Home » Kajian » Hikam » Meditasi Syekh Ibn Ataillah (4)

Meditasi Syekh Ibn Ataillah (4) Ngaji Hikam ke-16

5/5 (4)

Kesimpulan Ngaji Hikam Ke-16

1. Seorang beriman harus berusaha terus berada dalam keadaan ingat kepadaNya, Ingat di sini bukan sekedar menyebut asma Tuhan dalam zikir. Zikir lisan adalah sarana saja untuk mengingat Tuhan. Mengingat Tuhan yang sebenarnya adalah manakala kita, dalam hidup ini, terus bisa menjaga agar terus ingat dan waspada. Ingat akan tujuan hidup yang sesungguhnya, dan waspada terhadap segala hal yang bisa memalingkan kita dari sana.

2. Jika kita berada dalam keadaan lengah, atau berdosa, mustahil bagi kita untuk bisa mengenal dan memahami rahasia Tuhan. Kecuali kita bertaubat, kembali kepada kesadaran dan balik ke kondisi “ingat”. Jika kita membiarkan diri kita berada dalam keadaan lupa diri, maka janganlah berharap bahwa kita bisa memahami rahasia Tuhan.

3. Mengenali rahasia Tuhan adalah sumber kebahagiaan dalam hidup. Seorang yang jatuh terpeleset, lalai akan hakekat diri sendiri (“real self”), lengah terhadap Tuhan, maka dia akan mengalami keadaan resah, “confusion” alias bingung, dan tak bahagia. Dosa adalah sumber ketidak bahagiaan dalam hidup.

Mungkin, untuk sementara waktu, dosa memimbulkan kepuasan fisik untuk beberapa saat. Tetapi dalam jangka panjang, dosa adalah sumber keresahan dan kenestapaan.

Ya Allah, jadikan kita semua sebagai orang-orang yang terus ingat dan waspada.

Sampai ketemu di Ngaji Hikam ke-17 besok malam. Mari kita tutup pengajian ini dengan bacaan hamdalah.

Wassalam.

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.