Home » Politik » Dunia Islam » Tiga Jenis Ikhwani
ikhwan

Tiga Jenis Ikhwani

5/5 (1)

IslamLib – Jika di Indonesia kita kerap mendengar rumor tentang wujudnya “sayap keadilan” dan “sayap kesejahteraan” di Partai Keadilan Sejahtera, maka di Mesir ada tiga jenis Ikhwani. Mereka kini sedang berkontestasi dalam mengisi Mesir pasca-Mubarak.

Pemahaman tentang peta Ikhwanul Muslimin, dedengkot Islam politik di dunia Islam modern ini, sangat panting karena mereka berada di gerbang kekuasaan. Dinamika dan tarik-menarik antara berbagai faksi internal di organisasi sosial-politik yang melahirkan Partai Kebebasan dan Keadilan inilah yang nantinya akan ikut mengukir wajah Mesir di masa mendatang.

Itulah sekelumit hasil bacaan saya terhadap buku paling penting tentang Ikhwanul Muslimin saat ini, Mobilizing Islam, yang dikarang seorang sarjana Yahudi-perempuan¸Carrie Rosefsky Wickham.

Faksi pertama adalah apa yang biasa disebut sebagai faksi dakwah. Faksi ini secara ideologis bersifat konservatif dan merekalah yang menguasai Majlis Syuro dan kantor-kantor cabang Ikhwanul Muslimin di seantero Mesir.

Kekuatan utama faksi ini adalah pada kontrol penuh terhadap operasi Ikhwan di tingkat akar rumput dan juga kendali mereka terhadap alokasi berbagai sumber daya yang mereka punya. Mereka bertanggungjawab terhadap rekrutmen, kaderisasi dan upaya memupuk loyalitas kalangan muda terhadap Ikhwan, terutama di areal-areal pedesaan.

Sementara faksi kedua adalah apa yang disebut Wickham sebagai faksi pragmatis konservatif. Faksi ini dianggap sebagai faksi arus utama di kalangan Ikhwan. Kelompok ini berupaya menggabungkan antara konservatisme ideologi dengan pentingnya partisipasi dan keterlibatan Ikhwan dalam isu-isu sosial politik Mesir.

Kalangan Ikhwani yang berpengalaman dalam soal-soal legislasi berada di kelompok ini. Karena itu, besar kemungkinan mereka akan banyak terlibat dalam perumusan konstitusi Mesir masa mendatang dan juga menginisiasi perundang-undangan yang kemungkinan bersifat konservatif seperti soal formalisme Islam dan lain-lain.

Yang terakhir ini memang tidak mutlak akan mereka lakukan, bergantung pada perimbangan kekuatan yang akan terjadi dalam lanskap politik Mesir pasca-Mubarak.

Sementara faksi ketiga adalah faksi reformis yang saat ini tersimbolisasi dalam sosok calon presiden Ikhwan dari Partai Kebebasan dan Keadilan, yaitu Abdul Mun’im Abu Futuh. Sayap reformis inilah yang berupaya mempromosikan dan membela penafsiran-penafsiran Islam yang progresif untuk diketengahkan baik kepada kader internal Ikhwan maupun masyarakat politik Mesir.

Sosok-sosok reformis seperti Abu Futuh merupakan sumber inspirasi bagi anak muda dan kalangan simpatisan Ikhwan. Namun, sekalipun fungsinya penting sebagai pemanis paras Ikhwan baik dalam negeri maupun di dunia internasional, representasi mereka di Majlis Syura dan kalangan pengikut Ikhwan sangat lemah.

Dengan wujudnya tiga jenis Ikhwani ini, dapatlah dikatakan bahwa wajah Mesir pasca-Mubarak masih merupakan pertaruhan yang mendebarkan bagi rakyat Mesir. Ikhwan saat ini memang sedikit terdorong ke tengah dengan wujudnya kalangan ultra-konsertavif Salafi yang menjadi pemenang kedua pada pemilihan putaran pertama dan kedua Mesir.

Namun dilihat dari jenis-jenis Ikhwani di atas, sebetulnya peta arus utama Ikhwan belum jauh betul berjarak dengan pandangan-pandangan sosial-keagamaan Salafi.Karena itu, resiko terjatuhnya Mesir ke jurang demokrasi illiberal atau otoritarianisme baru masih cukup menganga.

Kecuali faksi reformis diberi lebih banyak peran dan kewenangan, jenis pertama dan kedua Ikhwan tidak akan membawa Mesir jauh dari aspirasi kalangan Salafi.

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.