, tidak ada urusan apa-apa, lalu menarik-narik saya, saya kan jadi bingung.

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.